I Love You, Adam

I Love You, Adam
Aku Kangen



Setelah puas bermain dengan kelinci, burung beo, dan anak anjingnya bersama dengan papa tercintanya, Noah berkata, "Pa, aku capek dan ngantuk. Di mana kamar mandinya?"


Adam terkekeh geli, Di rumah ini, semua kamar mandi ada di dalam kamar, Sayangku, Putra tampanku"


"Hah?!" Noah melongo keheranan mendengar ada kamar mandi berada di dalam kamar, lalu Noah bergumam lirih, "Berarti rumah ini beneran hotel"


Adam kembali tergelak geli saat ia mendengar gumaman lirihnya Noah. Lalu dengan segera, ia meraih tubuhnya Noah, menggendongnya dan mengajak Noah berlari ke lantai dua, ke kamarnya Noah.


Adam menggendong Noah dari dalam kamar mandi. Noah sudah dimandikan oleh Adam dan Noah girang bukan kepalang karena, akhirnya dia bisa merasakan mandi di dalam bathtub, berendam air hangat dan bermain gelembung sabun bersama dengan papa tercintanya.


Adam mengelap rambut basahnya Noah dengan terus melukis keceriaan di wajah tampannya. Noah pun masih tampak berseri-seri saat Adam memakaikan baju ke tubuhnya Noah. Adam memilih setelan kemeja berwana putih bersih yang di balut sweater tanpa lengan berwarna cokelat muda, yang dipadukan dengan celana pendek denim berwarna biru tua. Adam yang masih berjongkok, menangkup wajahnya Noah dengan kedua telapak tangannya dan berkata, "Kamu sangat tampan"


Noah menangkup wajah papanya dengan telapak tangannya yang mungil dan berkata, "Papa yang mewariskan ketampanan ini"


"Hahahahaha. Kamu benar-benar keturunan The Baron. Kamu sangat pandai mengucapkan kata-kata manis. Sama seperti Opa kamu"


Noah tertawa riang lalu berkata, "Kita ke rumah sakit sekarang, Pa? Untuk menjemput Mama?"


"Lho, katanya ngantuk? Kok malah ngajak ke rumah sakit? Noah nggak bobok dulu?"


Noah menggelengkan kepalanya dan berkata, "Noah kangen sama Mama"


Adam tersenyum dan berkata, "Oke, Papa paham karena, Papa juga udah kangen banget sama Mama kamu" Lalu Adam bangkit berdiri.


Noah terkekeh geli dan sambil menggandeng tangan papanya, ia mengajak papanya melangkah keluar dari dalam kamar.


Alex Baron meminta Alba mencarikan Chanel yang berisi tembang lawas. Di saat lagu 'Aryati' berkumandang, Alba ikut menyenandungkan lagu itu dengan lirih, "Aryati, dikau mawar asuhan rembulan


Aryati,dikau gemilang seni pujaan. Dosakah hamba mimpi berkasih dengan puan? Ujung jarimu kucium mesra tadi malam. Dosakah hamba memuja dikau dalam mimpi?


hanya dalam mimpi"


Alex Baron menoleh, tersenyum lalu berkata, "Suara kamu bagus banget. Bahkan lebih bagus dari penyanyi yang ada di TV itu"


Alba menoleh cepat ke Alex Baron karena kaget dan langsung berkata, "Maafkan saya, Pa. Saya suka lagu ini. Dulu mama saya sering menyanyikan lagu ini kalau Mama sedang memasak"


"Adam beruntung bertemu dengan kamu dan aku beruntung mengenal kamu sebelum aku......"


Alba langsung bangkit berdiri dan berkata, "Papa nggak boleh berkata yang aneh-aneh. Papa akan sembuh dan Noah, cucu Papa, butuh Opanya"


"Aku minta maaf sama kamu. Karena, aku telah menghina Mama kamu tanpa tahu kebenarannya dan........"


"Saya sudah memaafkan Papa" Alba menatap papa mertuanya dengan tulus.


Alex Baron tersenyum, "Kamu anak baik. Pantas saja kalau Tuhan sangat sayang sama kamu dan mempertemukan kamu dengan Adam lagi. Memang benar, apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan, tidak bisa diceraikan oleh manusia"


Alba tersenyum lalu berkata, "Papa juga orang baik, Tuhan juga sayang sama Papa"


"Terima kasih, Ba. Terima kasih" Alex Baron tersenyum lebar, lalu berkata, "Apa TV itu ada karaokenya?"


Alba menautkan alisnya dan berkata, "Saya lihat tadi, ada Pa"


"Mikrophonenya ada berapa?" tanya Alex Baron.


"Ada dua" Sahut Alba masih dengan kerutan di keningnya.


Alba tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya.


Adam dan Noah datang satu jam berikutnya dan masuk ke dalam kamar rawat inapnya Alex Baron dengan wajah kaget saat kedua laki-laki tampan itu melihat Alex Baron tengah asyik bernyanyi duet dengan Alba.


Adam dan Noah bersitatap sejenak lalu Noah melepaskan genggaman tangannya dari tangan Adam untuk berlari ke mamanya, "Ma, Noah juga mau bernyanyi sama Opa"


Alex Baron menoleh ke Noah lalu ke Adam dengan senyum lebar dan wajah yang tampak segar.


Adam melangkah pelan dengan senyum bahagia terlukis di wajahnya lalu ia merangkul pinggangnya Alba yang sudah berdiri karena, kursi yang semula Alba pakai untuk duduk telah diambil oleh Noah.


Adam menatap papanya dan berkata, "Papa tampak sangat sehat"


"Semua berkat Alba" Alex Baron tertawa renyah.


Adam menoleh ke Alba lalu ia mencium pelipisnya Alba dengan penuh cinta dan berbisik, "Aku akan berterima dengan benar nanti malam"


Alba yang sangat memahami maksud dari ucapannya Adam langsung menunduk dan tersenyum malu.


"Opa, Noah udah pilihkan lagu anak-anak. Ayok, nyanyi bareng sama Noah"


Alex Baron langsung tertawa dan berkata, "Oke, oke! Ayok, kita nyanyi bareng, pangeran tampanku!"


Adam lalu menarik Alba untuk duduk di sofa. Adam yang sangat merindukan Alba, secara sembunyi-sembunyi menyusupkan tangannya ke punggungnya Alba lalu serasa tanpa hambatan, tangan itu meringsek masuk ke dalam blusnya Alba.


Alba tersentak kaget dan Adam langsung berbisik di telinganya Alba, "Jangan teriak. Aku hanya ingin mengelus kamu. Aku kangen banget sama kamu"


Alba menoleh ke Adam lalu berbisik, "Nggak bisa nunggu nanti di rumah?"


Adam mencium rambutnya Alba dengan masih mengherankan telapak tangannya di punggungnya Alba lalu berkata, "Lihat kamu aja rasanya jantungku ingin meledak. Aku ingin menculik kamu saat ini juga dan berduaan dengan kamu saat ini juga, tapi Papa belum bisa kita tinggal"


Alba hanya bisa menghela napas panjang dan hanya bisa membiarkan Adam melakukan yang Adam suka walaupun sesekali tangannya harus menepis tangannya Adam di saat tangannya Adam semakin nakal dan liar sambil berbisik, "Mas, ada Noah dan Papa" Dan giliran Adam yang harus menghela napas panjang setiap kali Alba berbisik, "Mas, ada Noah dan Papa"


Dragon Fastro akhirnya menginap di hotel Rodeo. Istrinya masuk ICU karena serangan jantung mendadak dan putri tunggal kesayangannya pun masih mendekam di penjara.


Heni memberikan kejutan ke Satya. Dia tiba-tiba muncul di apartemennya Satya dengan mengajak Christal bersamanya.


Satya tersentak kaget, "Ma?! Dan kamu?!" Satya melotot ke Christal.


"Christal hampir saja direnggut kesuciannya oleh Dragon Fastro. Papanya kalah judi lagi dan menjual Christal ke Dragon Fastro. Dan gadis pintar ini berhasil melarikan diri ke rumah Mama" Heni mengelus rambutnya Christal.


Satya mematung menatap Christal.


"Mama ke sini karena Mama ingin memberikan hasil visum dan bukti yang Christal bawa untuk menuntut Dragon Fastro"


"Tapi, Ma? Kenapa Mama ambil resiko pergi ke sini? Kenapa Mama nggak kirim aja bukti itu lewat email?"


"Karena ada banyak hal yang ingin Mama bicarakan langsung denganmu"


"Dan kamu!" Satya menatap tajam Christal yang masih berdiri kaku di depannya, lalu Satya berkata" Kau yakin, kalau kau bisa melawan Dragon Fastro di pengadilan nanti?"


"Aku yakin" Sahut Christal.