Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 135: Diakui



Sesampainya di ruangan Young Soon. Tyger Carl pun langsung masuk ke dalam, dan melihat Young Soon dan sedang memainkan ponselnya.


Sontak Tyger Carl mengambil ponsel tersebut, yang ada ditangannya. "Masih sakit jangan bermain ponsel. Tidak bagus untuk kesehatan mata." Ucap Tyger Carl langsung duduk disampingnya kembali.


Young Soon pun menatapnya, "apa urusannya denganmu. Kau kan bukan siapa siapa aku." Sedikit tegas Young Soon.


"Kau adalah pacarku. Kau ingat kan soal perjanjian waktu. Jangan banyak komentar, dan ikuti saja yang aku katakan. Kamu paham kan sayang." Ujar Tyger Carl, sambil tersenyum miring, dan melipat kedua tangannya.


"Pria ini membuatku jadi takut dengannya," ucap batin Young Soon.


"Terserahmu saja," ujar Young Soon.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu, "bos, ini pesanan yang bos minta." Ucap anak buah Tyger Carl.


"Masuklah," jawab Tyger Carl, dan masuklah anak buahnya, yang membawa makanan dan minuman banyak.


"Ini pesanan yang bos minta. Semuanya sudah tersedia, dan soal pembelian restoran itu. Semua aman bos, dan restoran itu, sudah menjadi milik bos." Jawab anak buahnya, sambil meletakkan makanan dan minuman tersebut, disamping Young Soon.


"Apa, membeli restoran." Sedikit kaget Young Soon.


"Kau bisa keluar sekarang, dan kembali ke pekerjaan kita." Tegas Tyger Carl, dan anak buahnya langsung keluar dari ruangan tersebut.


"Hei, jawab pertanyaanku. Apa kau membeli sebuah restoran?" tanya Young Soon kembali.


Tyger Carl menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum tipis. "Dia benar benar kaya. Apa dia membeli restoran itu, karena aku menyuruhnya untuk membeli makanan dan minuman. Astaga, memang kalau orang kaya susah ya." Ucap batin Young Soon, sambil menggelengkan kepalanya.


Tyger Carl pun mengambil makanan tersebut, dan meniupnya karena masih panas. "Sekarang kamu makan dulu ya sayang. Biar kamu cepat sembuh." Tersenyum kembali Tyger Carl.


Young Soon mengambil makanan yang ada ditangan Tyger Carl, "aku bisa makan sendiri. Jadi jangan menyuapiku. Karena aku masih punya tangan. Aku bukan wanita yang manja, seperti di luaran sana." Jawab Young Soon, langsung meniup ramen tersebut, dan memakannya langsung.


"Benar benar wanita yang keras kepala. Aku jadi semakin terobsesi denganmu." Tersenyum kembali, sambil menatap wajah Young Soon yang sedang fokus makan.


"Boleh ambilkan minumannya," meminta bantuan Young Soon.


"Katanya bisa ambil sendiri. Silahkan ambil sendiri, kan punya tangan." Mengerjai Young Soon.


"Sial, pria ini terbawa omonganku. Sudahlah, lagian aku bisa mengambilnya sendiri." Ucap batin Young Soon, meletakkan ramennya dan mengambil minuman tersebut.


"Lihat kan, aku bisa mengambilnya sendiri. Dan terima kasih atas semua ini. Nanti aku akan menggantinya. Jadinya aku tidak perlu berutang budi padamu." Ujar Young Soon, sambil meminum minumannya.


"Terserah kamu saja sayang. Yang terpenting kau bahagia." Jawabnya, sambil melipat kedua tangannya.


Tiba tiba ponsel Young Soon berdering. Dan kebetulan ponselnya berada dibelakang badan Tyger Carl. Tyger Carl pun berdiri, dan mengambil ponsel tersebut.


"Berikan," meminta Young Soon, tapi Tyger Carl yang mengangkatnya.


"Halo," panggil Tyger Carl.


"Halo, ini siapa ya. Saya Min Hwa, dan dimana Young Soon?" tanya yang tidak lain lagi ialah Min Hwa.


Tyger Carl pun menjauhkan ponsel Young Soon, "telepon dari Min Hwa." Ucap Tyger Carl kepadanya.


"Halo, ada apa mencariku?" tanya Young Soon dengan ekspresi serius.


"Siapa itu tadi Young Soon. Apa kau sedang menjual dirimu, dengan pria di luaran sana?" tanya Min Hwa balik.


"Jaga omonganmu itu kakak. Bukannya kau ya, yang menjual tubuhmu dengan pria lain. Kenapa malah menuduh orang." Ucap Young Soon.


"Katakan apa yang mau kau bicarakan. Aku benar benar sibuk." Tanya Young Soon kembali.


"Ayah mencarimu, karena kau tidak pulang semalaman. Kemana saja kau?" jawab Min Hwa kembali bertanya.


"Aku ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Nanti aku juga akan pulang, jadi bersabarlah." Ucap Young Soon langsung mematikan ponselnya.


"Ada apa dengan kakakmu itu. Sepertinya kalian mempunyai masalah yang cukup tinggi." Ujar Tyger Carl yang peka.


"Dia benar benar wanita yang licik. Sudahlah, aku mau pulang sekarang. Aku sudah sembuh." Jawab Young Soon, kembali menghabiskan ramennya.


"Baiklah. Kalau kau sudah sehat. Nanti akan aku antarkan ke rumahmu langsung. Jangan membangkang, dan ikuti saja apa yang aku katakan." Tegas Tyger Carl sambil menatapnya dengan penuh obsesi.


"Terserahmu saja, yang penting tidak membuatku susah." Pasrah Young Soon.


Sore pun tiba. Dimana Tyger Carl mengantarkan Young Soon pulang ke rumah, menggunakan mobil lamborgini nya yang berwarna black.


Di perjalanan, semua orang yang ada di pinggir jalan, terus menatap ke arah mobil Tyger Carl. Dan Young Soon sedikit bingung. "Kenapa mereka terus memperhatikan ke arah mobil ini. Apa yang salah dengan mobil ini." Ucap Young Soon.


"Biarkan saja. Tidak perlu kau khawatirkan soal itu, karena yang terpenting sekarang, adalah kau sayang." Jawab Tyger Carl sambil melipat kedua tangannya, dan menyilangkan kakinya.


Sesampai rumah Young Soon. Tyger Carl pun membantu Young Soon turun dari mobil, dan Tyger Carl masih menuntun Young Soon hingga masuk ke dalam rumah.


"Aku pulang," ucap Young Soon menghampiri ayahnya yang sedang duduk di sofa ruang tamu.


Sontak ayahnya langsung memeluk Young Soon dengan erat. "Sayang, kau kemana saja. Kenapa dari kemarin tidak pulang?" tanya ayahnya, dengan wajah cemas.


"Kan sudah aku katakan ayah, kalau aku sangat sibuk, dan ada pekerjaan yang harus ku selesaikan." Jawab Young Soon, sambil tersenyum.


"Pekerjaan apa itu. Aku jadi penasaran. Apakah pekerjaan yang halal atau haram kah itu?" tanya Min Soo langsung menghampiri mereka, bersama Min Hwa.


"Gagah banget pria ini. Kalah dari Bae, dan dia benar benar tampan tentunya. Siapa dia, dan kenapa Young Soon bisa kenal dengan pria setampan ini." Ucap batin Min Hwa senyum senyum, sambil menatap wajah Tyger Carl.


Young Soon melirik Min Hwa yang tersenyum kepada Tyger Carl. Tapi Tyger Carl tidak menatapnya, dan fokus menatap wajah Young Soon.


"Kenapa kakak terus tersenyum kepada pacarku. Apa kakak masih tidak cukup, karena sudah merebut tunanganku dulu, yang tidak berguna itu." Ucap Young Soon, langsung menggandeng tangan Tyger Carl.


"Hah, pacar. Kalian berpacaran ternyata. Ouh, maafkan kakak. Kakak kira siapa tadi." Berpura pura kalem, dan langsung duduk di sofa.


"Dia pandai sekali berakting rupanya," ucap batin Tyger Carl tersenyum tipis.


"Salam om, dan tante," ujar Tyger Carl memberi salam, dan menundukkan badannya.


"Salam juga. Omong omong, nama kamu siapa nak, dan sejak kapan kalian berpacaran?" tanya ayah Young Soon dengan jelas.