
Disisi lain. Young Soon sangat marah, sampai menggas motornya dengan kecepatan tinggi. "Sial, pria itu mengambil ciuman pertamaku. Dasar pria bodoh, kotor, menjijikkan. Aku benar benar membencinya." Benci Young Soon.
"Tapi kalau dilihat lihat. Kenapa dia tidak terlempar jauh. Kan seharusnya dia kena kekuatanku. Aneh, dan saat berciuman dengannya. Entah kenapa, sepeda ada kekuatan yang mengalir ditubuhku. Menganehkan." Mengerutkan keningnya.
Tiba tiba saja lampu merah berhenti, dan Young Soon langsung berhenti mendadak. "Sial, aku jadi tidak fokus. Mana pake lampu merah lagi. Orang lagi sensi juga. Aku mau balapan saja deh. Untuk melampiaskan kemarahanku ini." Ujar Young Soon sambil menunggu lampu hijau.
Tiba tiba saja ada pengamen yang menyanyi di depannya, dengan pakaian yang kusut dan lesuh. "Kasihan banget adek ini. Masih kecil sudah merasakan penderitaan. Aku kasih uang aja deh." Mengambil uang yang ada dikantungnya.
Saat pengamen tersebut sedang meminta pengendara yang ada. Tiba tiba saja ada pengendara yang menggertak pengamen tersebut. "Apaan sih. Pergi sana." Mendorong pengamen tersebut hingga jatuh.
Young Soon yang melihatnya pun semakin marah. Kebetulan pengendara tersebut mengenakan sepeda motor juga.
Young Soon pun mencagak motornya, dan menghampiri pengamen yang jatuh. "Kamu baik baik saja?" tanya Young Soon lembut kepadanya.
"Aku baik baik saja kok kak," jawab pengamen tersebut sambil tersenyum.
Young Soon pun menghampiri pria tersebut, dan langsung mencengkram pakaiannya. "Apa maksud lho begitu sama anak kecil. Kalau kau gak mau memberi. Kau kan bisa mengatakannya secara baik baik. Tidak perlu mendorongnya seperti itu." Menatapnya dengan tatapan tajam.
Pria tersebut melepaskan tangan Young Soon, dan mendorongnya juga. Pria itu pun turun dari motornya, dan menatap Young Soon juga.
"Kenapa memangnya. Kalau kau tidak suka, ya tidak usah lihat. Banyak omong kau." Menjetikkan tangannya ke dahi Young Soon.
"Sial. Aku sedang marah, dan jangan membuatku semakin marah. Dasar pria bodoh." Menendang pria tersebut, dan pria tersebut langsung terlempar jauh, bersama motornya yang ada dibelakang pria tersebut.
Pria tersebut langsung terlempar di seberang jalan. Sontak semua pengendara yang melihatnya langsung tercengang. "What, dia kuat banget." Kaget semua pengendara yang ada.
Young Soon pun menghampiri pria tersebut. "Apa mau lagi?" tanyanya sambil menaikkan alisnya.
"Ampun kak, ampun. Maafkan saya, maaf." Langsung bertekuk lutut dan kabur dari tempat tersebut, dengan motornya yang sudah remuk.
Young Soon kembali ke motornya, "kalian jangan lihat saja. Berikan anak ini uang. Dan jangan sampai kalian habis kayak dia tadi. Cepat." Tegas Young Soon kepada semua pengendara, dan semua pengendara yang ketakutan, langsung memberikan uang kepada pengamen tersebut.
Lampu hijau pun menyala dan semua pengendara pergi. Young Soon menepikan motornya, dan menghampiri pengamen tersebut, yang duduk di tepi jalan.
"Halo dek. Apa kamu lapar?" tanya Young Soon sambil tersenyum.
"Eh kakak cantik tadi ya. Makasih banyak ya kak, karena sudah membantu kami. Kakaknya baik banget." Memuji Young Soon dengan ekspresi bahagia.
Young Soon mengelus rambut anak kecil tersebut, yang terdiri dari 2 orang, yang merupakan perempuan dan laki laki. "Sama sama. Omong omong, kalian sudah makan belum?" tanya Young Soon kembali.
"Belum kak. Tapi karena kakak sudah membantu kami. Dan akhirnya kami bisa membeli makan nanti kak." Jawab anak laki laki tersebut.
"Omong omong, nama kalian siapa?" tanya Young Soon kembali, dan terus tersenyum lembut.
"Nama aku bunga kak,"
"Nama aku Chiko kak,"
"Nama yang menggemaskan. Bagaimana kalau kakak ajak kalian makan. Mau gak." Menawarkannya.
"Kakak sama sekali gak malu deh. Yaudah yuk, kita makan sama sama. Kebetulan kakak punya restoran dari pacar kakak. Yuk." Ajak Young Soon.
"Yaudah deh kak," akhirnya mau juga, dan Young Soon membonceng anak tersebut. Dengan Bunga duduk di depan, dan Chiko duduk di belakangnya.
Setelah beberapa menit. Merekapun sampai di restoran yang diberikan oleh Tyger Carl untuk Young Soon.
Young Soon pun menurunkan Bunga dan Chiko dari motornya. "Kalau begitu, mari masuk." Menggandeng tangan mereka berdua, dan langsung masuk ke dalam restoran.
Di dalam restoran, "salam non," salam semua pelayan yang ada.
Young Soon dan kedua anak pengamen tersebut, langsung duduk di kursi. "Pelayan," panggil Young Soon.
"Iya non, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.
"Tolong pesankan semua makanan yang ada di sini, dan jangan lupa dengan minumannya juga." Pesan Young Soon.
"Baik non, mohon ditunggu," membungkukkan badannya kembali, dan langsung menuju dapur.
"Kalian sabar dulu ya. Nanti makanan dan minuman kalian akan datang. Oh ya, apa kakak boleh bertanya kepada kalian?" tanya Young Soon.
"Boleh kok kak. Apa yang mau kakak tanyakan?" Jawab Chiko sekaligus bertanya.
"Apa kalian tinggal berdua. Dimana ibu dan ayah kalian?" tanya Young Soon dengan nada lembut.
"Ibu sedang sakit kak, dan kami harus mengamen, agar kami bisa membeli makanan untuk ibu kak. Untung saja kakak membantu kami. Jadinya kami bisa membeli makanan untuk ibu juga. Ini kak uangnya, untuk membeli makanan untuk ibu kak." Memberikan uang yang mereka dapatkan.
"Tidak perlu sayang. Kakak akan membelikan makanan untuk ibu kalian. Jadi uang itu disimpan saja ya sayang. Gunakan yang lebih berguna. Soal makanan tidak perlu dipikirkan. Karena kakak yang akan membelikannya. Sekarang, kalian fokus makan ya." Jawab Young Soon kembali tersenyum.
"Terima kasih banyak kak. Semoga kakak panjang umur, dan diberikan suami yang baik seperti kakak." Mendoakan Young Soon.
"Sama sama. Kalian baik banget sih. Sudah begitu menggemaskan lagi." Mengelus rambut Bunga dan Chiko kembali.
Pesanan Young Soon pun langsung datang, "ini pesanannya non." Meletakannya di atas meja, dengan semua menu yang ada di restoran tersebut.
"Silahkan dinikmati," kembali menundukkan kepalanya, dan kembali ke dapur.
"Nah, makanan dan minumannya sudah datang. Kalian makanlah. Kalian pasti lapar kan." Bahagia Young Soon, melihat anak pengamen tersebut bahagia.
"Terima kasih banyak kakak." Ikut tersenyum, dan mulai memakan makanan yang ada, dan meminum minuman yang sudah dipesan oleh Young Soon juga.
"Kasihan ya mereka. Harus merasakan penderitaan yang tidak seharusnya mereka rasakan. Seharusnya, ketika mereka masih kecil. Mereka dipenuhi dengan kebahagiaan. Tapi karena kejamnya dunia. Mereka harus merasakan semua penderitaan ini." Ucap batin Young Soon.
"Untunglah aku dipertemukan dengan mereka. Jadinya aku bisa membantu mereka berdua." Ucap Young Soon.
"Lebih baik aku memesankan makanan untuk ibunya, dan untuk anak pengamen dan jalanan lainnya. Pasti banyak yang seperti mereka berdua." Ucap batin Young Soon.
"Chiko dan Bunga