Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 40: Daging Manusia



Saat didalam kamar. Tiba tiba ada yang mengetuk kembali kamarnya, dan dia adalah bibi rumahnya.


"Tunggu." Langsung membuka pintunya.


"Malam non, ini susu hangat anda." Langsung memberikannya kepada Young Soon.


"Terima kasih banyak bi." Langsung mengambil susu hangatnya.


"Sama sama non, kalau begitu bibi permisi." Langsung turun kebawah dan kembali ke dapur.


Young Soon pun langsung masuk ke kamarnya, dan duduk di kasurnya, sambil memegang buku hariannya, yang di sambungkan dibawah tempat tidur.


"Aku harus mencatat soal kejadian yang akan terjadi di masa depan nanti. Aku harus mengintai kamera yang sudah aku letakkan di rumah Erika. Apa yang sedang mereka lakukan ya." Langsung membuka ponselnya dan melihat kamera yang sudah ia sambungkan dengan kamera mini tersebut.


Dikamera tersebut. "Halo papa, papa sedang apa?." Tanya Erika.


"Halo juga sayang. Papa habis bekerja tadi sayang. Jadi ayah lelah." Jawab pak Barnes.


"Ayah kerja apaan sih. Kenapa pakaian ayah, ada darah nya?." Tanya Erika.


"Tadi, ayah kan membeli ayam. Jadi darah ayam itu, mengenai pakaian ayah. Jadi begini deh." Jawab pak Barnes berbohong.


"Ouh, omong omong dimana ibu ayah?." Tanyanya.


"Mungkin ibu sedang bekerja sayang. Jadi ibu terlambat sekolah deh." Jawab pak Barnes.


"Omong omong teman aku yang tadi kemarin. Papa tahu gak?." Tanyanya kembali.


"Tahu sayang, dan papa mengajak mereka untuk datang makan malam bersama kita nanti malam. Kan biar sekalian, lebih mengenal teman baru kamu." Jawab pak Barnes mengelus rambut Erika.


Disisi lain. "Aneh, kenapa dari tadi sore, aku tidak melihat istrinya ya. Apa istrinya juga menjadi korbannya juga, dan jantungnya di ambil oleh pak Barnes. Aku jadi semakin yakin, kalau istrinya menjadi korbannya juga. Dan aku aku harus bersiap siap, untuk kesana.


"Dan aku bisa semakin dekat dengan ayahnya, dan bisa jadi, aku yang menjadi targetnya." Ucap batinnya langsung menghabiskan susu hangatnya dan langsung bersiap siap untuk ke rumah Erika.


Setelah beberapa menit. Young Soon pun sudah bersiap siap, dan langsung turun kebawah. Dibawah sudah ada Min Hwa dan ibu tirinya yang baru pulang. Sontak mereka langsung bertatap tatapan.


"Wow, hebat banget ya. Jalan, jalan dengan uang ayahku. Sungguh mengagumkan ya. Tapi hari ini, aku masih baik dengan kalian, karena aku ada urusan. Aku pergi dulu ya ibu dan kakak tercinta." Langsung melambaikan tangannya dan langsung keluar dari rumah.


Young Soon menggas motornya, menuju rumah Erika. Sesampainya, ia langsung turun di motornya dan menyelipkan pistol di sela belakang pakaiannya dan langsung mengenakan kacamatanya kembali.


"Dengan begini, mereka akan mengira aku culun dan akan polos di depan mereka. Kita lihat saja drama kalian nanti." Ucap batinnya sudah siap dan langsung memencet bel rumah Erika.


"Ding, dong." Bunyi bel rumah tersebut.


"Itu mungkin Jova sayang. Cepat bukakan pintunya." Perintah ayahnya.


"Baik ayah." Erika yang sedang di dapur, langsung ke ruang tamu untuk membukakan pintu depan.


Erika pun langsung membukakan pintu tersebut. "Hai anak baru. Silahkan masuk." Ucapnya langsung mempersilahkan.


"Terima kasih Erika." Langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi polos dan tersenyum.


Ia pun langsung masuk kedalam rumah Erika, dan langsung ke meja makan. "Malam nak Jova. Silahkan duduk." Ucap pak Barnes tersenyum kepadanya.


"Terima kasih banyak pak." Langsung duduk di hadapannya.


Erika pun langsung duduk di sampingnya. "Hei anak baru. Kamu jangan sok cari perhatian di depan papaku yah. Dan jangan macam macam denganku. Karena papaku, adalah orang terkaya di kota ini. Jadi, jangan coba coba mencari masalah denganku. Kau mengerti." Ucap Erika mempelototinya.


"Baik Erika. Aku tidak akan cari masalah dengan mu." Berpura pura takut dan menundukkan kepalanya.


"Dasar bodoh. Malas banget, aku harus berpura pura polos dan sok takut begini. Kalau gak demi misi, udah ku habisi dia di tempat." Ucap batin Young menahan emosinya.


"Sudahlah sayang, jangan memarahi nak Jova. Dia masih anak baru disini, dan tidak salah apa apa. Jaga sopan santun kamu." Ucap ayahnya sambil menaruh sup di mangkuk.


"Baiklah ayah." Jawab Erika pasrah dan langsung duduk manis.


Pak Barnes pun selesai menaruh sup di mangkuk. Dan langsung memberikannya kepada Jova dan Erika. "Ini adalah sup yang papa buat. Semoga kalian suka." Ucapnya langsung duduk dan tersenyum.


"Wah, tumben banget papa membuat sup daging begini. Jarang jarang aku menikmati sup daging begini." Jawab Erika bahagia dan langsung menyeruput kuah sup tersebut.


Young Soon melihat sup daging tersebut dengan baik dan teliti. "Daging ini kelihatannya sangat aneh. Astaga, kenapa ada kuku manusia disini." Ucapnya menahan kagetnya.


"Apa ini daging manusia. Tidak salah lagi, ini adalah daging manusia." Ucap batinnya.


"Oh ya pak Barnes. Kebetulan saya tidak suka sup daging pak. Karena saya alergi sup daging. Apa saya bisa meminta jus saja." Ucap Young Soon.


"Ouh, maafkan saya kalau begitu ya. Kalau begitu, saya akan menyiapkan jusnya sebentar." Langsung berdiri dan menyiapkan jus untuk Young Soon.


Young Soon melihat Erika makan dengan lahap dan tidak menghiraukan Young Soon. "Apa ini ada sangkutannya dengan istri pak Barnes. Aku jadi sangat curiga dengannya, kalau ini adalah daging istrinya.


"Tapi aku harus mencari tahu lebih detail." Ucap batinnya melirik Erika makan dengan lahap sup daging tersebut.


Pak Barnes pun selesai menyiapkan jus tersebut. "Ini nak Jova, silahkan di minum jus anda." Langsung memberikan jus tersebut kepada Young Soon.


"Terima kasih banyak pak. Saya minum ini aja ya." Langsung meminum jus tersebut.


"Papa, aku mau tambah, karena ini sangat enak." Langsung memberikan mangkuknya untuk tambah.


"Baik sayang, ayah akan mengambilnya lagi." Langsung mengambil mangkuk Erika dan mengambil kembali sup daging tersebut.


Selesai mereka makan bersama. Young Soon pun langsung pamit pulang. "Terima kasih banyak, atas makan malam anda, walaupun saya tidak ikut makan. Tapi saya cukup bahagia. Kalau begitu, saya duluan ya pak Barnes dan Erika." Langsung keluar dari rumah tersebut.


"Baiklah, hati hatilah." Ucap pak Barnes tersenyum tipis dan menyipitkan wajahnya.


Young Soon pun langsung memakai kacamatanya dan langsung kembali ke rumah. Sesampai rumah, ia langsung masuk kedalam.


"Fyuh, lelahnya. Tapi aku harus mengecek kembali kamera yang sudah aku letakkan di rumah Erika." Ucap batinnya langsung ke dapur.


"Bi." Panggilnya.


"Eh, non Young Soon. Ada yang bisa dibantu non?." Tanya pembantu rumahnya.


"Bi, tolong buatkan susu hangat lagi ya bi. Lagi kepengen susu hangat lagi. Soalnya buatan bibi sangat enak. Nanti antarkan ke kamar aku ya bi, dan ga pakai lama." Jawabnya langsung naik ke kamarnya.


Young Soon langsung duduk di kasurnya. "Aku harus melihat kamera disana." Ucapnya langsung membuka ponselnya.


Saat Young Soon mau membuka ponselnya. Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya, dan dia adalah,