
Adam menarik dua koper yang berisi baju ganti dan semua keperluan dia dan Istrinya, masuk ke dalam sebuah kamar di dalam sebuah hotel yang sangat besar, mewah dan elegan.
Adam meletakkan koper di depan pintu kamar.mereka lalu menoleh dan memeluk Alba dari belakang yang tengah berdiri di balkon kamar sambil menikmati indahnya pantai.
"Kenapa pantai ini sepi, Mas?" tanya Alba.
"Aku memakai sedikit warisannya Mama untuk membooking semua fasilitas di hotel ini selama satu bulan jadi, pantai ini ditutup untuk umum selama satu bulan karena aku pikir kita memilik waktu kebersamaan kita selama sebulan, tapi ternyata cuma dua Minggu saja" sahut Ares sambil memberikan mengusapkan bibirnya di lehernya Alba.
Alba langsung berbalik badan untuk memandang wajah Adam dan ia langsung menyemburkan protes, "Kenapa kamu boros sekali sih, Dam?"
Adam mengecup keningnya Alba, lalu mengecup bibirnya Alba dan berucap, "Aku ingin berdua saja denganmu di sini. Sebenarnya aku ingin ajak kamu ke pulau pribadinya Papaku, tapi aku nggak begitu suka. Di sana jauh dari keramaian dan sangat sepi. Aku takut aja kalau terjadi apa-apa, kita akan kewalahan"
Alba hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
Adam lalu membelai pipinya Alba sambil berucap, "Mandi dan bersiaplah! Aku akan menemui pemilik hotel ini untuk memberitahukan ke dia kalau kita hanya akan berada di sini selama dua Minggu" Adam lalu mencium singkat pipinya Alba dan berputar badan meninggalkan Alba.
"Wah! Istri kamu manis juga ya. Kamu pandai memilih Istri" Sahut temannya Adam yang bernama Hernowo. Hernowo pemilik hotel di sekitar pantai dan demi Adam, Hernowo rela kehilangan beberapa rupiah untuk menutup area pantai selama sebulan karena Hernowo memiliki hutang budi yang sangat besar pada Alex Baron.
Adam sebenarnya tidak begitu menyukai Hernowo karena, Papanya lebih sering menghabiskan waktunya bersama Hernowo untuk membahas mengenai bisnis, tapi demi Alba, Adam bersedia beramah tamah dengan Hernowo kembali.
"Istriku tidak hanya manis di parasnya saja, tapi juga manis hatinya. Aku akan kenalkan kau padanya, setelah ini" Sahut Adam.
"Oke! Aku udah tutup area pantai di sekitar hotel ini dan itu nggak gampang. Mengurus ijinnya pun sangat sulit, kau harus mentraktirku makan malam, nanti"
Adam tersenyum, "Baiklah! Ajak anak dan Istri kamu! Aku akan traktir kalian makan malam, nanti"
"Siap dong" Sahut Hernowo.
""Terima kasih banyak. Aku akan ganti baju dulu dan kita bertemu di sini lagi, nanti pas jam makan malam, oke?" Adam tersenyum ke Hernowo.
"Oke! Tapi, makan malamnya jangan di sini dong! Ini kan hotelku sendiri masak aku makan malam di hotelku sendiri"
Adam menghela napas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lalu ia berucap, "Oke! Katakan saja alamat restoran yang kau pilih! Aku akan ke sana nanti"
"Wah! Oke deal" Hernowo tersenyum lebar ke Adam.
Adam membuka kamar hotel yang ia pesan dengan kucing chipnya, lalu ia memanggil Alba sembari menempatkan kunci chip di kotak yang ada di sebelah pintu masuk "Baba? Sayangku? Kamu di mana?" Adam mulai panik saat ia tidak menemukan Alba di ruang ruang penerimaan tamu, di dalam kamar, dan di balkon.
Adam bahkan membuka semua pintu lemari dan Alba tidak ada di dalamnya. "Baba! Jangan bercanda dong Sayang, kamu di mana?" Adam berteriak sembari membuka pintu kamar mandi dan Adam langsung memekik kaget yang bercampur lega, "Astaga! Alba! Kok kamu tidur di dalam bathtub?" Adam lalu membuang air di bathtub, memakaikan jubah mandi ke tubuh polos istrinya, lalu membopong Alba dan membaringkan Alba dengan hati-hati di atas ranjang.
Adam merapikan rambutnya Alba dia mengecup keningnya Alba sambil terkekeh geli. Dan di saat ia menegakkan badannya, Adam bergumam, "Kamu imut banget sih, Ba. Tidurlah yang nyenyak karena, nanti malam aku akan menyuruh kamu untuk bekerja lembur menikmati bulan madu kita" Adam lalu berbalik badan menuju kamar mandi.
Alba terbangun mendengar suara di kamar mandi, dia langsung bangun dan bangkit, lalu berlari untuk mengetuk pintu kamar mandi, "Dam?! Kamu di kamar mandi?!"
"Iya! Masuk aja!" teriak Adam dari dalam kamar mandi.
"Nggak! Kalau aku masuk, nggak kelar-kelar kami mandinya" teriak Alba dan Adam langsung menggemakan tawanya.
Adam keluar dari kamar mandi dan mendapati Alba telah siap dengan sweater berwarna putih susu, berkerah panjang menutupi leher cantiknya Alba, yang dipadukan dengan rok jins panjang.
"Mau jalan-jalan dong" Sahut Alba.
"Dengan siapa?" Adam masih menggoda Alba sembari memakai celana pantai berwarna biru dengan panjang selutut dan bermotif bulat-bulat kecil.
"Dengan suami tampan aku, dong" sahut Alba.
Adam melompat untuk duduk di atas sofa dan langsung merebahkan kepalanya di atas pangkuannya Alba, "Siapa nama suami tampan kamu, Nyonya manis?"
Alba menundukkan wajahnya untuk memandangi wajah tampan suaminya yang ada di atas pangkuannya, lalu ia menjawab, "Suamiku? Emm, siapa ya namanya? Kenapa aku tiba-tiba lupa, ya?"
"Suami kamu ada di depan kamu kok lupa?" Adam mulai mengerucutkan bibirnya.
Alba mengamati wajahnya Adam, lalu berucap, "Suamiku lebih tampan dari yang ini dan.......au! jangan digelitikin, Dam! Geli! Hahahahaha, au! Dam, ampun, ampun! Jangan digelitikin lagi!"
Adam tertawa dan mengentikan gelitikannya, lalu ia memagut bibir Alba dan mereka berciuman cukup lama di atas sofa sampai bel pintu kamar mereka berbunyi sebanyak tiga kali.
Adam menarik bibirnya dari bibirnya Alba dengan malas sambil berucap, "Siapa sih? Ganggu aja!" Adam lalu bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya untuk melihat siapa orang yang telah berani mengganggu kemesraan dia dan istrinya. Alba langsung merapikan rambutnya sambil bangkit berdiri di depan pintu masuk untuk melihat siapa tamu mereka.
"Anda Tuan Adam Baron?" tanya seorang laki-laki yang tampak asing bagi Adam maupun Alba.
"Iya dan Anda siapa?"
"Saya diutus oleh Pak Hernowo untuk mengantarkan Anda dan Istri Anda berkeliling di kota ini karena kata beliau, Anda jarang ke sini dan tidak hapal jalan"
"Oh! Okelah! Ba, siap jalan-jalan sekarang?" Adam menoleh ke belakang dan Alba langsung berlari kecil menghampiri Adam dan dengan senyumannya ia berucap, "Siap dong suamiku"
Laki-laki asing yang berdiri di depan pintu kamarnya Adam, menatap Alba dengan kagum dan Adam langsung menghardiknya, "Jangan lama-lama memandang Istriku!"
"Ah! Maafkan saya Tuan. Mata laki-laki emang sulit untuk diatur kalau melihat cewek manis seperti Istri Anda ini, Tuan"
"Eh! Malah ngelunjak kamu, ya?! Malah berani memuji Istriku? Sini kunci mobilnya!"
Alba langsung mengelus dadanya Adam dan berucap, "Sabar, Dam!"
Laki-laki itu menyerahkan kunci mobil yang ia genggam dengan kerutan di keningnya.
"Aku akan berkeliling kota ini dengan Istriku tanpa kamu. Aku nggak mau Istriku nanti kamu lirik terus, cih! Bilang sama Bos kamu, aku pergi sendiri!"
Adam lalu menutup pintu kamarnya, memasukkan kunci chip ke dalam saku kos santainya yang bermerk, lalu memeluk pinggangnya Alba dan melangkah pergi meninggalkan laki-laki asing yang diutus oleh Hernowo untuk mengantarnya berkeliling kota.
Adam berjalan sambil memeluk pinggangnya Alba dan terus mengomel, "Itulah kenapa aku booking semua hotel dan pantai ini. Aku nggak mau mata laki-laki hidung belang mengagumi manisnya wajah kamu"
"Dam! Nggak usah lebay lagi deh. Aku nggak semanis selebritis, nggak semua pria bakalan menatap aku. Lagian apa salahnya menatap sih, mereka kan punya mata"
"Cih! Enak aja! Mereka boleh menatap cewek lain sesuka mereka, tapi jangan Istriku!"
"Iya. Oke, baiklah!" Alba menghela napas panjangnya.