
"Ibu juga tidak habis pikir dengannya. Dia benar benar berubah, dan dia bukan lagi Young Soon yang lemah itu. Dia benar benar sudah berubah. Kedepannya kita harus berjaga jaga darinya, takut terjadi masalah yang lebih besar lagi."Ujar ibunya sambil menenangkan Min Hwa.
"Tapi kan kamu sudah memiliki Bae, dan kamu bisa gunakan keluarga Bae, untuk melindungimu." Ucap Min Soo.
"Benar juga yang ibu katakan. Aku sudah susah payah untuk mendapatkan Bae, dan tentunya aku tidak akan melepaskannya lagi." Ujar Min Hwa tersenyum tipis.
Disisi lain. "Kita mau kemana ini?." Tanya Devian.
"Karena kemarin mobilku terbakar di rumah bos Vinson. Lebih baik aku beli mobil yang baru saja deh." Ucap batin Young Soon.
"Young Soon, kenapa kau diam saja. Kita mau kemana ini?." Tanya Devian kembali.
"Kita ke sorum mobil saja. Soalnya aku mau beli mobil baru, dan bagaimana kalau kau belum motor juga, karena disana juga menyediakan sorum motor juga. Kan kita bisa jadinya naik motor masing masing. Dan kau bisa kemana mana. Bagaimana." Jawab Young Soon sekaligus bertanya.
"Baiklah, benar juga ide mu itu. Gas lah." Jawab Devian tersenyum, dan langsung menuju sorum kendaraan.
Sesampainya, merekapun langsung turun dari motornya. Dan langsung ke dalam.
"Salam kak, mau cari apa kak?." Tanya karyawan tersebut, sambil menundukkan badannya.
"Saya mau cari mobil lamborgini yang paling bagus disini, dan teman saya mau cari motor yang paling bagus di sini. Tolong tunjukkan padanya, motornya." Jawab Young Soon.
"Baik kak, mari tuan, kami tunjukkan kendaraan roda dua, yang paling bagus disini." Ucap karyawan lainnya kepada Devian, dan dan Devian mengikuti karyawan tersebut.
"Mari nona, kami tunjukkan kendaraan roda empat nya, yaitu Lamborgini yang nona inginkan." Ucap karyawan tersebut, menunjukkan kepada Young Soon.
"Ini adalah Lamborghini Veneno Roadster yag hanya diproduksi sebanyak sembilan unit saja. Selain karena diproduksi terbatas, Lamborghini Veneno Roadster juga memiliki spesifikasi super mumpuni mulai dari mesin, daya pacu, hingga bagian interiornya. Harganya hanya di 500M saja kakak ku sayang. Dan hanya tinggal ini yang tersisa di sorum kami." Ucap karyawan tersebut menjelaskannya.
"Wow, murah banget. Kalau begitu, saya ambil yang ini, lumayan bagus juga." Kagum Young Soon, sambil mengelus mobil tersebut.
"Baik kak, pembayarannya mau lewat mana kak?." Tanya Karyawan tersebut.
"Dari kartu ATM saja, ini." Jawabnya langsung memberikan kartunya.
"Baik kak, mohon ditunggu." Mengambilnya, dan menuju kasir untuk pembayaran.
Young pun mengelus mobil tersebut, dan mencoba masuk ke dalamnya. Di dalam mobil tersebut. "Gila sih, ini memang keren banget. Desain warna yang hitam, dan didalamnya penuh dengan fasilitas yang bagus. Tidak sia sia aku bekerja sebagai agen rahasia, ternyata dengan mudah aku bisa membeli mobil yang diimpikan oleh semua orang." Ucap batin Young Soon sangat bahagia, dan langsung keluar dari mobil tersebut.
Devian pun datang menghampirinya. "Young Soon, bagaimana dengan mobilnya. Apa kau sudah memilihnya?." Tanya Devian kepadanya.
"Sudah, ini dia mobil yang aku beli." Sahut Young Soon sambil tersenyum bahagia.
Devian pun menghampiri mobil tersebut, dan mengelusnya. "Gila, gila. Ini kan mobil yang hanya ada 5 unit di kota ini, dan dengan semudah itu kau membelinya. Sungguh menggilakan." Kagum Devian dengan desain mobil tersebut.
"Kalau aku suka, ya tentu aku akan membelinya dong, tidak mungkin aku pendam pendam. Suka beli." Ucap Young Soon langsung melipat kedua tangannya.
"Sudah tentunya. Dan aku cari harga yang standar saja deh, tapi bagus. Untung saja ada motor yang cukup bagus, hampir mirip dengan motormu, tapi desain nya yang sedikit beda. Dengan desain api dan tengkorak." Jawab Devian tersenyum tipis..
"Baguslah kalau begitu." Ujar Young Soon kembali tersenyum.
Karyawan pun langsung datang menghampiri Young Soon. "Pembayaran sudah selesai kak, ini kartunya saya kembalikan dan apa mobilnya mau dibawa sekarang, atau mau di kirim ke rumah?." Tanya karyawan tersebut.
"Kirim saja langsung ke rumah saya, ini alamatnya." Jawab Young Soon mengambil kartunya, dan memberikan kartu alamatnya.
"Baik kak, terima kasih banyak sudah datang ke sorum kami ini. Datanglah kembali kak." Menundukkan badannya, dengan bahagia.
"Oh ya mbak, kalau motor saya, saya langsung bawa saja. Bisa kan mbak?." Tanya Devian.
"Boleh banget kak. Tunggu saya ambilkan barang barang dari motor tersebut." Jawab Karyawan tersebut.
Setelah membereskan semuanya, Young Soon dan Devian langsung keluar dari sorum tersebut, dan naik ke motornya masing masing.
"Bagaimana menurutmu Young Soon, dengan motor baruku ini?." Tanya Devian yang sedang mengenakan helmnya.
Young Soon pun melihat motor baru Devian. "Bagus kok, cocok dengan dirimu yang tampan itu. Kalau begitu, mari pergi sekarang." Jawab Young Soon, jalan duluan.
Sontak Devian terdiam, dengan ucapan Young Soon. "Tampan, dia mengatakan diriku tampan. Hahahah." Ucap Devian tertawa dan pipinya memerah. Ia pun langsung menyusul Young Soon yang jalan duluan.
Di perjalanan, mereka samping sampingan. "Kita mau kemana lagi Young Soon?." Tanya Devian kembali.
"Makan aja yuk, lapar banget soalnya nih." Jawab Young Soon.
"Baiklah, kebetulan aku juga sangat lapar. Gas lah." Ujar Devian, dan mereka langsung menuju restoran terdekat.
Sesampainya, merekapun langsung turun, dan masuk ke dalam restoran tersebut. Di dalam, merekapun duduk berhadapan, dan langsung memesan makanan dan minuman masing masing.
Setelah memesan makanan dan minuman, Young Soon pun langsung melipat kedua tangannya. "Oh ya Young Soon, aku mau bertanya kembali kepadamu. Saat kita membakar rumah bos Vinson itu, dan kau terluka karena pengawalnya itu. Tapi, pada saat kau menghampiriku, kenapa lukamu langsung menghilang?." Tanya Devian masih mengingat kejadian aneh tersebut.
Sontak Young Soon diam, dan menatapnya. "Soal kejadian itu. Aku jadi terbayang pria itu lagi, yang membuat lukaku sembuh secara tiba tiba. Apa pria itu malaikat, yang datang untuk membantuku. Aku sendiri juga masih bingung. Karena kegelapan, aku tidak bisa melihat dengan jelas, wajah pria itu. Siapa dia sebenarnya." Ucap batin Young Soon sambil mengerutkan keningnya.
"Hei Young Soon, aku bertanya kepadamu. Kenapa kau malah diam saja, kau kenapa?." Tanya Devian menyadarkannya.
"Eh, tidak apa apa kok. Aku juga masih heran, kenapa lukaku tiba tiba hilang ya. Apa ada tuhan didekatku, dan dia menyembuhkan lukaku." Jawab Young Soon membuat lelucon.
"Gak waras luh. Mana ada tuhan secara tiba tiba langsung datang disampingmu. Benar benar aneh kau." Ucap Devian hanya bisa mengikuti saja ucapan Young Soon.
Saat mereka sedang mengobrol, tiba tiba ada yang masuk ke dalam restoran. Dan itu adalah