
"Aku mau, agar pernikahanku dengan Bae dipercepat ayah. Apa boleh?." Jawab Young Soon.
"Eh, kenapa tiba tiba sayang. Biasanya kau yang selalu menolak kalau ayah mempercepat pernikahan mu." Sedikit bingung ayahnya.
"Itukan dulu ayah, mana lah Young Soon tau. Kalau sekarang kan Young Soon sudah mau menikah dan mau cepat cepat menikah.Apa boleh ayah." Memulai aksinya.
"Baiklah, jika itu kemauan putri ayah, ayah tidak akan menolaknya. Nanti malam ayah akan menghubungi keluarga Bae dan kita akan membahas soal pernikahannya." Jawab ayahnya tersenyum bahagia.
"Baik ayah, terima kasih banyak ayahku sayang." Menghampiri ayahnya dan memeluknya.
"Sama sama sayang." Mengelus rambutnya.
"Omong omong sayang, apa kau masih mau mengurus perusahaan ini?." Tanya ayahnya menatap wajah Young Soon.
"Mau aja sih ayah, tapi ada satu permintaanku lagi." Jawab Young Soon.
"Apa itu sayang?." Tanya ayahnya.
"Aku mau kalau perusahaan ini jangan di berikan kepada ibu." Jawab Young Soon sambil melipat tangannya.
"Kenapa begitu sayang?." Bingung ayahnya.
"Kalau aku gak mau, ya gak maulah ayah. Masa gitu sih, kalau ayah gak mau yasudah." Ngambek Young Soon.
"Oh ya, ya sayang, ayah gak bakal kasih perusahaan ini ke tangan ibu tirimu ataupun kakak tirimu. Sekarang kau puas." Tanya ayahnya.
Young Soon mengangguk. "Aku puas ayah, terima kasih sekali lagi ayahku." Memeluk kembali ayahnya.
"Kalau begitu aku keluar dulu deh ayah. Ada yang mau aku bicarakan dengan temanku." Ucap Young Soon langsung mengambil tasnya.
"Baik anak ayah, hati hatilah. Kalau mau pakai mobil ayah, pakai saja." Ucap ayahnya ikut bahagia.
"Oh ya ayah, kartu ayah kemarin, belum aku kembalikan. Apa boleh aku meminjamnya ayah, karena ada sesuatu yang mau aku beli." Ucap Young Soon sambil menunjukkan kartu ayahnya.
"Pakailah sayang. Uang ayah, uang kamu juga." Jawab ayahnya bahagia.
"Ok ayah, aku pegang omongan ayah itu. Sampai jumpa ayahku sayang." Langsung pergi meninggalkan ruangan ayahnya.
Di luar perusahaan. "Halo." Panggil Young Soon.
"Iya Young Soon, ada apa?." Tanya yang tidak lain lagi ialah Eun Ju.
"Apa kau ada waktu pagi ini, aku mau bertemu denganmu." Jawab Young Soon.
"Ada kok, kenapa tiba tiba ngajak ketemuan?." Tanya Eun Ju balik.
"Sudahlah, kita jumpa di cafe yang kemarin saja." Jawab Young Soon langsung mematikan ponselnya.
"Pak, antarkan saya ke cafe ini." Menunjukkan lokasi kepada supir pribadi ayahnya.
"Baik nona, naiklah." Jawab supir tersebut.
Young Soon pun langsung naik ke mobil dan mereka berangkat ke lokasi.
Sesampai lokasi. "Terima kasih banyak pak supir, saya duluan." Langsung keluar dari mobilnya.
"Sama sama nona, saya permisi dulu." Langsung meninggalkan Young Soon.
Young Soon pun masuk ke dalam dan menunggu Eun Ju datang.
Duduk. "Mbak, saya pesan kopi latte nya 1." Pesan Young Soon.
"Baik kak, ditunggu pesanan anda." Jawabnya.
"Apa Eun Ju sudah menemukan pekerjaan yang cocok untukku ya. Smoga saja ada deh." Ucap batinnya.
Setelah beberapa menit menunggu. Eun Ju pun datang dan langsung menghampirinya. "Maafkan aku, aku telat." Ucapnya langsung duduk.
"Memang telat, tapi gapapa deh. Kau kan sahabatku. Kalau begitu pesanlah dulu minumanmu." Jawab Young Soon tersenyum.
"Baiklah, mbak kopi cappucino nya 1, yang dingin." Pesan Eun Ju sambil menaikkan tangan kanannya.
"Baik kak, ditunggu." Jawab pelayan cafe tersebut.
"Omong omong, ada hal apa kau mengajakku bertemu?." Tanya Eun Ju menatapnya.
"Ada yang mau kutanyakan padamu." Jawab Young Soon ikut menatapnya.
"Katakan saja, kau ini kan sahabatku. Katakan." Ucapnya.
"Apa kau sudah menemukan pekerjaan yang cocok untukku?." Tanya Young Soon.
"Hah, itu hal yang mau kau tanyakan?." Tanya kembali Eun Ju.
Young Soon mengangguk. "Astaga Young Soon, aku kira kenapa dan rupanya hanya menanyakan pekerjaan saja. Aku sampai cepat cepat datang kesini. Astaga." Memegang keningnya.
"Aku belum menemukannya. Tapi kemarin itu katanya ada cafe yang lagi cari pelayan. Apa kau mau?." Tanya Eun Ju sambil menaikkan alisnya.
"Gak deh, aku ga terlalu suka dengan pekerjaan seperti itu. Apa tidak ada yang lain?." Jawab Young Soon sekaligus bertanya.
"Tidak ada, aku belum menemukannya. Kalau ada nanti, aku juga bakal menghubungi mu kok." Jawab Eun Ju.
Kopi pesanan Eun Ju pun datang. "Ini kopi pesanan anda kak." Langsung meletakkan kopi tersebut di atas meja.
"Terima kasih banyak, kau boleh pergi sekarang." Jawab Eun Ju.
"Sama sama kak, saya permisi dulu." Langsung meninggalkan meja mereka.
Meminum kopinya. "Aku tahu kalau kau tidak akan menyukainya. Makanya aku tidak mengabarimu soal pekerjaan itu." Ucap Eun Ju.
"Kau memang yang paling the best deh Eun Ju. Kalau ada pekerjaan yang lain, kabari aku aja. Okey." Ucap Young Soon bahagia.
"Aman sayang." Mengacungkan jempolnya.
"Ada satu lagi yang mau kukatakan padamu." Ucap bisik Young Soon.
"Apa?." Menaikkan alisnya.
"Beberapa minggu lagi, aku akan menikah dengan Bae." Jawab Young Soon.
Tersedak. "Uhuk, huk. Apa, kau mau menikah dengan Bae, secepat itu?." Tanya kembali Eun Ju untuk memastikannya.
"Benar dong, dan akan ada kejutan yang kubuat untuk calon suamiku nanti." Ucapnya berbisik.
"What, tapi aku masih tidak percaya dengan pria itu. Kelihatannya dia pria yang suka menggoda wanita lain. Terlihat dari wajahnya itu." Kesal sendiri Eun Ju.
"Apa kau benar benar yakin untuk menikah dengannya?." Tanya kembali Eun Ju untuk memastikannya.
"Sudahlah, kau lihat saja hadiah apa yang akan kuberikan kepada calon suamiku, kau pasti terkejut melihatnya. Tunggu saja deh." Jawabnya tersenyum.
"Baiklah, baiklah. Aku akan menunggu kejutan itu dan jangan sampai kau mengingkari janji." Ucap Eun Ju sambil melipatkan tangannya.
"Aman sayang."
"Aku tidak akan mengingkarinya, karena aku sudah tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Tentu aku sudah menyiapkan semua strateginya." Ucap batin Young Soon senyum sendiri.
Melirik. "Senyum sendiri, inilah kalau mau jadi pasangan suami istri, bawaannya senyum sendiri ya bund." Ucap Eun Ju menatapnya.
"Hahahah, kau ada ada saja Eun Ju. Omong omong, kapan kau balik lagi ke Amerika?." Tanya Young Soon.
"Setelah pernikahan mu, aku akan kembali ke Amerika. Kau jangan khawatir denganku, kau menanyakannya, karena kau rindu denganku kan." Percaya diri.
"Hahahahah, percaya diri banget ya bund. Tapi yang kau bilang itu memang benar sih. Aku akan sangat rindu denganmu." Jawab Young Soon tertawa.
"Benar kan dugaanku. Siapa dulu, Eun Ju gitu loh."
Tiba tiba ponsel Eun Ju berdering.
"Tunggu sebentar ya, ada yang menghubungiku." Ucap Eun Ju langsung mengambil ponselnya dan mengangkatnya.
"Ya, ya."
"Halo, ada apa?." Tanya Eun Ju.
"Kami dari perusahaan tempat bekerjamu. Ada yang mau saya sampaikan kepada anda. Apa anda sedang di rumah?." Tanya yang tidak lain lagi ialah bos perusahaan tempat bekerja Eun Ju.
"Tidak pak, saya sedang di luar." Jawab Eun Ju serius.
"Apa kau bisa pulang dulu, karena ada urusan mendadak dari sini dan urusan itu hanya kau yang bisa mengurusnya. Apa bisa saya minta bantuanmu." Ucap bosnya.
"Ouh, baik bos, baik. Saya akan pulang sekarang dan saya akan langsung menghubungi bos lagi." Jawabnya.
"Baguslah, kalau begitu saya tutup dulu telponnya dan sampai jumpa lagi." Ucapnya.
"Siap bos." Langsung mematikan ponselnya.
"Apa bosmu yang menghubungimu?." Tanya Young Soon.
"Benar, bosku menyuruhku mengambil berkas dan ada yang mau dibahas nya. Aku harus pulang sekarang, apa aku boleh pulang dan meninggalkanmu disini sendirian?." Tanya Eun Ju tidak enakan.
"Pergilah, perusahaan itu lebih penting dan jangan sampai bosmu marah, karena masalah ini. Cepatlah pulang dan hati hatilah dijalan." Jawab Young Soon.
"Terima kasih banyak sayang, aku menyayangimu." Menghampirinya dan memeluk Young Soon.
"Aku juga menyayangimu." Ikut memeluknya.
Melepaskan pelukannya. "Kalau begitu aku pergi dulu, lain kali aku yang akan mentraktir mu makan." Ucap Eun Ju langsung keluar dari cafe dan melambaikan tangannya.