I Love You, Adam

I Love You, Adam
Pernikahan Satya dan Christal



Adam lalu menarik tubuh Alba ke dalam pelukannya dan berbisik di telinganya Alba, "Kamu sudah memiliki satu anak, tapi masih memiliki tubuh seramping ini. Aku sungguh beruntung bisa memiliki kamu, Ba" Lalu Adam menyusupkan tangannya ke balik bajunya Alba untuk mengelus punggungnya Alba sembari berkata, "Kulit kamu halus dan kamu memiliki lekuk tubuh yang indah dan seksi, tapi keibuan. Kau sangat menggoda sebagai seorang kekasih, Ba. Dan aku bangga menjadi kekasih kamu"


Alba menengadahkan wajahnya lalu menyentuhkan hidungnya ke hidung Adam dan berkata dengan kedua mata terpejam dan napas pendek karena dirinya sudah mulai didekap oleh gairah, "Aku juga beruntung dan bangga menjadi kekasih kamu"


Adam lalu mengangkat pelan dagunya Alba untuk memberikan ciuman yang manis pada Alba dengan mengunci kedua bibir mereka begitu erat Di saat lidahnya melesak masuk di antara kedua bibirnya Alba, ia membenamkan lidahnya dalam-dalam dan lidah itu menari gesit sementara jari jemarinya terus mengelus, ibu jarinya mengusap untuk menggoda dan telapak tangannya mengusap penuh damba


Detik berikutnya, Adam menyentuhkan wajahnya di leher Alba dan berbisik di sana, "Kau Istriku, Alba Anindya. Kau dengar itu? Istriku" Lalu Adam memberikan beberapa tanda kepemilikannya di sana yang mampu membuat Alba mendesis manja tak berdaya.


Semua rasa yang kedua sejoli rasakan di malam itu seolah baru dan belum pernah mereka rasakan sebelumnya karena, begitu besarnya kerinduan mereka akan satu dengan yang lainnya.


Adam akhirnya melesak masuk karena sudah tidak bisa menguasai pertahanan dirinya lagi kala pesonanya Alba terus merongrongnya. Adam bergerak sambil bertanya, "Kau suka yang bagaimana? liar, lembut atau?"


"Ya" Alba hanya mampu berkata ya.


"Seperti ini?" Adam bertanya sambil terus bergerak.


"Ya! Iya, Mas! Iya" Pekik Alba


Penyatuan raga Adam dan Alba di malam hari itu, sangatlah harmonis, penuh kemesraan, berbalut gairah yang berdesir indah, bahkan penyatuan itu, berhasil membuat Bulan dan Bintang tersenyum cemburu.


Di pagi hari, Adam bangun dengan penuh keceriaan. Adam bangun lebih awal daripada Alba dan langsung masuk ke kamarnya Noah untuk mengecek keadaannya Noah. Adam terkejut saat pintu terbuka, dia melihat Noah sudah rapi dan wangi, "Ini baru jam lima pagi, kamu udah bangun bahkan udah mandi dan rapi?"


Noah melompat ke gendongan papanya, mencium pipi papanya, lalu berucap, "Noah nggak bisa tidur dengan nyenyak semalam, karena takut tidur sendirian tanpa Mama. Tapi, mau mengetuk kamarnya Papa, Noah malu"


Adam mengulum bibir menahan geli, "Kenapa malu?"


"Noah kan laki-laki. Kata Papa, laki-laki harus berani dan nggak boleh takut"


Adam mencium pipinya Noah dan berkata, "Anak Papa memnag hebat. Bisa melalui waktu semalam dengan berani. Papa bangga sama kamu"


"Noah akan lebih berani lagi nanti malam" Sahut Noah.


"Sip!" Adam mengacungkan ibu jari tangan kanannya ke Noah, lalu menurunkan Noah ke lantai setelah mencium kedua pipinya Noah dan berkata, "Papa mau mandi dulu"


"Kalau gitu, Noah ke kemar Papa, ya?"


Adam langsung panik mengingat Alba belum memakai baju dan masih tidur nyenyak di balik selimut dengan tubuh polos. Adam lalu menggendong Noah, masuk ke dalam kamarnya Noah dan berkata, "Mama masih tidur dan emm, itu, anu......."


"Mama kenapa Pa? Mama sakit?" Noah langsung panik


"Nggak. Mama nggak sakit. Mama cuma sedang mandi dan............."


"Mama di sini" Alba berdiri di depan pintu kamarnya Noah dengan senyum bahagia.


Adam langsung menurunkan Noah ke lantai dan Noah langsung berlari ke Alba, lalu melompat ke dalam pelukan hangat mamanya.


Alba tertawa renyah dan berkata, "Selamat pagi, tampan" Alba lalu mencium pipinya Noah.


Adam langsung berlari mendekat dan menyodorkan pipinya ke Alba, "Aku juga mau di kasih ucapan selamat pagi kayak Noah"


Alba terkekeh geli melihat tingkah kekanak-kanakannya Adam, lalu ia berucap, "Selamat pagi, tampan" Dan mendaratkan ciuman di pipinya Adam.


Adam mencium keningnya Alba lalu mencium pipinya Alba dan berkata sambil berlari kecil menuju ke kamarnya, "Aku mandi dulu"


"Sudah, Ma" Sahut Noah.


"Mulai sekarang kita akan tinggal di sini dan Noah akan sekolah di sini. Noah suka?" tanya Alba sambil mengelus kepala mungilnya Noah dengan senyum penuh kasih sayang.


"Suka. Noah suka di sini karena, ada Mama, Papa, kelinci, anak anjing, dan burung beo, tapi nggak ada Oma Heni dan Om Satya. Noah akan kangen banget sama mereka, Ma. Sekarang pun, Noah udah kangen banget"


Noah memasang muka sedikit masam saat ia mengucapkan kata kangen


Alba mengusap pipinya Noah dengan telapak tangannya sambil berucap, "Oma Heni ada di sini. Kemarin, Oma Heni mengirim pesan text ke Mama"


"Benarkah? Apa Mama tahu tempat tinggalnya Om Satya?" tanya Noah dengan penuh semangat.


Alba tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu, nanti kalau ada waktu, kita ke rumahnya Om Satya, ya, Ma" Noah menatap mamanya degan pijar penuh harap di kedua bola mata birunya.


Alba memeluk Noah dengan senyum lebar, lalu berkata, "Oke, jagoanku"


Bella mendengar kabar kalau papanya masuk penjara, semua harta ilegal papanya disita oleh negara dan mamanya berada di ICU dalam keadaan koma. Bella menjadi frustasi dan memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dalam sel VVIP-nya.


Kabar kematian putrinya yang gantung diri di sel penjara, yang Dragon dengar secara langsung dari mulutnya Satya, membuat Dragon tidak memiliki semangat untuk melarikan diri lagi. Dragon memilih pasrah menjalani hukumannya dan di detik itu pula, pertobatan menyapa atmanya.


Satya menatap Dragon dengan rasa haru dan prihatin. Lalu ia menghela napas panjang dan berkata, "Selamat memasuki masa pertobatan kamu Dragon. Dan aku harap, kamu benar-benar bertobat"


Papanya Adam keluar dari dalam kamar rawat inapnya dan tersenyum ke Alba, Noah dan Adam, "Aku sudah sehat dan ingin ikut mendaftarkan cucuku ke sekolah barunya"


Noah langsung memekik girang dan langsung menggandeng tangan Opanya dengan keceriwisannya.


Adam dan Alba mengikuti langkah Noah dan Alex Baron dengan wajah bahagia penuh dengan rasa syukur.


Di dalam perjalanan menuju ke sekolahannya Noah, Alba menerima telepon dari Satya yang mengatakan bahwa Satya berhasil membersihkan kembali nama baik mama dan papanya Alba berkat pengakuan dari Dragon Fastro dan wanita suruhannya Dragon yang sudah memfitnah mamanya Alba dan yang bersedia dipenjara demi Dragon.


Alba, Adam, dan Alex Baron tersenyum lega dan bersyukur mendengar kabar baik itu dari Satya.


Satu tahun kemudian.............


Satya berdiri di depan altar Gereja bersama dengan Christal Wisanggeni. Insting Heni benar, Christal adalah tulang rusuknya Satya dan dipertemukan kembali oleh karena kasih Tuhan dan akhirnya dipersatukan di dalam ikatan pernikahan oleh karena kuasa dari Tuhan.


Noah yang saat itu sudah berumur enam tahun, diberi tugas membawakan kotak yang berisi cincin pernikahannya Satya dan Christal.


Dan Alba telah mengandung anak kedua. Usia kehamilannya baru memasuki bulan ketujuh. Adam terus mengucap syukur, dia akhirnya bisa merasakan keunikan dari ngidam. Walaupun ngidamnya Alba terkadang aneh dan tidak masuk akal, tapi Adam selalu berhasil memenuhinya dengan sukses.


Saat pemberkatan pernikahannya Satu dan Christal selesai dilaksanakan, semua tamu undangan bisa menikmati hidangan resepsi yang tersaji sangat mewah, di aula terbesar hotel miliknya Adam.


Noah tersentak kaget saat lengannya tiba-tiba ditarik oleh seseorang, Noah menoleh dan langsung bertanya, "Kamu siapa?"


Anak gadis seumuran Noah tersenyum lebar dan berkata dengan keluguannya, "Aku menyukaimu dan kelak aku ingin menikah denganmu"


Noah langsung ternganga.....................