
"Berita soal penjahat yang sudah ditangkap karena melecehkan 4 gadis dalam 1 hari." Jawab ayahnya.
"Astaga, gila banget tu orang. Dasar, kalau aku jumpa dia, udah aku bunuh tu orang." Kesal Young Soon mendengarnya sambil menahan emosinya.
"Namanya juga zaman sekarang nak, mau bagaimana lagi." Ucap ayahnya.
"Yakan tetap saja kesal kalau didengar yah, sudahlah, aku mau masuk ke kamar dulu. Dah ayah." Langsung pergi dari ruangan ayahnya dan masuk ke kamarnya.
Sesampai kamarnya. Young Soon langsung berbaring di kasurnya. "Hadeh, lihat berita yang di kasih tau oleh ayah tadi. Aku jadi sangat kesal, rasanya mau aku bunuh saja itu orang." Menahan emosinya dengan menggenggam tangannya kuat kuat.
"Sabar Young Soon, kau harus menahan emosi mu, jangan sampai aku merusak barang yang ada di kamar ini." Ucapnya langsung membuka ponselnya.
Saat Young Soon membuka ponselnya. Tiba tiba ada yang menghubunginya dan ia adalah Zax, bosnya.
"Eh, bos menelponku. Ada apa ya." Langsung mengangkatnya.
"Halo bos, ada apa?." Tanyanya.
"Bagaimana dengan pekerjaan mu, apa bagus?." Tanya balik Zax.
"Aman bos, bos tenang saja. Ini akan secepatnya beres dan bukan aku yang akan membunuhnya tapi seseorang, bos lihat saja nanti. Bos akan bangga kepadaku dan jangan lupa untuk memberikan uang lebih kepadaku, jika ini berhasil." Jawab Young Soon merasa bangga.
"Lakukan dulu dengan benar, dan akan aku berikan uang lebih kepada mu." Jawab Zax.
"Baiklah bos, aman." Menaikkan alisnya.
"Kalau begitu, saya tutup dulu telponnya, karena masih banyak urusan dan kau siapkan pekerjaan mu secepatnya." Ucapnya.
"Baik bos ku."
Langsung mematikan ponselnya. "Aku harus cepat cepat membereskan pekerjaan ini dan aku harus menyusun rencana agar pak Dixon bisa keluar dari kandang liarnya itu.
"Aku harus menghubungi Eun Ju, untuk mencarikan wanita yang seksi di bar. Karena dia sudah sering kesana." Langsung menghubungi Eun Ju.
Tersambung. "Halo Young Soon, ada apa?." Tanya Eun Ju.
"Kau dimana?." Tanya balik Young Soon.
"Aku lagi di hotel nih, kenapa emangnya." Jawab Eun Ju sekaligus bertanya.
"Kau kan sering ke bar langganan mu. Dan kau sudah kenal dengan pelanggan disana. Dengan begitu, bisakah aku meminta bantuan mu." Jawabnya memohon.
"Bantuan apa, katakan?."
"Bisakah kau mencarikan wanita seksi yang sangat ahli didalam bidang ranjang dan menggoda. Aku akan membayar mu, jika kau mendapatkan yang bagus." Jawab jelas Young Soon kepadanya.
"Eh, kenapa tiba tiba mencari wanita seksi.Jangan jangan kau lesbi lagi?." Tanya takut Eun Ju.
"Astaga, apaan sih. Aku ada urusan lain dan kau tidak boleh mengetahuinya." Ucap Young Soon.
"Baiklah, baiklah. Aku akan mengabari mu nanti. Aman deh." Ucap pasrah Eun Ju.
"Terima kasih banyak sayang, aku sayang kamu. Bay." Langsung mematikan ponselnya.
"Soal wanita sudah dapat dan tinggal tunggu besok. Dan tunggu saatnya tiba, dimana ada perayaan yang sangat besar di perusahaan." Bahagia Young Soon akan mendapatkan uang dengan cepat.
Keesokan paginya. Dimana Young Soon seperti biasanya langsung sarapan dan langsung pergi ke perusahaan.
Di perusahaan.Young Soon yang seperti biasanya juga memakai masker dan memakai kacamata. Young Soon sedang mengerjakan pekerjaannya.
Tiba tiba mendapatkan telepon. Sontak Young Soon langsung mengangkatnya. "Halo Young Soon." Panggil yang tidak lain lagi ialah Eun Ju.
"Eh, Eun Ju. Bagaimana dengan yang aku minta. Apa sudah dapat?." Tanya Young Soon.
"Aman, aku sudah menemukan 1 wanita terbaik di bar dan dia sangat profesional. Dia selalu mendapatkan pekerjaan melayani seseorang. Pokoknya terbaik deh, dan nomornya akan ku berikan kepadamu." Jawab jelas Eun Ju langsung mengirimkan nomor tersebut ke pesan Young Soon.
"Terima kasih banyak Eun Ju, akan ku traktir kau nanti. Aku tutup dulu teleponnya ya. Dah sayang." Seketika Young Soon bahagia dan langsung mematikan ponselnya.
"Berhasil, dapat juga wanitanya. Aku harus menghubunginya." Langsung menghubungi nomor yang diberikan Eun Ju dan keluar dari perusahaan agar yang lain tidak tahu dengan rencananya.
"Halo, aku Jova. Aku adalah teman yang meminta nomor mu kemarin, yang namanya Eun Ju. Kau kenal kan." Jawab Young Soon menyamarkan namanya.
"Ouhh ya, aku kenal. Ada apa emangnya?." Tanya balik wanita tersebut.
"Sebelum aku memberitahukan apa yang akan aku katakan padamu. Bisakah kau memberitahu nama mu dulu, agar aku bisa memanggil mu dengan baik." Ucap Young Soon tersenyum sambil mengisap rokoknya.
"Nama saya Faith." Jawab Faith.
"Oke Faith, aku ada pekerjaan untuk mu, dan ini mungkin sangat gampang bagi mu Faith." Ucap Young Soon kembali mengisap rokoknya.
"Pekerjaan apa itu. Aku tidak mau mengerjakannya, jika bayaran yang sedikit. Karena aku ini sudah profesional dan sudah dipakai di kalangan mana pun." Sombong Faith.
"Baiklah, baiklah, aku tahu kau yang paling terbaik di bar kota ini. Aku akan membayar mu 50JT dalam 1 pekerjaan dan itu sangat mudah."
"Kau hanya perlu berpura pura untuk menggoda bos perusahaan saya yang bernama pak Dixon. Kau goda saja dengan sangat liar, dan dia akan langsung tergoda, karena laki laki yang begitulah. Kau hanya perlu menyiapkan dirimu di bar dan buat dirimu secantik mungkin.
"Aku akan mengajak bosku untuk ke Bae tersebut dan disitulah kau yang berpura pura tidak menggodanya duluan. Kau hanya perlu menunjukkan pesona mu saja dan dia akan langsung mendekati mu. Bagaimana." Menjelaskan Young Soon dengan rinci agar Faith paham.
"Okey, kapan akan dimulai rencananya?." Tanya Faith.
"Rencananya akan dimulai malam ini dan aku akan menghubungi mu lagi. Okey." Jawab Young Soon sambil menaikkan alisnya.
"Okey, jangan lupa transfer uangnya, jika pekerjaannya beres. Aku tutup dulu telponnya, karena masih banyak kerjaan." Ucap Faith langsung mematikan ponselnya.
"Okey." Jawab Young Soon langsung mematikan rokoknya dan langsung membuangnya.
"Hahahah, sebentar lagi aku kaya, cihuy." Bahagia Young Soon langsung masuk kedalam perusahaan.
Di dalam perusahaan. Pak Dixon langsung menghampiri Young Soon. Sebelum masuk tadi, Young Soon sudah memasang perekam suara, untuk merekam suara yang di katakan Dixon dan akan di kirimkannya ke istri pak dixon.
"Halo Jova, kau sedang apa?." Tanya pak Dixon dengan nada menggoda.
"Saya tadi sedang menghubungi seseorang pak, soal wanita yang bapak mau. Kan bapak bilang kemarin." Jawab Young Soon.
"Oh ya, saya lupa. Apa bisa kita bicarakan di ruangan saya saja manager Young Soon." Perintah pak Dixon.
"Boleh pak, mari." Jawab Young Soon mengikutinya dari belakang dan pak Dixon berjalan didepan.
Di dalam ruangan pak Dixon. Tiba tiba pak Dixon mau melakukan sesuatu kepada Young Soon. Pak Dixon pun langsung mendorong Young Soon.
"Pak Dixon, apa yang mau bapak lakukan kepada wanita selembut saya ini?." Memulai aksinya.
"Saya mau memakai mu, apa boleh?." Jujur pak Dixon kepadanya.
"Tunggu sebentar pak, ada yang mau saya katakan kepada bapak. Apa boleh?." Tanya Young Soon.
"Katakan sayang." Jawab pak Dixon.
"Berapa banyak wanita yang sudah bapak pakai?." Tanya jelas Young Soon.
"Jika saya ingat lagi, mungkin sudah ada 5 wanita yang sudah saya pakai dan setiap malam saya sering minum dan membayar wanita untuk bermain panas dengan saya." Jawab jujur pak Dixon tidak curiga sedikitpun dengan Young Soon.
"Wah, bapak cukup kuat juga ya pak. Saya sampai terpelongok melihatnya." Pura pura kaget dan memasang ekspresi kaget.
"Iya dong." Sombongnya.
"Kenapa bapak tidak mau setia dengan istri bapak itu?." Tanyanya.
"Dari dulu saya tidak pernah mencintainya, saya mencintainya karena uang dan perusahaan ini. Agar aku bisa menguasai hartanya." Jawab jelas kembali pak Dixon.
"Wah, bapak sungguh lelaki yang hebat." Kembali memuji pak Dixon.
"Oh ya pak, soal wanita yang bapak cari kepadaku. Aku sudah mendapatkannya pak dan aku jamin itu sangat bagus dan masih sangat hangat untuk bapak. Lokasinya ada di bar terbesar di kota ini dan tentu bapak tau kan pak." Ucap Young Soon langsung ke inti.
"Okey, aku akan kesana nanti malam dan aku akan bersenang senang disana. Terima kasih banyak manager Jova, kau yang terbaik dari yang lainnya. Kau bisa pergi sekarang." Bahagia pak Dixon sudah tidak sabar.
Young Soon pun langsung keluar dari ruang pribadi pak Dixon. Saat mau menuju mejanya, tiba tiba ia menabrak seseorang dan ternyata ia adalah,