I Love You, Adam

I Love You, Adam
Minta Maaf



Noah langsung menelepon Oma Heni-nya saat ia diberitahu oleh papanya kalau ia akan diajak menengok Opanya. Oma Heni berkata, "Iya sayang. Ati-ati di jalan, ya sayang"


"Iya Oma. Noah sayang sama Oma"


"Oma sayang sama Noah. Sayang banget"


Satya menepuk pundaknya Dragon sambil bangkit dan berkata, "Tunggu waktunya"


Dragon menggerakan kepalanya mengikuti arah perginya Satya dengan mengerutkan alisnya.


Satya keluar dari ruang interogasi dengan wajah semringah penuh kemenangan.


Noah memekik kegirangan berada di dalam private jet milik Opanya. Noah tidak berhentinya bertanya apa ini dan apa itu karena, ia belum pernah naik pesawat terbang.


Alba tersenyum penuh haru melihat wajah bahagianya Noah. Wanita manis itu tiada hentinya memanjatkan doa penuh syukur, keluarga kecilnya bisa bersatu kembali dan Noah, putra kesayangannya semakin bahagia di setiap harinya.


Akhirnya Noah jatuh tertidur di dalam pangkuannya Adam. Adam tersenyum bahagia di saat ia menundukkan wajahnya untuk menatap wajah putra kebanggaannya. Adam lalu menoleh ke Alba dan berkata, "Aku seperti berkaca kalau melihat Noah"


Alba merebahkan kepalanya di bahunya Adam lalu berkata, "Dan aku beruntung memiliki dua cowok tampan di dalam hidupku"


Adam mencium belahan di pucuk kepalanya Alba lalu berucap di sana, "Aku dan Noah beruntung memiliki malaikat manis di hidup kami"


Alba terkekeh geli dan berucap, "Aku tidak sesempurna malaikat, Mas"


"Tapi, di mata aku dan Noah, kamu adalah malaikat. Malaikat yang termanis" Adam kembali mencium belahan di pucuk kepalanya Alba.


Alba tersenyum bahagia dan langsung menggelungkan kedua tangannya di lengannya Adam lalu memejamkan matanya.


Adam merangkul bahunya Alba dengan tangan kanannya. dan tangan kirinya mendekap Noah. Seketika itulah, hati Adam penuh rasa syukur dan kebahagiaan yang hakiki.


Turun dari private jet, Adam menggendong Noah dengan tangan kiri dan tangan kanannya memeluk pinggang ramping istri manisnya yang imut.


Di dalam mobil, Noah kembali ceriwis, "Pa, tadi ada awan yang bentuknya seperti kelinci"


Adam tertawa senang melihat keceriaannya Noah, lalu ia berkata, "Apa Noah suka sama kelinci?"


"Noah suka kelinci, anak anjing, anak kucing, anak ayam, anak domba. Bahkan Noah suka juga sama tokek, ular dan semua hewan. Tapi, Mama belum kasih ijin ke Noah untuk memelihara hewan apapun"


"Hmm, mulai deh curhat lagi sama Papanya" Alba langsung bersedekap.


Adam mengelus bahunya Alba sambil terkekeh geli, lalu ia mencium pipinya Noah dan berkata, "Kita akan tinggal di rumahnya Papa setelah ini dan Papa akan belikan kamu seekor kelinci, mau?"


"Sama anak anjing dan burung beo juga ya, Pa?" Noah menatap papa tampannya dengan bola mata biru yang melompat-lompat penuh antusias.


"Boleh, asalkan Noah, mau berkomitmen merawat semua piaraannya Noah dengan penuh tanggung jawab, bisa?" Adam berucap sembari mencium rambut harumnya Noah.


Alba berbisik, "Mas, jangan dimanjakan?"


Noah lalu berkata dengan wajah cerah ceria, "Aku janji, Pa. Aku akan merawat semua binatang piaraannya Noah dengan sangat baik, nanti"


Adam menoleh ke Noah dengan senyum lebar lalu berkata, "Oke, deal. Papa akan ajak kamu ke pet shop nanti"


Noah langsung melonjak bahagia sambil bertepuk tangan lalu mengajak papanya tos.


Alba hanya bisa tersenyum lebar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kekompakan anak dan suaminya.


sesampainya di rumah sakit, ponselnya Adam berbunyi. Adam langsung menoleh ke Alba sambil menurunkan Noah dari gendongannya, lalu berkata, "Kalian masuk dulu ke dalam. Aku terima telepon dulu"


Alba menganggukkan kepalanya dan menggandeng tangannya Noah lalu mengetuk pintu kamar president suite. Asisten pribadinya Alex Baron membukakan pintu dan langsung mempersilakan. Alba dan Noah masuk ke dalam.


Alex Baron menoleh lemas ke pintu masuk dengan masih memakai oksigen dan banyak selang alat medis yang menempel di tubuhnya.


Noah berlari kecil ke bed opanya lalu mendorong kursi sampai menempel ke tepi ranjang, kemudian anak laki-laki tampan itu naik ke kursi untuk kemudian melompat ke tepi ranjang saat Alba berbincang dengan asisten pribadinya Alex Baron.


Noah bergumam, "Yes, berhasil" setelah ia berhasil duduk di tepi ranjang.


Alex Baron terkekeh geli melihat tingkah polahnya Noah lalu ia menarik nasal kanul yang terpasang di wajahnya. Nasal kanul adalah alat bantu pernafasan yang diletakkan pada lubang hidung untuk mendukung kebutuhan oksigen. pada pasien yang dapat bernafas spontan.


Noah menoleh ke kakeknya saat ia mendengar kekehan lirih kakeknya. Noah langsung tersenyum lebar dan bertanya, "Syukurlah Opa baik-baik saja"


Alex Baron tersenyum cerah lalu bertanya, "Kok kamu bisa tahu, ini Opa kamu dan kok kamu bisa tahu kalau Opa baik-baik saja?"


Noah meletakkan tangan mungilnya di atas punggung tangan Opanya dan berkata, "Yang kasih tahu kalau Opa adalah Opanya Noah adalah Papa. Dan kenapa Noah bisa tahu kalau Opa baik-baik saja karena, Opa sudah bisa tersenyum"


Alex Baron kembali terkekeh dan berkata, "Kamu anak yang sangat baik. Opa beruntung bisa bertemu dengan kamu sebelum Opa meninggalkan dunia ini"


Noah langsung meletakkan tangan mungilnya di bibir Opanya, "Ssssttt! Opa nggak boleh bicara seperti itu. Kalau Opa merasa beruntung bisa bertemu dengan Noah, maka Opa harus semangat untuk sembuh agar bisa bermain dan jalan-jalan sama Noah"


Alex langsung memeluk Noah dan langsung menangis terharu. Alex Baron lalu berkata di tengah isak tangisnya, "Iya. Opa akan semangat untuk sembuh. Opa ingin bermain dan jalan-jalan sama kamu"


Alba tersenyum penuh haru dan setelah mengusap titik air mata di pipinya. Alba hanya bisa berdiri di sisi ranjang dan diam mematung. Alba takut membuka suara karena, ia takut salah ucap dan membuat Alex Baron menjadi marah dan terganggu kembali kesehatan jantungnya Alex Baron.


Alex Baron bisa merasakan kehadirannya Alba. Presdir dari Baron Grup itu mendorong pelan tubuh Noah dari pelukannya lalu menoleh ke Alba dengan wajah ambigu. Alba semakin tegang melihat wajah ambigu yang mengarah kepadanya.


Alex lalu menggerakkan tangannya dan membuka tangannya di depan Alba.


Alba menatap telapak tangan papa mertuanya yang terbuka di depannya lalu ia mengalihkan pandangannya ke wajah papa mertuanya dengan penuh dengan tanda tanya.


Noah menggerakkan kepala mungilnya ke Opa dan ke mamanya kemudian berkata, "Ma, Opa mau meminta maaf sama Mama"


Alex Baron terkesiap mendengar ucapannya Noah lalu ia menganggukkan kepalanya ke Alba dan berkata, "Noah sangat pinter. Noah bener, aku ingin meminta maaf sama kamu, Ba"


Alba tertegun dan hanya bisa diam membeku di depan Alex Baron.