Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 47: Menyiapkan Pernikahan



"Kau, kenapa kau melakukan hal ini kepada kami?." Tanya Fane.


"Kenapa kau malah menanyakan hal itu. Seharusnya kau sadar, kalau semua ini karena kesalahan mu sendiri. Nikmatilah hidup mu yang memalukan ini." Jawab Young Soon berjongkok dan mengelus rambut Fane.


Setelah itu, Young Soon pun langsung berdiri dengan tegap kembali. "Maafkan saya ya nak Devian. Karena kami kurang mendidik murid murid bodoh seperti mereka.


"Saya akan mengganti semua biaya yang sudah mereka lakukan kepada mu. Karena mereka melakukan pembullyan nya di Universitas ini.


"Saya sebagai kepala Universitas ini sangat malu. Dan akan memberikan beasiswa gratis kepada mu, selamanya. Jadi, jangan khawatir lagi Dan saya akan langsung mengetatkan Universitas ini, agar tidak terjadi hal seperti ini lagi." Ucap pak kepala kepada Devian.


"Tidak apa apa pak. Saya sangat berterima kasih kepada anda. Dan ini semua tidak akan terjadi, kalau tidak ada Jova. Ia yang sudah memberantas semua kebenaran ini." Jawab Devian tersenyum.


"Siapa nama mu?." Tanya pak kepala.


"Masa pak kepala melupakan saya. Nama saya adalah Jova, murid baru disini." Jawab Young Soon menjelaskannya.


"Ouh iya. Kau adalah murid baru disini. Terima kasih, karena sudah membantu kami untuk memberantas semua masalah di Universitas ini." Ucap pak kepala menundukkan kepalanya.


"Sama sama pak. Kalau begitu, saya harap anda memberikan hukuman yang setimpal kepada mereka. Kalau begitu, saya permisi." Ucap Young Soon langsung keluar dari ruang dosen tersebut.


"Saya juga permisi pak. Dan berikan hukuman yang setimpal kepada orang orang yang sudah merusak nama baik Universitas ini." Ucap Devian juga langsung keluar dari ruang dosen tersebut.


Saat Young Soon mau menuju kelasnya. Tiba tiba Devian langsung muncul di hadapannya. Sontak Young Soon berhenti, dan menatapnya. "Ada apa?." Tanyanya langsung melipat kedua tangannya.


"Kau sudah membantuku selama ini. Apa nanti malam kau punya waktu. Aku ingin mengajak mu makan malam bersama?." Tanyanya.


"Kalau gratis aku mau." Ucapnya.


"Tentu saja, aku yang akan mentraktir mu makan malam. Bagaimana?." Tanyanya kembali.


Tapi, hari ini aku sangat sibuk. Bagaimana kalau besok saja, dan kirimkan lokasinya besok hari." Ucapnya sambil menaikkan alisnya.


"Baiklah. Aku akan mengirim lokasinya besok hari. Dan terima kasih banyak atas selama ini." Ucapnya tersenyum bahagia.


Sore pun tiba. Dimana Young Soon langsung pulang dengan cepat, karena dia ada janji dengan keluarga Bae untuk membahas soal pernikahan mereka.


Sesampai rumah. Ia pun langsung turun dari motornya, dan sudah melihat ada mobil keluarga Bae yang sudah terparkirkan di depan rumahnya. Ia pun langsung masuk kedalam.


"Aku pulang." Ucapnya langsung menghampiri ayahnya yang sudah duduk di sofa bersama keluarga Bae, termasuk Bae.


"Kamu dari mana saja sayang. Ayah mencari mu tahu?." Tanya ayahnya.


"Tadi ada urusan sebentar di luar ayah, dan sangat mendadak. Aku harus mengurusnya." Jawabnya dengan senyuman.


"Maaf membuat kalian menunggu lama, karena tadi benar benar ada urusan yang sangat mendadak."Ucapnya.


"Tidak apa apa Young Soon. Kami juga baru sampai kok." Jawab Bae tersenyum bahagia dengannya.


"Ck, dasar pria bodoh. Malas banget kalau melihat dia." Ucap batin Young Soon menahan emosinya.


"Minuman kalian sudah datang." Ucap Min Hwa langsung memberikan sebuah teh kepada keluarga Bae, dan ia berdiri di samping Bae.


Bae pun memegang bokong Min Hwa dari belakang dengan sembunyi sembunyi. Young Soon pun langsung menyadarinya dan meliriknya. "Dasar bodoh. Apa yang mereka lakukan. Dasar manusia bodoh.


"Ayah, ayah jangan minum teh dulu. Karena ayah kan masih dalam keadaan memiliki penyakit gula. Jangan ya ayah. Ini demi pernikahanku." Ucap Young Soon tahu kalau di dalam teh ayahnya sudah di berikan racun yang berkepanjangan di dalam tubuh.


"Baiklah, ayah tunggu disini dulu. Aku akan membuatkan segelas kopi untuk ayah." Langsung menuju dapur untuk membuatkan kopi untuk ayahnya.


"Kenapa dia tidak mengizinkan ayah meminum teh itu. Padahal aku sudah menaruh racun di dalamnya. Bagaimana ini." Ucap batin Min Soo sambil memandangi teh tersebut.


"Sudahlah, waktu masih panjang, dan besok aku harus menyuruh ayah meminum teh." Ucap batin Min Hwa langsung bertatapan dengan ibunya.


Young Soon pun selesai membuat kopinya, dan langsung meletakkannya di atas meja di dekat ayahnya. "Ini ayah, di minum kopi buatan ku." Ucap Young Soon kembali duduk.


"Terima kasih banyak sayang." Meminum kopi tersebut.


"Sama sama"


"Aku sudah tahu dengan kejahatan kalian dan kebusukan kalian." Ucap batin Young Soon tersenyum tipis dan berpura pura tidak melihatnya.


"Min Hwa, kau dekat ayah sini." Ucap ayahnya memanggilnya, dan Min Hwa langsung duduk di samping ayahnya dan menjauh dari Bae.


"Baik pak, kita langsung saja ke pembicaraan penting kita. Bagaimana waktu yang tepat untuk hari pernikahan anak kita?." Tanya Park Young.


"Bagaimana kalau bulan depan, dan di tanggal awal. Itu adalah tanggal yang membahagiakan. Bagaimana pak Park Young." Ucap pak Chu Bae.


"Benar juga yang anda katakan itu. Itu adalah tanggal yang sangat baik. Saya akan sangat suka dengan itu." Tersenyum pak Park Young kepada keluarga Bae.


"Kita akan segera menikah sayang." Ucap Bae mengelus tangan Young Soon.


Young Soon pun langsung menatapnya. "Iya sayang, dan kita akan hidup bahagia." Jawabnya ikut mengelus tangan Bae.


Min Hwa yang melihatnya pun langsung cemburu dan menahan emosinya dengan mengepalkan kedua tangannya. "Sabar Min Hwa, kau akan mendapatkan Bae, karena dia sudah cinta mati pada mu." Ucap batin Min Soo hanya bisa melirik mereka berdua.


Young Soon pun melirik Min Hwa yang melihat tangan Bae mengelus tangan Young Soon. "Ck, dasar bodoh. Aku juga tidak mau, tanganku di pegang oleh buaya darat sepertinya. Dasar bodoh, kalian memang cocok untuk menjadi sepasang suami istri yang menjijikkan." Ucap batin Young Soon merasa jijik.


"Kalau begitu, mari kita makan malam bersama dulu. Karena istri saya sudah memasakkan makanan yang enak malam ini." Ucap Park Young langsung berdiri dan merekapun langsung makan malam bersama.


Di meja makan. "Jeng, kapan anak kamu ini menikah juga, seperti adiknya?." Tanya istri Chu Bae yang bernama Min Seok.


"Dia belum mau menikah jeng. Katanya dia mau fokus mencari pekerjaan dulu, dan membanggakan kedua orang tuanya." Jawab Min Soo tahu dengan rencana Min Hwa.


"Benar banget tante. Saya mau fokus mencari pekerjaan dulu." Ucap Min Hwa kepadanya.


"Ouh, padahal kamu secantik ini lho. Kenapa belum menikah. Tapi jawaban kamu, sungguh mengesankan, saya suka itu." Ucap Min Seok tersenyum.


Selesai mereka makan bersama. Keluarga Bae pun bergegas untuk pulang. "Besok Young Soon dan Bae akan memilih gaun pernikahan yang indah. Besok kau harus menemani Young Soon. Kau mengerti." Ucap pak Chu Bae kepada Bae.


"Iya ayah. Aku akan menemani calon istriku yang paling seksi ini." Jawab Bae memeluk pinggang Young Soon.


"Baiklah, kalau begitu kami duluan ya pak Park Young dan sampai jumpa di hari pernikahan kalian nak Young Soon." Ucap pak Chu Bae langsung masuk ke dalam mobil bersama istrinya.


"Aku duluan ya sayang. Dan sampai jumpa besok." Ucap Bae melambaikan tangannya.


"Sampai jumpa juga sayang." Ucapnya mengedipkan matanya, dengan wajah menggoda.


"Apa kamu bahagia sayang?." Tanya ayahnya kepada Young Soon.


"Aku,