Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 18: Ponsel



Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya. Dan ia adalah karyawan yang sudah di permainkan oleh pak Dixon.


"Permisi pak, saya boleh masuk?." Tanya karyawan tersebut.


"Masuklah." Jawab pak Dixon.


Langsung masuk kedalam dan menundukkan kepalanya. "Ini berkas yang bapak minta tadi. Saya sudah menyelesaikannya." Jawab karyawan tersebut.


"Bagus banget sayang, kau memang yang terbaik." Menggoda lagi.


"Jova, kenalin dia karyawan disini dan namanya ialah Hailey." Ucap pak Dixon memperkenalkannya.


"Saya Hailey." Berjabat tangan dengan Young Soon.


"Saya Jova, salam kenal." Ikut berjabat tangan.


"Apa saya boleh keluar sekarang pak?." Tanya Hailey.


"Boleh saja, jangan lupa nanti datang kemari seperti biasanya." Jawab pak Dixon tersenyum seperti ingin melakukan sesuatu.


Hailey yang ketakutan hanya bisa mengangguk dan langsung keluar dari ruang pribadi pak Dixon.


"Pak, saya boleh bertanya 1 lagi?." Tanya Young Soon.


"Boleh, tanyakan saja yang mau kau tanyakan sayang." Ucap pak Dixon.


"Apa pekerjaan istri bapak?." Tanya Young Soon.


"Istri saya bekerja sebagai ketua polisi, makanya itu saya sembunyi sembunyi untuk berselingkuh. Jangan katakan apapun kepada istri saya ya." Jujur pak Dixon.


"Baiklah pak." Jawab Young Soon tersenyum paksa.


"Saya akan membantu bapak untuk mencarikan wanita yang cocok untuk bapak. Apa bapak mau, tapi dengan imbalan gaji di naikkan. Bagaimana pak." Memulai aksinya, agar targetnya masuk ke jebakannya.


"Wahhh, ide yang bagus. Aku akan mengikuti saran anda Jova. Kabari aku saja, jika sudah mendapatkan wanita yang lebih cantik dari wanita wanita lainnya." Jawab pak Dixon tersenyum.


"Aman pak, nanti akan saya kabari bapak. Saya permisi duluan pak." Jawab Young Soon sambil memberikan jempol.


"Kembalilah ke mejamu. Kabari saya jika sudah ada." Ucap pak Dixon.


"Baik pak, saya duluan." Langsung keluar dari ruang pribadi pak Dixon.


Di luar ruang kerja pak Dixon. "Dapat juga nomor istrinya. Dengan begini, aku tidak perlu mengotori tanganku dengan darahnya. Paling dia juga akan ditembak langsung oleh istrinya."


"Dor, dan aku langsung dapat 100JT deh, Yeah." Ucap batinnya langsung kembali ke mejanya.


Sesampai meja. "Aku akan menghubungi istrinya saat aku sudah menemukan wanita yang akan ku jadikan bahan untuk pak Dixon. Dimana aku akan cari wanita yang lebih cantik dari wanita yang di pakai pak Dixon ya."


"Oh ya, aku akan sering ke bar. Disana juga banyak wanita cantik dan seksi, aku akan membayar mereka untuk mengikuti akting ku. Memang Young Soon sangat pintar dan cerdas, pantas saja dilahirkan kembali." Ucapnya memuji dirinya sendiri dan tersenyum bahagia.


Malam pun tiba. Dimana Young Soon baru siap kerja dan langsung pulang kerja. Young Soon menaiki taxi, karena dia tidak membawa mobil maupun motor kesayangannya.


Di mobil dan menuju rumahnya. "Oh ya, aku kan ada bawa rokok di tasku. Aku duduk bentar deh disini, gapapa kan ini." Ucap batinnya langsung mengambil rokok yang ada di tasnya dan mengambil korek api juga.


Young Soon langsung menyalakan rokok tersebut dan langsung mengisapnya. Supir taxi yang menyadarinya langsung meliriknya dari spion atas.


"Ada apa pak memandangi saya?." Tanya Young Soon yang sadar kalau supir taxi tersebut meliriknya.


"Tidak boleh merokok mba, dilarang saat sedang menaiki taxi." Jawab supir tersebut dengan sopan.


"Ouh, iya mba, iya mba. Gapapa kok mba nya merokok.Maafkan saya ya mba. Maafkan saya sekali lagi." Jadi merasa bersalah pak supir tersebut.


"Iya pak, tidak apa apa kok pak. Terima kasih banyak pak." Tersenyum dan melanjutkan untuk mengisap rokoknya.


Sesampai rumahnya. Young Soon langsung turun dan memberi uang lebih kepada supir tersebut. "Ini pak uangnya dan uang lebihnya. Terima kasih banyak pak, dan jangan beritahu tentang hal ini kepada siapapun ya pak." Ucap Young Soon sambil memberikan uang tersebut kepada supir tersebut.


"Aman mba, saya juga berterima kasih karena di kasih lebih.Saya duluan." Jawab supir tersebut langsung menancap gas dan pergi dari hadapan Young Soon.


"Untung saja bapak itu mau diajak kerja sama. Dan rokok yang ku hisap sudah ku buang. Dan kebetulan aku ada permen, aku makan deh, biar ga ketahuan sama ayah dan yang lainnya." Langsung mengambil permen yang ada di tasnya dan langsung memakannya.


"Ehm, gini kan ga bakal ketahuan nakalnya. Baru kita langsung masuk." Ucap Young Soon langsung masuk kedalam rumah.


Di dalam. "Aku pulang." Ucap Young Soon sambil menjilat permennya.


"Kau sudah pulang nak, kau pasti lelah bekerja kan. Mari duduk dulu." Ucap ibu tirinya mencari perhatian kepadanya.


"Terima kasih." Ucap Young Soon tanpa ekspresi langsung duduk di sofa ruang tamu.


"Bagaimana hari pertama kerja mu nak?." Tanya ibu tirinya.


"Baik." Jawabnya.


Tiba tiba Min Hwa turun dari tangga. "Kau sudah pulang dik, kapan kau pulang?." Tanya Min Hwa langsung menghampirinya.


"Barusan." Ucap Young Soon langsung mengemil sesuatu yang ada di atas meja.


"Bagaimana dengan gaun yang akan kau siapkan, apa kau sudah membelinya?." Tanya Min Hwa duduk di sampingnya.


"Kenapa harus sibuk sih, lagian tidak terlalu penting juga kan bagi saya. Jangan bahas itu terus, aku muak." Jawab Young Soon sambil mengemil cemilan tersebut.


"Nak Dae hwa, kau tidak boleh seperti itu kepada kakak mu." Ucap ibu tirinya melerai mereka yang mau adu mulut.


"Siapa juga yang mau melawannya, dia yang duluan." Jawab Young Soon membalikkan bola matanya sambil melipat tangannya.


"Dimana ayah?." Tanya Young Soon kepada ibu tirinya.


"Dia sedang ada diruang kerjanya. Ada apa sayang?." Jawab ibu tirinya sekaligus bertanya.


"Tidak ada apa apa, aku duluan." Langsung menuju ruang kerja ayahnya.


Setalah Young Soon pergi dari ruang tamu. "Ibu, aku tidak mau ibu membelanya dan terus memikirkannya."


"Sabar sayang, ibu melakukan semua ini demi mendapatkan harta ayahnya dan dia bisa mempercayai ibu. Jadi kau harus mengikuti perintah ibu, kau mengerti." Jawab ibunya sambil menggenggam kedua tangan Min Hwa.


"Baiklah bu, sebentar lagi dia akan hancur dan hancur hancurnya.Hahahahah." Tertawa Min Hwa dan ibunya ikut tertawa dengan rencana yang mereka buat.


Disisi lain. Young Soon yang langsung masuk ke ruang kerja ayahnya, tanpa izin dulu.


"Ayah." Masuk Young Soon.


"Eh anak ayah, kenapa langsung masuk saja sih. Biasanya ketuk pintu dulu?." Tanya ayahnya sedang membaca koran.


"Ayah sedang apa?." Tanya Young Soon.


"Ini ayah sedang membaca berita yang viral akhir akhir ini sayang." Jawab ayahnya fokus membaca koran tersebut.


"Berita apa ayah?." Tanya Young Soon menghampirinya.