Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 11: Orang Suruhan



Tiba tiba mobil tersebut menurunkan kaca jendelanya dan terlihat seorang pria yang berjumlah 5 orang mengejek Young Soon.


"Hai gadis cantik, apa kau punya waktu malam ini. Kami akan membayar mu." Goda pria tersebut.


"Ck, dasar pria bodoh." Ucapnya.


"Apa yang kau katakan, beraninya kau mengatakan kami pria bodoh. Kau lihat ya." Mulai kesal semuanya.


Young Soon langsung memberikan jari tengah kepada mereka. "Dasar pria bencong, beraninya dengan wanita." Langsung menggas motornya dengan kecepatan tinggi dan meninggalkan mereka jauh.


"Dasar gadis sok berani, mari kita kejar dia." Langsung menginjak gas mobil dengan kecepatan tinggi juga.


Young Soon melihat kebelakang dan mobil tersebut mengejarnya. "Dasar, seperti tidak ada pekerjaan lain saja. Dasar pengangguran." Ucapnya kembali fokus mengendari motornya dengan kecepatan tinggi.


"Kita tidak bisa mengejarnya, dia terlalu cepat dengan motornya." Ucap teman pria tersebut.


"Kejar terus, kejar sampai dapat." Ucapnya.


"Baiklah."


Young Soon pun berhasil menjauh dari mobil pria pria gila itu dan Young Soon sudah sampai dirumah. "Fyuh, sampai juga. Untung saja pria itu tidak bisa mengejar ku." Ucapnya langsung membuka helmnya.


Disisi lain. "Jejak wanita itu sudah tidak ada, dia sudah menghilang dengan cepat. Bagaimana kita memberitahukannya kepada bu Min Soo?." Tanya teman pria yang ada dimobil.


"Entahlah, kita harus menerima resikonya." Langsung menghubungi bu Min Soo.


Ternyata semua ini adalah ulah bu Min Soo. Dia yang memerintahkan orang untuk menyakiti Young Soon.


"Ada apa, apa kalian berhasil menyakitinya?." Tanya bu Min Soo.


"Tidak bu bos, dia terlalu cepat mengendarai mobilnya. Jadi kami tidak bisa mengejarnya. Maafkan kami bu bos." Jawab suruhannya.


"Bagaimana sih kalian ini, sangat tidak becus untuk mengerjakan pekerjaan kalian. Sudahlah, aku sudah tidak mood dengan kalian. Aku tidak akan membayarnya." Ucap bu Min Soo langsung mematikan ponselnya dan kesal.


"Hem, siapa yang ibu telpon itu, dan kenapa membahas pekerjaan dan tidak becus. Apa maksud ya itu?." Tanya yang tidak lain lagi ialah Young Soon yang sudah masuk dan berdiri dibelakangnya.


Membalikkan badannya. "Eh, nak Young Soon. Kau sudah pulang, itu bukan apa apa kok sayang." Mulai gugup ibu tirinya.


"Seperti ada yang mencurigakan dari dia, apa dia mencoba menyakitiku dan menyuruh pria pria tadi. Apa pria tadi itu ada sangkutannya dengan ibu tiriku." Ucap batinnya menatapnya dengan sinis.


"Jangan menatap ibu dengan tatapan itu dan cepat masuk ke kamar dan kita akan makan bersama." Tersenyum untuk menenangkan suasana hati Young Soon yang curiga dengannya.


"Baiklah." Langsung naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya.


Setelah Young Soon masuk ke kamarnya. "Astaga, hampir saja rencanaku diketahui olehnya. Kalau dia tahu, bisa gawat aku." Ucap batin bu Min Soo sambil menggigiti kukunya.


Di kamar Young Soon. "Lelahnya, habis jalan jalan bersama Eun Ju. Tapi aku bahagia, aku harus mengabari Eun Ju, kalau aku sudah ada dirumah." Langsung mengambil ponselnya.


"Halo, ada apa Young Soon?." Tanya Eun Ju.


"Aku cuma mau mengabarimu, kalau aku sudah pulang." Jawabnya.


"Syukurlah kau baik baik saja sayang." Jawabnya bahagia.


"Kalau begitu aku tutup telponnya dulu ya, sampai jumpa besok." Ucapnya langsung mematikan ponselnya.


Setelah mematikan ponselnya. "Aku mau mandi dulu deh, udah bau keringat semua. Sekalian mau makan malam juga." Langsung masuk ke kamarnya.


Selesai mandi dan sudah berpakaian tidur. Young Soon langsung turun kebawah dan menuju meja makan. "Kau sudah datang nak." Ucap ayahnya yang sudah ada dimeja makan.


"Sudah ayah, apa ayah sudah menunggu lama disini." Tanya Young Soon langsung duduk disampingnya.


"Ayah baru juga datang, ibumu yang sudah daritadi disini." Jawabnya.


Langsung melirik ibu tirinya. "Cari perhatian." Ucap batinnya langsung buang muka.


Young Soon mencari seseorang yaitu kakak tirinya. "Dimana kak Min Hwa?." Tanya Young Soon.


"Dia masih ada di kamar, tadi ibu panggilkan, katanya mau keluar sebentar lagi. Coba pergi panggilkan." Jawab ibu tirinya.


"Baiklah." Langsung naik ke lantai atas lagi dan menuju kamar Min Hwa.


Sesampai kamarnya. "Eh, seperti ada suara pria. Siapa ya. Apa itu suara dari telepon." Menguping diluar pintu.


Di dalam. "Aku sayang padamu cintaku." Ucap yang tidak lain lagi ialah Bae.


"Aku yang paling sayang padamu Bae ku sayang." Ucap Min Hwa.


"Aku juga tidak mau sebenarnya. Tapi mau bagaimana lagi. Tapi sayang pernah bilang, kalau kamu punya rencana untuk menjatuhkan Young Soon." Jawab Bae.


"Tentu saja aku punya rencana itu, aku akan melakukannya saat sudah mau menjelang pernikahan kalian dan aku akan memberikan kejutan itu kepadanya. Dan seluruh keluarga akan membencinya dan dia akan malu, juga kau akan menjadi milikku honey." Jawab jelas Min Hwa.


"Kau sangat cerdik sayang, itu sebabnya aku lebih menyukai daripada Young Soon itu. Aku sangat menyukai tubuhmu itu." Selera Bae kembali.


"Sabarlah, sebentar lagi aku akan menjadi milikmu selamanya." Ucap Min Hwa.


Di luar kamarnya. Young Soon masih terus menguping pembicaraan mereka. "Ck, dasar dua pasangan kotor, dia kira aku Young Soon yang dulu. Aku bukan Young Soon yang kalian kenal pendiam dan bodoh itu, sekarang aku adalah Young Soon yang datang dari masa depan, untuk membalaskan dendam ku dari masa lalu." Ucap batinnya tersenyum sinis.


Young Soon pun langsung mengetuk pintu. "Tok tok tok, kak, mari makan malam. Semua sudah ada di bawah. Aku duluan." Panggil Young Soon dari luar.


Terkejut. "Eh, iya iya. Sebentar." Jawab Min Hwa kaget.


"Sayang, udah dulu ya. Young Soon memanggilku untuk makan malam. Kita sambung nanti lagi." Bisiknya.


"Baiklah sayang, aku akan merindukanmu." Ucapnya.


"Aku juga akan merindukanmu, dah sayang. Umach." Langsung mematikan ponselnya.


Young Soon sudah turun dan kembali ke meja makan. "Kakak sudah mau turun, dia sedang sibuk menghubungi seseorang." Ucap Young Soon kembali duduk disamping ayahnya.


"Baiklah." Ucap ibu tirinya.


Min Hwa pun langsung turun dari kamarnya. "Maaf membuat kalian menunggu lama. Tadi ada urusan dengan teman." Ucapnya langsung duduk disamping ibunya.


"Tidak apa apa sayang, ibu tahu kau sangat sibuk dengan temanmu itu." Jawab ibunya langsung memberikan piring kepada Min Hwa.


Menatap Young Soon. "Tumben banget kamu manggil aku sampai ke kamar?." Tanya Min Hwa.


"Ibumu yang menyuruhku, kalau tidak, aku juga tidak akan mau ke kamarmu itu." Jawabnya sambil makan dan tidak mau menatapnya.


"Kau." Kesal Min Hwa.


"Sudahlah Min Hwa, jangan marah dan lanjutkan makananmu mu." Ucap ibunya menatap Min Hwa.


"Baiklah bu."


"Kenapa anak ini sudah berani melawanku ya, padahal dulu dia orang sangat takut dan tidak berani melawan ku. Kenapa dia sangat berubah ya sejak beberapa hari yang lalu." Ucap batin Min Soo bingung.


"Ayah, bagaimana perkembangan pekerjaan ayah?." Tanya Young Soon menatap ayahnya.


"Baik sayang, semua berkat dirimu. Anak ayah memang yang paling baik." Jawab ayahnya mengelus rambut Young Soon.


"Tentu dong." Ucap Young Soon ikut tersenyum.


"Min Hwa." Panggil ayahnya menatap wajah Min Hwa.


"Iya ayah, ada apa ayah?." Tanyanya tersenyum.


"Apa kau sudah memakai kartu ayah?." Tanya ayahnya.


"Belum ayah, aku akan memakainya nanti." Jawabnya tersenyum.


"Pakailah sebaik mungkin." Ucap ayahnya.


"Iya ayah, aku tidak akan pemborosan seperti dia. Aku akan menggunakannya untuk membeli gaun ulang tahun dan membeli persiapan ulang tahun." Ucap Min Hwa memanasi Young Soon.


Young Soon tidak tersinggung sedikitpun dan fokus makan. "Kenapa anak itu tidak tersinggung sedikitpun ya, aneh." Ucap batin Min Hwa meliriknya.


"Apa kau mau ikut dengan kakak, untuk membeli gaun ulang tahunku?." Tanya Min Hwa menatapnya.


"Baiklah, aku juga bosan banget di rumah." Jawab Young Soon.


"Baguslah, kalau begitu kau bersiap siap dulu dan kita akan pergi bersama." Ucap Min Hwa.


"Kau naik mobil saja dan aku mau menaiki motorku saja. Aku tidak ingin merepotkan orang." Ucap ringan Young Soon.


"Baiklah adikku." Jawabnya.


Young Soon langsung naik ke atas untuk mandi dan bersiap siap.


"Aku akan membuatmu iri dengan gaun yang akan ku kenakan nanti." Ucap batin Min Hwa mengepalkan tangannya.