Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 29: Marah



Saat Bae bahagia dengan rencananya, yang sudah di rencanakannya bersama Min Hwa. Tiba tiba ada yang memanggilnya, dan ia adalah Min Hwa.


"Halo kak Bae, dan adikku. Kenapa kalian sampai melupakan aku sih." Tanya Min Hwa manja didepan mereka.


"Hem, anak ini begitu aneh. Dia mulai lagi di depan orang sampah seperti dia." Ucap batin Young Soon.


"Maafkan kami ya Min Hwa. Saya sebagai pacar Young Soon, harus berada di sampingnya. Yakan sayang." Ucap Bae kembali merangkul pinggang Young Soon.


"Tentu dong sayang. Kamu adalah pria yang paling tampan, yang pernah aku miliki, dan pria yang paling baik sedunia." Jawab Young Soon mau muntah mengatakannya.


"Sabarlah Min Hwa. Kau harus menahan emosi mu, didepan kak Bae. Tahan." Ucap Min Hwa menahan emosinya dan mengepalkan tangannya karena emosi.


"Yaudah sayang. Mending kamu pulang, karena sudah malam juga. Jangan sampai, kamu telat pulang." Jawab Young Soon mengelus pipi Bae.


"Iya sayang, selamat malam sayang."Ujar Bae memeluknya.


"Aku pulang dulu ya Min Hwa, dan kirimkan salam ku, kepada ibu dan ayah mu." Ucap Bae mengelus rambut Min Hwa dan Bae pun, langsung pergi dari rumah Young Soon.


Setelah Bae pergi. Young Soon pun langsung bergegas naik ke atas, untuk ke kamarnya. Saat mau naik ke atas, tiba tiba Min Hwa menahan tangannya. Sontak Young Soon berbalik badan.


Saat Young Soon berbalik badan, Min Hwa langsung menamparnya. "Plak." Bunyi tamparan tersebut.


"Eh, kenapa kakak menamparku sih?." Tanyanya sambil memegang pipinya.


Young Soon mendengar suara langkah kaki dari ruang kerja ayahnya. Young Soo langsung meliriknya, dan itu adalah ayahnya.


"Aku harus memainkan drama ini." Ucap batinnya langsung menatap wajah Min Hwa.


"Kenapa lagi lagi, kakak menamparku sih?." Tanyanya dengan memasang wajah menyedihkan.


"Masih nanyak lagi. Kamu itu sudah merusak pestaku. Semua tamu undangan, malah melihat ke arah mu semua, dan datang kepada mu semua. Padahal aku yang berulang tahun. Tapi kenapa semua malah mendatangi mu, dan mengajak mu mengobrol. Dasar!." Jawab Min Hwa dengan tegas.


"Ini juga bukan salahku kakak. Aku hanya mau cantik di acara mu, dan itu bukan kesalahanku." Jawabnya mengeluarkan air mata palsu.


"Eh, kenapa malah menangis. Padahal tadi, kau kelihatan sangat berani dan tidak takut apapun. Kenapa sekarang malah takut?." Tanya Min Hwa mencengkram pipi Young Soon.


Ayahnya yang melihat langsung kejadian tersebut. Langsung marah dan berteriak. "Min Hwa!." Teriak tegas ayahnya langsung menghampiri mereka berdua.


Min Hwa dan Young Soon, langsung melihat ke arah ayahnya. Min Hwa yang kaget, langsung melepaskan cengkraman nya dan menjauh.


"Eh, ayah.Ada apa ayah?." Tanya Min Hwa.


Ayahnya langsung menampar Min Hwa. "Plak."


"Ayah, kenapa ayah menamparku begini?." Tanya Min Hwa mulai ketakutan.


"Beraninya kau menampar anakku. Dia anak kandung mu." Jawab ayahnya dengan tegas.


Ayah Young Soon, langsung menghampirinya. "Apa kamu baik baik saja nak?." Tanya ayahnya kepada Young Soon.


"Aku baik baik saja kok ayah. Sudahlah ayah, jangan di besar besarin masalahnya." Jawab Young Soon.


Min Hwa hanya diam dan menundukkan kepalanya. "Dia kenapa sayang, kenapa dia duduk di lantai?." Tanya Min Soo kepada Park Young.


"Ajarin anak mu, untuk sopan santun, kepada anakku. Beraninya dia menampar anakku, dan membuat anakku menangis." Jawab Park Young dengan tegas dan menunjuk nunjuk Min Hwa.


"Apa yang kamu lakukan kepada Young Soon sayang?." Tanya ibunya langsung menatap wajah Min Hwa.


"Aku hanya melakukan, hal yang sepantasnya aku lakukan. Karena dia mencoba mengacaukan, pesta ulang tahunku, dengan memakai gaun yang lebih cantik dariku." Jawab Min Hwa sambil menangis.


"Itu salah Young Soon sendiri sayang. Dia yang mencoba mengacaukan acara Min Hwa. Jadi dia berhak begitu dong sayang." Ucap Min Soo kepada Park Young.


"Jadi, kau menyalahkan anakku. Enak saja kau." Park Young mau menampar Min Soo, tapi tangannya dihentikan oleh Young Soon. Sontak ayahnya melihat ke arahnya.


"Sudahlah ayah, jangan terburu buru. Tahan emosi ayah itu. Mending, antarkan aku ke kamar saja. Yuk ayah." Ucap Young Soon kepadanya.


"Baiklah sayang. Kali ini, aku memaafkan mu ya. Jangan sampai, aku lihat kau seperti ini lagi, kepada anakku." Ucap Park Young tegas dan menuntun Young Soon.


"Kau baik baik saja sayang?." Tanya Min Soo kepada Min Hwa.


"Aku tidak apa apa kok bu." Jawabnya sambil merapikan pakaiannya.


Min Hwa pun melihat ke arah Young Soon dan Young Soon membalikkan kepalanya dan memberikan ejekan berubah mengeluarkan lidahnya. "Wle." Ejek Young Soon kepada Min Hwa dan Young Soon kembali fokus ke depan.


"Dasar, beraninya dia membuatku begini, dan sampai sampai, aku di tampar oleh ayah." Marah Min Hwa.


"Sabarlah sayang. Kau harus menahan emosi mu, atau rencana kita akan gagal nanti." Ucap ibunya menenangkannya.


"Mending kita ke kamar sekarang. Yuk." Langsung menuntun Min Hwa ke kamarnya.


Disisi lain. Ayah Young Soon, sudah mengantarkannya ke depan kamarnya. "Terima kasih banyak ayah, karena sudah repot repot, mengantarkanku." Ucap Young Soon tersenyum.


"Ini juga salah ayah, karena tidak melindungi mu, dari kakak dan ibu tiri kamu. Kalau ada apa apa, katakan saja ada apa apa, katakan saja pada ayah yang sayang." Jawab ayahnya mengelus rambut Young Soon.


"Aman ayah, aku bisa menjaga diriku kok. Kalau begitu, selamat malam ayah dan aku sangat menyayangi ayah." Ucap Young Soon tidak lupa untuk memeluk ayahnya.


"Selamat malam juga sayang, dan ayah sangat mencintai mu." Jawab ayahnya bahagia.


Young Soon pun langsung masuk ke kamarnya dan duduk di ranjangnya. "Gak enak banget, pura pura jadi polos dan tidak berguna, seperti tadi. Tapi aku harus menjalani ini semua, agar rencanaku berhasil. Mana si tangan kurapan itu, pakai nyentuh wajahku lagi. Jijik banget." Mengambil tisu basah, dan membersihkan wajah, bekas tangan Min Hwa.


"Aku mandi aja deh. Semua badanku, sudah di penuhi dengan manusia kotor." Langsung bangkit dan menuju kamar mandi.


Setelah menghabiskan beberapa jam, hanya untuk mandi. Young Soon pun, selesai mandi dan sudah berpakaian tidur. Ia langsung duduk di ranjangnya. "Gini kan enak, sudah jauh dari kotoran hewan itu tadi." Ucapnya tersenyum.


Young Soon pun langsung mengambil ponselnya dan membuka ponselnya. Tiba tiba masuk notifikasi yang begitu banyak, dan itu adalah komentar dari netizen tentang fotonya itu.


"Astaga, baru juga beberapa jam. Sudah seramai ini." Kagum Young Soon, langsung mengecek komentar yang ada.


Saat Young Soon melihat komentarnya, ternyata,