
Noah menoleh ke Opanya dan bertanya, "Tapi, kenapa Opa meminta maaf sama Mama?"
Di saat Alex Baron ingin membuka mulut, Alba langsung menggenggam tangan papa mertuanya dan berkata ke Noah, "Karena, Opa sakit. Mama sama Papa selalu meminta Opa untuk menjaga kesehatan, tapi sekarang Opa sakit. Untuk itulah Opa meminta maaf ke Mama"
"Oh. Karena Opa sudah meminta maaf ke Mama, maka Opa harus sehat lagi" Noah mengelus pipi Opanya.
Alex Baron terkekeh lemah dan sambil tersenyum, ia mengangguk lemah ke Noah.
Alba menoleh ke papa mertuanya, meletakkan tangan papa mertuanya ke dalam selimut sambil berucap, "Saya sudah memaafkan Papa dari dulu"
Alex Baron menatap Alba dengan kagum. Alex sungguh tidak menyangka kalau Alba ternyata wanita yang sangat baik dan tidak pendendam. Alex terisak malu dan beberapa kali bergumam, "Maafkan aku. Maafkan aku"
Alba memeluk papa mertuanya, Noah juga memeluk Opanya dan Alba langsung berkata, "Papa tidak usah memikirkan hal yang berat-berat dulu. Saya beneran sudah memaafkan Papa, jadi Papa tidak usah merasa terbebani lagi. Papa harus sembuh, kami semua menunggu Papa sehat kembali dan ingin mengajak Papa piknik"
Adam memeluk Alba dan Noah dari belakang sambil berucap, "Ada acara pelukan, aku kok nggak diajak?"
Alex tertawa bahagia dan berkata, "Baiklah. Papa akan semangat untuk sehat demi kalian"
Dengan pernyataannya Dragon Fastro yang ada di alat perekamnya Satya, Satya berhasil memperoleh surat perintah penggeledahan karena, alat perekam itu ilegal dan tidak bisa dijadikan barang bukti. Satya melenggang keluar dari ruangan bosnya sambil menggenggam surat perintah penggeledahan kediamannya Dragon Fastro dengan senyum semringah.
Christal muncul di depan rumahnya Heni dengan derai air mata dan wajah putihnya timbul lebam. Heni langsung memeluk Christal dan memekik kaget, "Astaga! Apa yang sudah terjadi, Nak? Kenapa dengan wajahmu?"
"Papa saya kalah judi lagi, Bu. Dan saya kembali dijual. Saya dipukul orang itu karena saya terus melawan dan saya bersyukur, saya akhirnya bisa melarikan diri dan ke sini"
Heni memapah Christal masuk ke dalam rumahnya dan Heni juga menemukan ada lebam di lengan, paha, dan pinggangnya Christal. Heni menatap Christal dan berkata, "Kita ke rumah sakit, ya? Kita visum luka kamu ini dan kita tuntut laki-laki yang sudah berani menyakiti kamu separah ini"
Christal menggelengkan kepalanya dengan wajah ketakutan lalu berkata, "Dia bukan orang sembarangan, Bu. Dia Dragon Fastro"
Heni terkesiap kaget, lalu berkata, "Justru karena itu Dragon Fastro, kita harus mengambil tindakan biar orang itu merasakan dinginnya jeruji besi dan tobat"
"Ibu kenal dengan Dragon Fastro?"
"Ibu sangat mengenalnya" Heni menggeram penuh amarah. "Dragon yang sudah membunuh sahabatnya Ibu dan yang telah menculik Satya dan Alba waktu Satya dan Alba masih kanak-kanak"
"Kalau gitu, saya bersedia divisum dan jadi pion untuk menjatuhkan Dragon Fastro" Christal berucap dengan wajah serius.
Heni tersenyum bangga pada Christal, lalu ia mengajak Christal ke rumah sakit untuk diperiksa secara menyeluruh dan untuk melakukan visum.
Setelah pulang kembali ke rumahnya Heni, Heni berkata kepada Christal, "Untuk sementara waktu, kamu di sini dulu. Di sini aman. Setelah Satya pulang nanti, Satya yang akan mengantarkan kamu pulang. Setiap Sabtu, Satya pulang ke sini"
Christal mengangukkan kepalanya dan berkata, "Terima kasih banyak, Bu"
Alex Baron akhirnya bisa tertidur dengan sangat nyenyak. Bukan karena pengaruh obat, melainkan karena, hatinya sudah merasa damai dan tenteram.
Alba menoleh ke Adam. Adam memeluk pinggangnya Alba, mencium pelipisnya Alba dan berkata, "Terima kasih banyak, ya"
"Untuk apa berterima kasih, Mas. Sudah menjadi kewajiban bagi seorang anak untuk memaafkan orangtuanya"
Adam mencium pipinya Alba lalu menatap Alba dan berkata, "Aku ingin menculikmu saat ini juga dan kita ........"
"Aku juga mau diculik sama Papa" Noah berkata sembari melompat ke dalam gendongan papanya lalu mengaitkan kedua lengan di leher kokoh papanya dan kedua paha di pinggang kekar papanya.
Adam Baron tersentak kaget dan langsung memeluk tubuh mungilnya Noah dengan lengan tangan kanannya karena lengan tangan kirinya masih nyaman bersandar di pinggang rampingnya Alba.
Alba langsung berkata, "Noah, besok lagi nggak boleh seperti itu! Kalau Papa nggak sigap, kalian bisa terjatuh di atas lantai dan itu bahaya"
Adam terkekeh geli, ia lalu mencium pipinya Noah dengan gemas dan berkata, "Papa akan culik kamu sekarang"
Noah langsung tertawa senang dan bertanya, "Ke mana, Pa?"
"Ke pet shop. Kita akan beli kelinci, burung beo dan apa tadi?"
"Emm, anak anjing aja deh" Noah tersenyum semringah di depan wajah tampan papanya.
"Oke" Adam mencium kembali pipinya Noah dengan gemas, lalu ia menoleh ke Alba, "Aku tinggal sebentar nggak papa?"
"Nggak papa. Aku akan jaga Papa" Alba tersenyum.
Adam langsung menutup matanya Noah dan langsung menundukkan wajahnya untuk mencium bibirnya Alba. Alba tersentak kaget dan langsung menepuk bahunya Adam dengan mendelik
Adam tersenyum lebar dan saat ia menarik telapak tangannya dari mata Noah, Noah langsung menyemburkan protes, "Kenapa Papa menutup matanya Noah barusan? Memangnya ada apa, Pa?"
"Ada nyamuk lewat" Adam berucap sembari melirik jahil ke Alba dan Alba hanya bisa tersenyum malu dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Emangnya kalau ada nyamuk lewat harus tutup mata, Pa?"
"Hmm" Adam berucap sembari mengajak Noah keluar dari dalam kamar rawat inap papanya.
"Tapi kenapa begitu?" Noah masih terus bertanya. Dan Alba langsung tergelak geli melihat Adam menoleh ke dia dan mewek.
Adam langsung berkata, "Kita beli es krim cokelat, oke?" Untuk mengalihkan rasa penasarannya Noah tentang menutup mata dan nyamuk.
Noah tersenyum cerah dan berkata, "Oke"
Adam tersenyum senang karena, dia pikir, Noah sudah berhenti penasaran soal menutup mata dan nyamuk.
Namun, di saat mereka makan es krim di kantin rumah sakit, Noah kembali bertanya, "Kenapa kalau ada nyamuk harus tutup mata, Pa? Apa tadi nyamuknya lain dari nyamuk yang biasanya menggigit kita? Atau nyamuk tadi lebih besar dan dari luar angkasa?"
Adam kembali mewek dan berkata di dalam hatinya, Ba, tolong aku. Anak kamu kalau bertanya tidak bisa berhenti sebelum ia dapatkan jawaban yang pas, hiks, hiks, hiks.
"Pa, kok malah mewek?" Noah menautkan alisnya.
"Ah, Papa nggak mewek. Cuma, es krim ini terlalu dingin"
"Terus nyamuk tadi, nyamuk apa?" Tanya Noah.
Adam menundukkan kepalanya pura-pura asyik memakan es krimnya.
"Pa?" Noah kembali memanggil papanya.
Adam mengangkat wajahnya, meringis berkata, "Nyamuk tadi, nyamuk spesies baru. Papa tadi kaget, ingin nepuk tuh nyamuk kok keliru nutup mata kamu" Adam menatap Noah penuh selidik dengan harapan, Noah puas dengan jawaban yang dia berikan.
Noah menganggukkan kepala mungilnya lalu berkata, "Oh, begitu" Noah kemudian menunduk diam dan menikmati es krim cokelatnya
Fiuuhhh, Adam langsung bisa bernapas lega dan tersenyum bangga untuk dirinya sendiri karena, bisa menemukan jawaban yang bagus di saat yang genting. Adam berkata di dalam. hatinya, Adam gitu, lho. Lalu ia terkikik geli di dalam hatinya.
Adam lalu mengajak Noah ke pet shop setelah es krim mereka habis tak bersisa.
Alba sendirian menjaga papa mertuanya yang masih tidur lelap.