
"Kita mau ke mana?" tanya Adam.
"Kita ke taman bermain aja,.Dam! Kita belum pernah berkencan di taman bermain pas.kita masih berpacaran, kan?"
"Ah! Ide yang bagus tuh" Adam lalu meminggirkan mobil yang ia kemudian untuk memencet ponselnya yang ia pasang di dasboard mobil dan mencari letak taman bermain terdekat. "Yupz! Udah dapet. Kita otewe ke taman bermain, yeeeaayy!" Adam berteriak riang sembari melajukan kembali mobilnya.
Alba tersenyum bahagia melihat keceriaannya Adam dan diam-diam, ia berdoa di dalam hatinya, Tuhan, saya rela memberikan semua berkat kebahagiaan di hidup saya untuk Adam. Buat Adam selalu bahagia seperti ini, Tuhan.
Beberapa jam kemudian, Adam dan Alba berdiri di depan rollercoaster. Alba terus menggelengkan kepalanya ke Adam,"Nggak! Jangan naik itu, Dam! Kepala kamu, kan........."
Adam menatap Alba dengan sorot mata.sendu dan Alba langsung memeluk kepalanya Adam, "Maafkan aku! Bukan maksudku mengingatkan kamu kalau kamu sedang sakit. Tapi, kalau kamu naik itu, nanti kamu nggak akan kuat dan aku nggak mau terjadi apa-apa sama.kamu. Kita naik Komidi putar aja, ya?"
Adam menarik kepalanya dari pelukannya Alba "Tapi, aku belum pernah naik itu" Adam menunjuk rollercoaster.
Alba berjinjit dan mengusap pucuk kepalanya Adam sambil berucap, "Kita naik itu kalau kamu udah sembuh ya. Sekarang kita baik Komidi putar aja, oke?"
Adam akhirnya menyerah pada keinginannya yang sangat kuat untuk naik rollercoaster. Lalu pengacara tampan itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil berkata, "Oke! Kita naik Komidi putar aja kalau gitu"
Alba lalu menggandeng tangannya Adam dan mengajak Adam berjalan ke Komidi putar.
Alba dan Adam naik Komidi putar sambil bergandengan tangan dan Adam tidak lupa mengabadikan momen itu. Adam berswafoto dengan Alba.
Alba tersenyum bahagia dan berkomentar, "Tumben mau selfie. Dulu kan kamu benci selfie dan nggak suka difoto"
Adam tersenyum lebar, lalu berkata, "Ini demi kenangan kita berdua. Aku mau mengabadikan semua momen kebersamaan kita berdua sekecil.apapun itu. Aku mau kamu menyimpannya saat aku menjalani operasi dan kami tunjukkan ke aku semua foto-foto kita pas aku sadar dari operasi dan mengalami amnesia"
Alba mencium pelipisnya Adam saat Adam menggendongnya turun dari atas kuda kayu yang ada di Komidi putar dan Adam membalas ciuman itu dengan mencium keningnya Alba dan dia jepret lagi momen itu.
Mereka berdua turun dari atas Komidi putar dan Adam bertanya, "Kita akan naik apalagi?"
Kedua bola mata pengacara muda nan tampan itu tampak berbinar -binar riang menatap istri manisnya.
"Emm,.kita naik bump-bump car. Eh! Tapi, ada benturan ding. Jangan kalau gitu!"
"Nggak papa kurasa, cuma benturan ringan
Ayok kita naik bump-bump car!"
Adam tertawa riang saat ia berhasil menabrak mobil kecil yang dikendarai oleh Alba. Dan Alba terus mengerucutkan bibirnya, Adam mengambil foto Alba dan tersenyum lebar, "Aku akan terus mengingat wajah kamu ini, Ba! lucu sekali!" Teriak Adam dari dalam mobil mini yang ia kemudikan.
Setelah puas bermain bump-bump car, Alba mengajak Adam mampir ke toko kecil yang menyediakan banyak ragam souvenir.
Alba memilih bando lucu berbentuk kelinci, dia membeli dua pasang lalu ia meminta Adam menunduk, Alba memasangkan bando yang ia beli ke kepalanya Adam setelah ia memakai sendiri bandonya
Adam mengaca di depan cermin dan langsung berkata, "Aku imut juga ya pakai bando. Dan bentuk kelincinya mirip banget dengan Baba"
Alba tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya dan Adam tidak lupa mengajak Alba berswafoto dengan memakai bando couple mereka.
Dari toko souvenir, Alba mengajak Adam ke kantin untuk membeli es krim dan beberapa camilan seperti mendoan goreng kesukaannya Alba dan sosis bakar kesukaannya Adam.
Adam mengambil gambar es krim cokelat dan camilan pilihan mereka yang ada di atas meja dan ia mengajak Alba berswafoto saat mereka memakan es krim mereka. Adam juga terus mengambil gambarnya Alba dengan bebagai pose secara diam-diam. Adam tersenyum penuh cinta saat ia melihat fotonya Alba yang ia ambil secara diam-diam, hasilnya tampak alami dan sangat bagus. "Kamu fotogenik. Kenapa dulu kamu nggak jadi model aja?" Adam bertanya sembari menciumi pipinya Alba.
Alba tersenyum dan sambil mencuil mendoannya ia menjawab, "Aku nggak suka dengan dunia model. Pergaulannya nggak sehat"
Adam menyentil pucuk hidungnya Alba dan berucap, "Iya kamu benar. Lagipula kalau kamu jadi model, aku nggak akan kuat dibakar cemburu, melihat wajah manis wanitaku, dilihatin banyak orang"
Alba tertawa geli lalu ia mencium pipinya Adam dan memekik kaget, "Astaga, Dam! Maaf, mulutku penuh minyak karena makan mendoan. Pipi kamu jadi ikutan kena minyak nih, hahahaha" Alba lalu mengambil tissue untuk mengelap pipinya Adam.
Saat Alba mengelap pipinya Adam, wajah mereka menjadi berdekatan dan Adam tidak tahan lagi untuk tidak memagut bibirnya Adam. Adam mengajak Alba bercuman dan tidak lupa ia memencet kameranya untuk mengabadikan momen itu.
Alba lalu menarik bibirnyq dari bibirnya Adam dan menepuk dadanya Adam, "Dam!I ini tempat.umum dan lihat tuh banyak anak kecil, kenapa kamu menciumku di tempat umum kayak gini"
Adam terkekh geli, lalu sambil mengelus pipinya Alba ia berkata, "Habisnya kamu sangat imut tadi. Aku nggak bisa lagi menahan diriku untuk tidak mencium kamu"
Alba lalu mengusap bibirnya dengan punggung tangannya dan berucap, "Lagian bibirku berminyak kena mendoan" Alba lalu mengusap bibirnya Adam dengan telapak tangannya sambil berucap, "Bibir kamu jadi berminyak juga, kan?" Adam tidak lupa menjepret momen itu.
"Kita ke mana lagi? Kita mau naik apa setelah ini?" tanya Adam.
"Di sana aku lihat ada penyewaan kostum. Ada bermacam-macam kostum. Kita ke sana yuk! Kita tanya apakah mereka punya seragam anak SMA" Alba menatap Adam dengan mata berbinar-binar dan menarik pergelangan tangannya Adam.
"Untuk apa kita sewa seragam SMA?" Adam bertanya sembari bangkit dan mengikuti langkahnya Alba.
Alba menggelungkan lengannya di lengannya Adam sambil berucap, "Kita kan belum pernah selfie memakai seragam SMA. Aku mau dan pengen banget punya foto selfie pas kita pakai seragam SMA. Dulu kan, kamu selalu menolak kalau aku ajak selfie"
Adam terkekh geli lalu berkata, "Ide bagus tuh"
"Dam?"
"Hmm?"
"Kenapa kamu nggak suka difoto dan nggak suka selfie?"
"Karena, setiap kali difoto dan diajak selfie, aku selalu merindukan sosok Mama. Aku selalu membayangkan Mama ada bersamaku dan selfie sama aku. Aku juga ingin merasakan difoto sama Mama, tapi semua mustahil. Jadi, aku nggak suka difoto maupun selfie"
"Kenapa kamu nggak bilang ke aku dulu?"
"Karena aku nggak mau terlihat cengeng di depan kamu" sahut Adam.
Alba menepuk bahunya Adam sambil berucap, "Kamu nggak perlu malu terlihat cengeng di depanku. Karena, menangis di depan orang yang mencintai kita dan menangis di depan orang yang kita cintai, itu justru terlihat keren"
Adam langsung mengerem langkahnya untuk memeluk erat tubuh istrnya dan berkata, "Aku beruntung memiliki kamu di dalam hidupku ini, Ba. Aku sangat mencintaimu"
Alba membalas.pelukqnnya Adam dan berkata, "Aku juga sangat mencintaimu, Dam"