
Setelah ayahnya keluar dari kamar Young Soon. Di dalam kamar Young Soon. "Aku tidak akan biarkan ayah ku mati di tangan mereka berdua. Aku sangat menyayangi ayahku, dan aku tidak akan membiarkannya." Ucap batin Young Soon mengepalkan kedua tangannya.
"Oh ya, apa ayah tidak melihat meja ku yang terbelah ini. Mungkin saja ayah fokus denganku. Sampai sampai tidak melihat meja yang terbelah ini." Ucap Young Soon tertawa tipis, karena melihat meja yang menjadi dua, karena akibatnya.
"Aku harus memanggil bibi, untuk membeli meja yang baru." Ucap Young Soon.
"Bi, bi." Panggil Young Soon dengan keras.
Bibi yang mendengarnya dari dapur, langsung naik ke ke atas, dan langsung ke kamar Young Soon.
"Iya non Young Soon. Ada apa memanggil saya." Tanya bibi dari luar kamar Young Soon.
Young soon langsung membukakan pintu kamarnya. Dan ia langsung menatap wajah bibinya. "Ini bi. Tolong pesankan meja baru untuk meja belajarku. Soalnya sudah tidak bagus, dan jadi terbelah saat aku mengerjakan pekerjaan ku." Jawab Young Soon tersenyum.
"Hah, terbelah. Saya ingat, baru kemarin di beli deh non. Kenapa langsung rusak begitu. Aneh non." Tanya bibi tersebut bingung kepada Young Soon.
"Bibi nih. Belinya yang murah. Beli yang paling bagus bi." Jawab Young Soon.
"Itu sudah yang paling bagus deh non. Karena itu harganya 80 JT untuk satu meja belajar itu. Kenapa bisa langsung terbelah." Jawab bibinya kembali kebingungan.
"Sudahlah bi. Beli yang paling mahal lagi, dan uangnya minta pada ayah saja ya bi." Ucap Young Soon tersenyum, agar bibinya tidak curiga dengannya.
"Baiklah non. Kalau begitu, saya permisi dulu ya non." Menundukkan badannya, dan kembali dapur.
"Fyuh, untung saja bibi masih percaya denganku. Kalau tidak, bisa mampus aku." Ucap batin Young Soon menghela nafas panjang, dan langsung masuk ke kamarnya kembali.
" Hua. Ini sudah malam banget. Aku tidur aja deh." Ucap Young Soon sangat mengantuk, dan langsung tertidur.
"Hua. Jam berapa ini." Ucapnya langsung mengambil ponselnya, dan melihat jam.
"What, sudah jam 08.00 pagi saja." Ucapnya langsung duduk dan meregangkan badannya.
"Aku mandi dulu deh. Setelah itu baru sarapan di bawah." Ucapnya langsung mandi, agar tidak bau.
Selesai mandi, dan sudah berpakaian rapi. Ia pun langsung ke bawah, dan ke meja makan. "Pagi ayahku sayang." Sapa Young Soon langsung mencium pipi ayahnya.
"Pagi juga sayang. Kamu baru bangun?." Tanya ayahnya sambil mengunyah sarapannya.
"Iya ayah, tapi aku sudah mandi kok. Lihat saja aku, sudah harum dan serapi ini." Jawabnya langsung duduk di samping ayahnya.
"Oh ya adikku. Kamu mau kemana?." Tanya Min Hwa kepadanya.
"Oh ya ayah. Hari ini, aku akan memilih gaun pernikahan dengan Bae. Boleh kan ayah." Ucap Young Soon kepada ayahnya.
"Bagus banget dong sayang. Kalau sudah di pilih gaun pengantin nya. Hubungi saja ayah ya sayang." Ucap ayahnya bahagia.
"Oh ya kak. Tadi kakak bertanya mau kemana kan. Bagaimana kalau kakak menemani ku saja, untuk memilih gaun pengantin, bersama Bae. Mau kan." Ucapnya sambil menaikkan alisnya.
"Eh, tentu saja mau adikku. Malah kakak akan sangat bahagia untuk melihat gaun pengantin kamu." Jawab Min Hwa tersenyum palsu.
Young Soon tersenyum tipis." Aku,