Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 45: Cctv



"Kenapa dia bisa melakukan hal yang seram begitu ya?."Tanya Min Hwa.


"Karena ia tidak memiliki hati nurani sayang." Jawab ayahnya sambil mengunyah makanannya.


"Zaman sekarang banyak yang seperti itu, dan kita harus berjaga jaga." Ucap ayahnya.


"Apa kalian mengerti." Ucap ayahnya.


"Kami mengerti ayah." Jawab Young Soon dan Min Hwa bersamaan.


Setelah usai sarapan bersama. Young Soon yang mau keluar. Tiba tiba mendengar berita dari televisi. Sontak ia langsung berhenti dan melihat televisi sebentar.


"Di beritahukan kepada pemirsa. Ternyata, seorang pria terkaya nomor 3, adalah seorang pembunuh, dan ia sudah membunuh lebih dari 15 korban, termasuk istirnya sendiri." Ucap wartawan tersebut di televisi tersebut.


"Sekarang, polisi sedang menyelidiki si penembak pelaku tersebut, dan dikirakan ia adalah seorang pria. Sekarang, pihak polisi sedang mencari pria yang sudah membantu mereka. Berikut adalah berita di pagi hari ini." Ucap wartawan tersebut.


"Wah, sudah sampai masuk televisi ya. Sungguh mengerikan." Ucap ayahnya sambil merapikan jasnya, untuk berangkat ke Perusahaan nya.


"Itulah ayah, kenapa kita tidak boleh berfikir baik dulu kepada orang lain, sebelum kita melihat sisi belakangnya. Entah entah, dia adalah seorang pembunuh dan psikopat." Ucap Young Soon melipat tangannya.


"Benar banget yang kamu katakan sayang. Ayah akan berjaga jaga sekarang, kepada orang orang terdekat ayah. Ayah harus berhati hati di luaran sana." Ucap ayahnya tersenyum kepadanya.


"Omong omong, kamu mau kemana sayang?." Tanya ayahnya menatap wajah Young Soon.


"Aku ada urusan sebentar dengan Eun Ju ayah. Kalau begitu, saya duluan ya ayahku sayang." Ucap Young Soon langsung mengecup kening ayahnya, dan pergi ke universitas.


Young Soon pun langsung berangkat ke universitas. Sesampai universitas, ia pun langsung masuk kedalam.


Dan di dalam universitas, ia langsung mendengarkan orang orang yang membahas soal berita tersebut. "Kasihan banget ya Erika. Ternyata ayahnya, seorang pembunuh. Kalau aku jadi dia, aku akan sangat malu." Ucap wanita wanita tersebut.


Young Soon langsung masuk ke dalam kelasnya. Dan ia langsung duduk di kursi biasanya. "Halo Jova. Kau sudah lihat berita viral hari ini?." Tanya Devian langsung menatapnya.


"Ouh, yang ayah Erika seorang pembunuh itu ya. Dan ia sudah membunuh kedua orang tua mu juga kan?." Tanya balik Young Soon memastikannya.


"Iya, aku sangat marah dan sangat emosi dengan keluarga Erika. Aku mau memarahinya, dan mau membalaskan dendam kedua orang tuaku kepadanya." Jawab Devian emosi dan mengepalkan kedua tangannya.


"Sudahlah Devian. Tidak ada gunanya kau emosi kepadanya. Dan lagian, ayahnya sudah mati di tempat, dan jadinya balas dendam mu juga sudah terkabulkan. Karena sesosok pria yang membunuh ayah Erika itu." Ucap Young Soon mengelus rambutnya.


"Baiklah, tapi aku juga masih kesal dengannya. karena dia yang tidak tahu, kalau ayahnya adalah seorang pembunuh." Ucap Devian langsung menyingkirkan tangan Young Soon dari kepalanya.


"Kenapa kau menyingkirkan tangan ku ini. Apa kau kesal denganku?." Tanyanya langsung mendekat ke wajah Devian.


Devian yang menatap kedua mata Young Soon, dan ia langsung memalingkan wajahnya yang memerah itu, dan menutup kedua matanya. "Apaan nih anak. Apa dia kira aku akan menciumnya, dasar aneh." Ucap batin Young Soon menjauh dan langsung melipat kedua tangannya, dan fokus menatap ke depan.


Seketika itu juga Devian menunggu ciuman dari Young Soon. "Kenapa dia lama banget cium aku sih. Apa dia menunggu aku duluan menciumnya." Ucap batin Devian membuka matanya perlahan lahan.


Saat ia membuka matanya perlahan lahan. Ia pun langsung melihat Young Soon yang sedang menatap kedepan, dan tidak melakukan apapun kepadanya.


Seketika itu juga Devian malu dan kembali duduk tegap. "Eh, ternyata dia tidak menciumku. Dasar Devian bodoh." Memukul kepalanya sendiri dengan pipi yang memerah.


Young Soon pun kembali menatap ke arahnya. "Kau kenapa. Stress ya?." Tanya Young Soon menaikkan alisnya, dan kembali menatap ke depan.


"Mungkin saja sih dia tidak datang lagi. Karena dia akan malu kemari." Jawab Young Soon tersenyum tipis.


"Benar juga sih. Ataupun dia akan langsung keluar dari universitas ini." Ucap Devian kembali dan menatap wajah Young Soon dari samping.


Siang pun tiba. Dimana mereka semua sedang belajar bersama dosen. "Baiklah anak anak, saya mau memberitahukan sesuatu. Kalau Erika resmi keluar dari Universitas ini." Ucap dosen tersebut memberitahukannya kepada semua murid.


"Apa!." Kaget semuanya, termasuk teman teman Erika.


"Apa benar dia keluar dari universitas ini pak?." Tanya teman teman Erika.


"Benar sekali. Dan saya mendapatkan keluhan, kalau ada seorang murid disini yang dibully. Dan nama namanya adalah." Langsung menyebutkan nama nama teman Erika.


"Hah, kenapa kami pak?." Tanya mereka kaget.


"Karena ada murid dari sini, yang sudah memberitahukan masalah ini kepada saya. Dan kalian jangan banyak tanya. Mending kalian ke ruang BK sekarang.


"Devian dan Jova. Kalian harus ikut ke ruang BK sekarang." Perintah dosen tersebut kepada mereka.


"Baik pak." Jawab semuanya.


"Kalau begitu, nama yang saya panggil, mari ke ruang BK sekarang." Ucap pak dosen tersebut.


Young Soon dan Devian pun langsung berjalan bersama. "Hei Jova, siapa yang memberitahukan soal masalahku ini?." Tanya Devian berbisik kepadanya.


"Aku yang mengatakannya. Kenapa emangnya." Jawab Young Soon di telinganya.


"Eh, jangan katakan di telingaku begini dong. Malu tahu." Ucap Devian sampai sampai pipinya memerah.


"Sudahlah, ini demi kebenaran mu juga bodoh. Ikuti saja aku." Ucap Young Soon sambil melipat kedua tangannya dan menuju Ruang BK bersama dengan yang lainnya.


Sesampai ruang BK. Semua murid yang bermasalah dengan Devian langsung berdiri di samping Young Soon.


"Nama nama mereka ialah, Fane, Abbey, Isabella, dan Benton. Apa kalian membully Devian?." Tanya dosen tersebut menatap mereka dengan tatapan tajam.


"Kami sama sekali tidak membully Devian kok pak. Yakan Devian." Jawab Fane langsung menatap wajah Devian dengan tatapan tajam.


Young Soon yang melihatnya pun langsung menutupi wajah Devian dan menatap balik wajah Fane dengan tatapan membunuh. Seketika itu juga, Fane langsung ketakutan dan menundukkan kepalanya.


"Katakan, kenapa kalian berbohong begini. Apa kalian membully Devian?." Tanya dosen tersebut dengan tegas tepat di wajah mereka semua.


"Pak, kalau mereka tidak mau membuka mulut mereka. Langsung lihat cctv saja pak. Kan diseluruh Universitas ini, sudah di lengkapi dengan cctv yang banyak.


"Langsung periksa aja di kamera cctv pak." Ucap Young Soon langsung melipat kedua tangannya.


"Benar juga yang kamu katakan Jova. Kalau begitu, kita langsung ke ruang cctv saja, untuk melihat semua kebenarannya." Ucap dosen tersebut setuju dengan perkataan Young Soon.


"Tunggu pak. Kami,