Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 48: Melihat Kebenaran



"Apa kamu bahagia sayang?." Tanya ayahnya kepada Young Soon.


"Aku sangat bahagia ayah. Mana mungkin aku sedih di hari pernikahan ku yang membahagiakan nanti.", Jawabnya akting.


"Baguslah kalau kamu bahagia sayang. Kalau kamu bahagia, ayah juga ikut bahagia." Mengelus rambut Young Soon.


"Mana mungkin anak ibu tidak bahagia. Dia kan akan menikah dengan pria yang sangat ia cintai. Mana mungkin tidak bahagia sayang." Berpura pura mendukung Young Soon.


"Malas banget mendukung si gila ini. Dia pikir aku akan diam diam saja dengannya. Aku akan video call nanti dengan calon suaminya itu. Hahahah." Ucap batin Min Hwa tersenyum tipis.


Young Soon pun langsung masuk ke kamarnya, dan sebelum itu sudah memberi salam tidur, kepada ayahnya.


Di dalam kamar Young Soon. "Aku mandi dulu deh. Soalnya semua binatang, mendekat kepadaku. Jadi jijik." Ucapnya langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah beberapa menit. Ia pun sudah selesai mandi dan sudah berpakaian tidur. "Oh ya, aku harus menghubungi bos Zax. Ataupun bos Zax sudah mengetahui soal berita tersebut." Ucapnya langsung duduk di tempat tidurnya, dan mau menghubungi bos Zax.


Saat ia mau menghubunginya. Tiba tiba ada yang menghubunginya, dan itu adalah bos Zax. "Eh, rupanya bos Zax sudah menghubungiku. Padahal mau aku hubungi tadi." Langsung mengangkatnya.


"Malam bos Zax. Ada apa nih bos Zax?." Tanyanya basa basi dulu.


"Aku sudah melihat berita tentang penemuan pak Barnes di ruang tanah. Apa itu adalah semua rencana mu?." Tanya bos Zax kepadanya.


"Tentu dong bos. Gimana, bagus bukan. Aku sudah menyebarkannya dan anaknya sudah tidak berani keluar. Dan katanya dia yang akan di penjara, menggantikan ayahnya. Bagaimana bos, bagus bukan rencanaku." Jawabnya sekaligus meminta pendapat.


"Aku salut kepadamu Young Soon. Kau sungguh hebat di dalam bidang ini. Aku akan langsung transfer bayarannya."


"Dan karena kau melakukannya dengan baik. Aku akan memberikan mu tip." Ucap bos Zax tersenyum.


"Terima kasih banyak bos Zax sayang. Selanjutnya apa lagi misinya bos?." Tanyanya dengan nada bicara bahagia.


"Besok malam, datanglah ke tempat biasanya, dan akan saya jelaskan misi selanjutnya." Jawab bos Zax.


"Okey bos Zax." Ucapnya sangat bahagia.


"Tapi ingat Young Soon, jangan sampai identitas mu ketahuan dengan orang lain. Karena kau adalah agen rahasia. Kau mengerti." Ucap bos Zax mengingatkannya.


"Aman bos. Aku sudah membuat ponselku tidak bisa di lacak oleh siapapun. Dengan begitu, identitas ku tidak akan ketahuan." Jawabnya sambil menaikkan alisnya.


"Baguslah, kerja bagus. Tidak sia sia aku memilih mu. Kalau begitu, sampai jumpa besok, dan uang akan saya kirimkan sekarang juga." Langsung mematikan ponselnya.


"Yeah, aku dapat money. Money, money." Ucapnya lompat lompat di ranjangnya.


"Yes. Tidak sia sia aku kembali hidup di dunia ini. Oh ya, aku harus melihat kamera yang sudah aku letakkan di rumah ini."


"Karena kemarin lalu, aku sibuk mengurus misiku, Sampai lupa mengecek kamera yang ada di rumah ini." Ucapnya kembali duduk dan membuka ponselnya untuk melihat rekaman yang sudah si salurkan lewat kamera tersembunyi nya.


"Kenapa menghubungiku sayang. Apa kamu merindukanku?." Tanya yang tidak lain lagi ialah Bae, dan sedang video call dengan Min Hwa.


"Tentu saja aku merindukan mu sayang. Dan sebentar lagi, kau akan menikah dengan adikku yang kegatelan itu. Makanya aku semakin ingin di dekat mu sayang." Jawab Min Hwa dengan manjanya.


"Manja banget sih sayangku ini. Aku juga tidak mencintainya kok sayang. Aku hanya mencintai mu, hanya diri mu sayang." Ucap Bae sedikit menggodanya.


Disisi lain. Young Soon yang melihatnya pun hampir mual. "Huek. Jijik banget lihat sepasang sampah ini. Menjijikkan." Ucap Young Soon.


"Amit amit deh lihat mereka. Aku harus menyimpannya, untuk di perlihatkan nanti, dan akan membuat geger semuanya." Ucap Young Soon tersenyum tipis.


"Hahahahah, tapi biarkan mereka menikmati masa masa membanggakan mereka. Setelah itu, aku akan merenggut semua kebahagian mereka, yang sudah mereka ambil dari kehidupanku sebelumnya." Ucap Young Soon mengepalkan tangannya.


"Aku juga tidak cemburu dengan mereka. Karena mereka tidak pantas untuk di cemburukan. Karena mereka sama sama manusia sampah." Ucap Young Soon tersenyum tipis dan fokus melihat rekaman tersebut.


Kembali ke Min Hwa lagi. "Apa kita bisa bertemu besok sayang?." Tanya Bae kepadanya.


"Aku sangat punya banyak waktu untuk kamu sayang. Apa kita mau bertemu di Hotel biasanya." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Tentu dong sayang. Aku sudah merindukan aroma mu yang indah itu sayang. Besok kamu harus mengenakan pakaian yang membuatku jatuh cinta. Kamu mengerti sayang." Ucap Bae menaikkan alisnya di dalam video call mereka.


"Aman sayang. Aku memang yang paling cantik di antara yang lainnya, terutama adikku yang aneh itu. Kalau begitu, sampai jumpa besok sayang. Aku sayang kamu. Muach." Langsung kis lewat video call tersebut.


"Aku juga menyayangi mu sayang." Langsung mematikan ponselnya.


"Mampus kau Young Soon. Sebentar lagi, kau akan menemui ibu mu juga. Dan ayah mu sebentar lagi akan mati, karena aku dan ibu, sudah memberikan racun di dalam teh yang akan kami berikan kepadanya. Hahahah, tapi semua itu terhalang oleh si gila Young Soon itu.


"Aku harus berjaga jaga di depannya, dan aku harus berakting jadi baik dan manja di depan mereka berdua. Jijik banget." Ucap Min Hwa membalikkan bola matanya.


Tiba tiba Min Soo datang menghampiri Min Hwa. "Halo sayang. Kelihatannya kamu sangat bahagia ya. Kamu bahagia karena apa sayang?." Tanya ibunya langsung duduk di sampingnya.


"Halo juga ibu. Aku barusan video call dengan Bae bu. Dan dia benar benar sangat menggoda, dan tidak akan ada yang bisa menghalangi cinta kami bu." Jawab Min Hwa dengan bahagia.


"Anak ibu memang sangat pintar deh. Dengan begitu, si Young Soon itu akan patah hati dan akan bunuh diri, untuk mengakhiri hidupnya. Dan disitu juga ayahnya akan mati dan kita akan mendapatkan warisan keluarga Park Young." Ucap ibunya bahagia.


"Ibu memang pintar deh. Pantas saja anaknya ikut seperti ibunya. Sama sama pintar. Hahahah." Bahagia Min Hwa sampai memeluk ibunya.


"Tapi bu, Young Soon selalu saja menghalangi kita saat mau memberikan teh beracun itu kepada ayah. Apa dia mengetahui rencana kita?." Tanyanya langsung menatap wajah ibunya.


"Mana mungkin dia tahu. Dia saja sering keluar dan tidak mau ke dapur. Jarang jarang dia mau ke dapur. Bagaimana dia bisa tahu, kalau kita menaruh racun di teh ayahnya." Jawab ibunya tertawa tipis.


"Tapi kan bu,