
Saat Young Soon sedang mengenakan helmnya, tiba tiba saja pria tersebut kembali mengedipkan sebelah matanya.
"Pria ini benar benar membuatku jijik. Katanya dia mafia terkejam, ternyata dia genit juga. Iyyuh." Ucap batin Young Soon langsung memalingkan wajahnya, dan langsung mengenakan helmnya.
"Kalau begitu, langsung saja kita mulai dari 1, 2, dan 3." Ucap si pemegang bendera, dan balapan langsung di mulai.
Di balapan sekarang, pria tersebut yang memimpin di depan. "Ck, dia meremehkanku. Lihat saja kau nanti, akan aku keluarkan semua kekuatanku." Ucap batin Young Soon tersenyum tipis, dan langsung mengatur kekuatan lebih tinggi, ditambah dari kekuatannya.
Pria tersebut melihat ke belakang, dan tersenyum. "Kamu tidak akan bisa mengalahkan ku gadis kecil." Ucap pria tersebut langsung fokus ke depan.
Siapa sangka, Young Soon mengeluarkan kekuatannya. Dan ia berhasil melewati pria yang, dan Young Soon menatap ke pria tersebut, yang ada di sampingnya, dan mengedipkan sebelah matanya.
"Dia benar benar membuatku semakin ingin melahapnya." Ucap batin pria tersebut hanya bisa membiarkan Young Soon menang.
Dan pada akhirnya, Young Soon yang menang, dan sampai di garis finish. Young Soon pun membuka helmnya, dan tersenyum bahagia. Lalu pria tersebut baru datang, dan langsung mematikan motornya.
Ia pun ikut membuka helmnya, lalu menatap wajah Young Soon. Young Soon pun menatap wajahnya. "Bagaimana, apa kau masih meremehkan wanita sepertiku." Tanya Young Soon, sambil menaikkan alisnya.
"Hahahah, kau memang wanita yang pemberani. Aku jadi tertarik dengan dirimu." Jawab pria tersebut langsung turun dari motornya, dan Young Soon pun ikut turun dari motornya juga.
"Kalau begitu, pemenangnya adalah Jova. Kalau begitu, motor dan uang ini, resmi menjadi anda." Langsung memberikan uang cash tersebut, dan pria tersebut langsung memberikan kunci motornya.
"Terima kasih, aku terima hadiah ini. Dan omong omong, siapa nama anda?." Tanya Young Soon sambil mengambil kunci motor dari pria tersebut.
"Kamu mau tahu, apa mau tahu banget sayang?." Tanya balik pria tersebut, sambil memegang rambut Young Soon.
"Jangan pegang pegang begitu dong. Aku hanya mau bertanya saja, mana tahu kita bisa menjadi teman, karena kamu kan adalah seorang mafia kejam kan." Ucap Young Soon berbisik ditelinganya.
"Kenapa wanita ini bisa tahu, kalau aku adalah mafia terkejam di kota ini. Siapa dia sebenarnya, dan waktu itu dia sedang berkelahi dengan orang orang jahat. Siapa dia sebenarnya, aku harus cari tahu soal identitas aslinya." Ucap batin pria tersebut.
"Nama saya adalah Tyger Carl. Nama yang tampan, seperti orangnya." Ucapnya kembali mengedipkan sebelah matanya.
"Nama yang bagus, dan semoga kita bisa bertemu lagi. Sampai jumpa mafia tampan." Menggodanya, dan langsung pergi bersama Devian.
"Tolong kamu bawakan motorku ini ke rumah." Perintah Young Soon, kepada salah satu remaja tersebut.
Setelah Young Soon dan Devian pergi, dari balapan liar tersebut. "Halo, cari tahu soal wanita yang bernama Jova itu. Apa benar nama aslinya itu." Ucap Tyger Carl sambil tersenyum tipis.
Di perjalanan. "Oh ya Devian, aku pulang dulu ya. Jadi kamu bisa ke arah pulang kamu, tidak perlu mengawasiku. Aku bisa sendiri kok. Kamu pulanglah duluan. Dah." Ucap Young Soon bahagia.
"Baiklah, kau hati hatilah di jalan." Ucap Devian melambaikan tangannya, dan mereka langsung berbeda arah pulang.
"Terima kasih banyak ya bro, karena sudah mengantarkan motor saya ini. Ini tip untukmu." Ucap Young Soon memberikannya 5 juta.
"Wah, terima kasih banyak. Kalau begitu, aku pergi duluan." Bahagia dan langsung pergi dari rumah Young Soon.
Young Soon langsung memasukkan kedua motornya ke garasi, dan sudah ada mobil lamborgini nya yang terbaru. "Memang Young Soon keren deh, bisa bawa pulang 2 kendaraan sekaligus. Sudah gitu, yang mahal pula lagi ini. Tidak sia sia aku di lahirkan kembali di dunia ini." Ucap batin Young Soon sangat bahagia, dan langsung masuk ke dalam rumahnya.
Saat masuk ke dalam, ayahnya langsung menatapnya dari ruang tamu. Young Soon pun menghampiri langsung ayahnya.
"Halo ayahku sayang, kenapa ayah belum tidur?." Tanya Young Soon langsung memeluk ayahnya.
"Kamu dari mana saja, ayah sudah menunggu kamu dari tadi magrib?." Tanya balik ayahnya ngambek kepadanya.
"Ayah jangan ngambek gitu dong ayahku sayang. Tadi Young Soon ada kesibukan di luar, jadinya telat pulang deh. Maaf ya." Jawab Young Soon langsung memasang wajah imut.
"Dan kamu dapat mobil dari mana, tadi ada yang ngirim mobil kemari. Itu punya kamu, dan dapat dari mana itu?." Tanya kembali ayahnya.
"Heheheh, soal itu aku dapatkan dari hasil kerja aku dong ayah. Tapi aku tidak bisa memberitahukan soal pekerjaanku ini ayah. Yang terpenting, aku tidak akan menyusahkan ayah lagi. Gapapa kan ayah." Jawab Young Soon kembali memeluk ayahnya dengan hangat.
"Ayah tidak apa apa dengan pekerjaan mu yang sekarang. Asalkan kamu baik baik saja, dan tidak terjadi apa apa dengan kamu. Mending sekarang kamu masuk ke kamar sekarang, atau mau makan dulu." Ucap ayahnya mengecup kening Young Soon.
"Baik ayah. Oh ya ayah, omong omong, dimana Min Hwa dan Min Soo?." Tanya Young Soon.
"Mereka masih ada di kamarnya, dan belum keluar sejak ajak mengurung mereka itu. Tapi kemungkinan besok, ayah akan membahas soal pernikahan Bae dan Min Hwa. Apa kamu baik baik saja sayang, kalau soal ini." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Wah, apa aku bisa menjenguk mereka dulu ayah?." Tanya kembali Young Soon.
"Boleh saja, kalau begitu ayah mau tidur duluan ya sayang. Dan kamu cepat tidur." Jawab ayahnya langsung masuk ke kamarnya.
"Besok adalah hari dimana Min Hwa dan Bae akan melakukan pernikahan, dan aku tidak akan diam melihat mereka bahagia. Akan aku buat Bae jadi membenci Min Hwa, dan rumah tangga mereka menjadi hancur. Hahahah, aku sangat bahagia." Ucap batin Young Soon, menuju kamar Min Hwa dan Min Soo yang berada di dalam satu kamar.
Sesampainya, Young Soon pun langsung mengetuk pintu tersebut. Dan pintu langsung terbuka.
Sontak Young Soon melihat ke arahnya, dan yang membukakannya adalah Min Hwa dan Min Soo di belakangnya.
"Halo kakak dan ibuku tersayang. Bagaimana kabar kalian di kamar?." Tanya Young Soon sambil melipat kedua tangannya, dan menaikkan alisnya.
"Kenapa kamu ada di sini, apa kamu mau mengejek kami, karena kami di kurung oleh ayahmu?." Tanya balik Min Hwa sambil memasang wajah jijik.
"Aku di sini, hanya mau menyampaikan. Kalau