Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 16: Perusahaan Golden



"Dia seorang koruptor yang bekerja di perusahaan terbesar di kota ini. Tapi belum ada yang tahu kalau dia seorang koruptor. Bisakah kau mencoba menemuinya dan mencari tahu. Dia juga seorang penjual barang terlarang di kota ini. Dan belum ada yang mengetahui tentang kejahatannya."


"Namanya pak Dixon. Kau harus menyamar menjadi karyawan di perusahaannya setelah kamu mendapatkan informasi tentang pak Dixon. Kau langsung keluar dari perusahaan itu dan langsung telepon saya. Habisi pria itu dengan kekuatanmu."


"Karena dia sudah banyak menjual obat terlarang di kota ini dan seluruh anak muda di kota ini sudah banyak yang kecanduan dengan obat terlarang yang dijualnya dengan sembarangan."


"kau mengerti nona Young Soon." Ucap Zax menjelaskan dengan rinci.


"sungguh pekerjaan yang berbahaya ya. Tapi serahkan saja semua ini kepadaku. Aku bisa membereskannya." Jawab Young Soon sambil melipat tangannya.


"Kapan aku akan melakukan misi ini?." Tanya Young Soon.


"mulai besok kau bisa memulai misi ini, terserah mu saja, asalkan kau bisa menyelesaikan misi ini dengan baik dan lancar." Ucap Zax menaikkan alisnya.


"okey, di perusahaan mana dia bekerja?." Tanyanya.


"dia bekerja di Perusahaan Golden, dan ini lamaran kerja yang sudah ku siapkan untukmu." Memberikan kertas lamaran kerja tersebut kepadanya.


"Terima kasih banyak, aku bawa ini dan sampai jumpa besok hari.


"semoga kau betah di pekerjaan ini." Ucap Zax.


"Okey."


Young Soon pun langsung meninggalkan tempat tersebut dengan mengendarai motornya dan menuju rumah. Sesampai rumah, Young Soon langsung masuk ke dalam dan membawa helmnya.


Didalam. Ibu tirinya sudah duduk di ruang tamu bersama dengan kakak tirinya yaitu Min Hwa.


"dari mana kau?." Tanya ibu tirinya.


"Aku habis lagi nyari kerjaan, dan itu bukan urusanmu bu." Jawab Young Soon langsung naik ke atas dan menuju kamarnya.


Young Soon pun langsung masuk ke kamarnya dan dibawah. "Dasar anak kurang hajar, beraninya dia melawanku. Tunggu saja pembalasanku nanti." Kesal ibu tirinya.


"sudahlah bu, jangan marah-marah terus, nanti Ibu cepat tua tahu." Ucap Min Hwa menenangkan ibunya.


"habisnya ibu kesal, melihat dia yang nggak tahu diri itu." Ucap ibunya.


"sudahlah bu, bentar lagi kita kan akan kaya, karena kita akan mengkhianati dirinya. Aku sudah membuat rencana untuk merebut calon suaminya menjadi calon suamiku bu."


"Dan aku juga sudah membuat rencana yang akan sangat-sangat mempermalukan Young Soon, jadi Ibu tenang saja dan serahkan semua ini kepadaku." Ucap Min Hwa mempunyai niat jahat kepada Young Soon.


"Wah, sungguh rencana yang sangat bagus nak. Ibu akan menunggu rencanamu itu dan ibu jadi tidak sabar untuk melihat ekspresinya nanti. Dia pasti akan sangat malu dan malu, salah siapa sudah melawanku dan melawan dirimu. Yakan." Bahagia langsung ibunya.


"Tentu dong bu, makanya itu ibu jangan marah-marah terus. Nanti penyakit jantung ibu bisa kambuh loh." Ucap Min Hwa yang ikutan senang.


"Iya sayang, iya."


Disisi lain. Young Soon yang sedang duduk di meja belajarnya dan mengeluarkan berkas lamaran kerja tersebut. "Baru kali ini aku ingin mencelakai seseorang dengan bayaran yang begitu banyak. Tidak sia-sia juga kemampuan ini ada. Hah, sungguh indah rasanya terlahir kembali di dunia ini." Ucap Young Soon menghela nafasnya.


"omong-omong soal ulang tahunnya Min Hwa Aku ingin memberikan hadiah, tapi mager. Gak perlu deh. Mending aku berpenampilan bagus dan melebihinya. Tentu itu sebagian dari pembalasan ku juga.Hahahahha, aku jadi tidak sabar melihat ekspresinya nanti. Dan mungkin dia sudah menyiapkan rencana untuk mencelakai ku juga, tapi aku tidak selemah dulu sayang." Tertawa Young Soon dengan ucapannya sendiri.


"Sudahlah, aku harus menyiapkan pakaian untuk besok aku melamar kerja dan jangan sampai identitas ku diketahui oleh perusahaan itu." Ucap Young Soon langsung mencari pakaian di lemarinya.


"La, la, la, la." Nyanyi Young Soon sambil mencari pakaian yang cocok untuk ia bekerja besok.


Keesokan paginya. Dimana Young Soon sudah berpakaian kantoran dan langsung turun untuk sarapan. "Pagi ayah." Sapa Young Soon langsung duduk.


"Pagi juga sayang." Jawab ayahnya tersenyum.


"Kenapa kau memakai pakaian kantoran nak?." Tanya ibu tirinya.


"Aku mau bekerja." Jawab Young Soon fokus makan.


"Kerja dimana sayang, kenapa tidak memberitahu ayah?." Tanya ayahnya.


"Sudahlah ayah, ini kan usahaku. Yang terpenting, aku tidak akan menyusahkan ayah lagi dan aku akan membayar utang yang sudah ku pinjam kepada ayah." Jawab Young mengedipkan matanya.


"Ayah, jangan mengacak rambutku. Aku sudah berpakaian rapi tau." Ucap Young Soon ngambek.


"Wah, anak ibu memang hebat ya. Akhirnya sudah bisa bekerja dengan penghasilan sendiri." Ucap ibu tirinya mencari muka.


"Iyalah, masa mau pakai uang orang tua terus. Aku kan bukan kayak dia." Ucap Young Soon menyindir seseorang.


"Aku tidak mau menghabiskan uang dan membeli barang barang yang tidak berguna." Ucap Young Soon semakin menyindir seseorang.


"Kau sedang menyindirku ya." Ucap Min Hwa merasa dirinya yang sedang di bicarakan.


"Eh, siapa yang mengataimu. Kalau memang kakak merasa, berarti memang dirimu dong." Jawab Young Soon sambil menaikkan alisnya.


"Young Soon." Kesal Min Hwa sampai berdiri dan memukul meja.


"Min Hwa, duduk!." Tegas ayahnya.


"Ayah, dia duluan menggangguku." Ucap Min Hwa manja kepada ayahnya.


"Young Soon, jangan membuat ribut dengan kakakmu. Kau lanjutkan saja sarapan mu dan jangan berantam." Ucap ayahnya menasehati Young Soon.


"Baik ayah." Langsung nurut Young Soon dan kembali menyantap sarapannya.


Setelah sarapan. Young Soon langsung mencium pipi ayahnya dan bergegas untuk melamar kerja di Perusahaan Golden.


"Aku tidak bisa menaiki motor. Aku harus naik taxi dong, hadeh. Dan harus pakai masker lagi, pengap." Pasrah Young Soon langsung mencari taxi.


Setelah menunggu beberapa menit, taxi pun datang dan Young Soon langsung masuk kedalam taxi tersebut dan menuju perusahaan.


Sesampai Perusahaan Golden. "Terima kasih banyak pak, ini uangnya." Langsung memberikan uang tersebut dan langsung masuk ke perusahaan tersebut.


Saat Young Soon masuk, semua karyawan pria menatap ke arahnya. "Lihat itu, cantik banget dan seksi. Tapi kenapa dia memakai masker." Selera karyawan pria tersebut.


Young Soon melirik ke arah mereka, dengan tatapan tajam dan ingin membunuh. Seketika itu juga mereka ketakutan dan langsung memalingkan wajahnya.


Young Soon pun langsung masuk ke kamar bos perusahaan tersebut. "Permisi pak, saya boleh masuk?." Tanya Young Soon dari luar.


"Silahkan masuk." Jawab bos tersebut.


Young Soon pun langsung masuk kedalam dan langsung duduk di hadapan bos Perusahaan Golden. "Apa kau karyawan yang akan melamar disini?." Tanya bos terus menatapnya.


"Iya pak, ini lamaran kerja saya dan yang lainnya." Langsung memberikan berkas lamarannya.


Bos terus langsung melihat berkas lamaran kerjanya. "Namamu Jova ya." Tanya bos tersebut melihat berkas lamarannya.


"Iya pak, saya Jova." Nama samaran Young Soon, agar nama aslinya tidak di ketahui.


Young Soon yang mengenakan pakaian berbeda dan memakai kacamata, juga memakai masker, agar identitas nya tidak diketahui. Young Soon benar benar berbeda hari ini.


"Nama yang bagus, kau resmi bekerja disini, sebagai karyawan di bidang administrasi. Tapi kenapa kau memakai masker." Ucap bos tersebut.


"Terima kasih banyak pak, saya sedang pilek pak, takutnya terkena yang lainnya lagi. Jadi saya harus pakai masker deh pak. Dan apa saya bisa bekerja hari ini?." Tanya Young Soon dengan nada bicara yang lembut.


"Kau bisa bekerja hari ini dan saya akan menunjukkan dimana meja mu berada." Jawab bosnya langsung berdiri dan menunjukkan meja pribadi Young Soon dan Young Soon mengikutinya dari belakang.


Sesampai meja pribadi Young Soon. "Ini meja mu dan smoga kau betah bekerja disini." Ucap bosnya tersenyum.


"Baik pak, smoga saya beruntung di sini. Terima kasih pak." Ucap Young Soon membungkukkan badannya.


Bosnya pun langsung dan Young Soon langsung duduk dikursinya. "Malas banget gue beri salam begitu. Jijik." Merasa rendah Young Soon karena membungkukkan badannya.


Merapikan kacamatanya. "Sabar Young Soon, ini demi uang dan uang. Yes." Menghela nafasnya.


"Aku harus mulai mencari tahu tentang dia dan aku akan memasuki ruang kerjanya saat malam hari atau saat dia sedang lengah." Ucap batin Young Soon kembali fokus untuk memikirkan caranya.


Saat Young Soon sedang menyusun rencana. Ada yang menepuk pundaknya dari belakang.