
Setelah mereka selfie dan membuat video bersama. "Kalau begitu, kalian bisa pura pura membawa barang terlarang ini, dan antarkan ke lokasi ini saja. Kalian paham kan." Ucap Young Soon memberikan alamat rumah pak Barnes yang dulu.
"Untung saja dulu aku sudah mengambil kunci cadangan rumah pak Barnes, saat dia sudah mati di tempat. Pintarnya memang Young Soon." Ucap batinnya tersenyum tipis.
"Kalau begitu, mari aku tunjukkan lokasinya. Biasanya kan bos Vinson mengawasi kalian untuk mengantarkan barang barang ini ke kapal kan, tapi karena dia tidak ada. Aku bisa melakukan apapun dengan semauku." Ucap Young Soon dengan bahagia.
"Baik kak, kalau begitu, mending kita langsung antar ke lokasi yang kakak inginkan. Asalkan nantinya kami mendapatkan uang yang kakak janjikan." Ucap remaja remaja kembali.
"Aman. Oh ya Devian, kamu jaga jaga disini saja ya. Biar aku yang mengantarkan mereka." Ucap Young Soon, mengelus rambut Devian.
"Siap bos." Langsung menundukkan badannya.
"Mari." Keluar bersama remaja remaja tersebut, sambil membawa obat terlarang.
Di luar ruang penyimpanan obat terlarang. "Kalian mau kemana?." Tanya pengawal yang baru datang.
"Ini bro, aku mau mengantarkan mereka untuk menjual barang terlarang ini melalui kapal besar. Jadi tidak perlu takut, karena aku tidak lemah." Jawab Young Soon sambil tersenyum drama.
"Baiklah, kalau begitu, cepat antarkan mereka menuju kapal penjualan obat terlarang." Ucap pengawal tersebut, kembali berjaga dengan ketat.
Oh ya, boleh sekalian pinjam mobilmu. Tadi aku tidak membawa mobilku, jadi pinjam sebentar saja." Meminta kunci mobil kepada pengawal tersebut.
"Nih." Langsung memberikan kunci mobil milik pengawal tadi.
"Terima kasih. Kalau begitu, cepat masukkan obat obatan itu kedalam mobil. Biar kita langsung bergegas kesana." Perintah Young Soon, dan semua langsung memasukkan obat terlarang tersebut, kedalam mobil.
Dan Young Soon langsung menggas motornya, menuju lokasi yang sudah ia tempatkan.
Sesampai lokasi tersebut, walau harus menjalankan perjalanan beberapa jam. Akhirnya sampai juga.
"Kita sudah sampai, dan cepat keluarkan obat terlarang itu, lalu masukkan kedalam." Perintah Young Soon kembali.
"Baik bos." Menurut dan langsung mengambil obat terlarang yang ada dibagasi mobil, lalu memasukkannya ke dalam rumah almarhum pak Barnes.
Di dalam rumah. "Mari angkat sebentar, dan ikuti aku." Ucap Young Soon, langsung berjalan menuju lemari pakaian almarhum pak Barnes.
Sesampai di lemari pakaian tersebut. "Dimana sih bos tempatnya. Kenapa gak ketemu ketemu dari tadi?." Tanya remaja yang mulai kelelahan.
"Ini kita sudah sampai kok. Sabarlah, dan akan aku buka dulu kunci lemarinya." Jawabnya langsung membuka lemari pakaian tersebut, dengan kunci yang sudah ia miliki.
Pintu lemari itupun, langsung terbuka secara otomatis. "Wah, ternyata benar benar ada ruang bawah tanah." Kaget remaja remaja tersebut, karena melihat dari bawah, ruang bawah tanah tersebut.
Young Soon dan remaja remaja itupun, langsung turun ke bawah ruang bawah tanah. Sesampainya. "Letakkan obatan itu disana. Dan jangan sampai ada yang ketinggalan." Perintah Young Soon kembali.
"Baik bos." Langsung meletakkan barang terlarang tersebut, didekat ranjang operasi.
"Ambil sisanya yang ada di mobil, dan jangan sampai ada yang ketinggalan. Kalian paham kan." Ucap kembali Young Soon, langsung duduk di kursi yang tersedia, sambil menyilangkan kakinya.
"Setelah ini mau diapakan bos?." Tanya ketua remaja tersebut