
"Ada apa Young Soon?." Tanyanya langsung membuka helmnya.
"Di sana ada yang sedang mengganggu kakek tua. Kita harus membantunya, sepertinya mereka begal deh." Jawab Young Soon langsung turun dari motornya.
"Yaudah gas lah." Ucap Devian ikut dengan Young Soon, dan mereka langsung menghampiri remaja tersebut.
"Hei!." Teriak Young Soon, dan sontak remaja tersebut langsung berbalik badan, dan menatap wajah Young Soon.
"Siapa kau, mau ikut campur saja?." Tanya remaja remaja tersebut, sambil tersenyum tipis.
"Mau kalian apakan kakek tua itu. Jangan ganggu orang tua deh, sini lawan aku." Jawab Young Soon.
"Kau wanita, mana bisa melawan pria sebesar kami. Paling kau hanya bisa main di ranjang saja. Hahahah." Ucap remaja remaja tersebut, sambil tertawa mengejeknya.
"Ck, Devian hajar." Perintah Young Soon, sambil memanggilnya dengan tangannya.
Devian pun langsung maju, dan remaja remaja tersebut, langsung berkelahi dengan Devian. Remaja tersebut berjumlah 5 orang.
Selang beberapa menit, remaja remaja tersebut langsung kalah dan tergeletak di tanah.
Young Soon pun menghampiri mereka, dan memijak kepala salah satu bos nya. "Mau lagi kah?." Tanya Young Soon tersenyum miring.
"Ampun kak, ampun kak. Kami tidak akan mengganggu orang tua lagi." Langsung ketakutan melihat tatapan mengerikan dari Young Soon, dan mereka langsung bertekuk lutut.
"Pergilah, atau kalian akan habis dalam genggamanku." Ucap Young Soon.
Remaja remaja tersebut langsung pergi dari tempat tersebut, dan Young Soon menghampiri kakek tua tersebut.
"Apa kakek baik baik saja?." Tanya Young Soon sambil tersenyum.
"Kakek baik baik saja kok cu. Terima kasih banyak, karena sudah membantu kakek." Jawab kakek tersebut, ikut tersenyum.
"Kakek mau kemana, sampai di ganggu oleh anak remaja tadi?." Tanya Devian juga.
"Tadi kakek mau arah pulang, tapi tersesat dan jadinya di ganggu oleh remaja remaja itu tadi. Apa kamu bisa mengantarkan kakek ke rumah kakek." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Dimana rumah kakek emangnya. Dan dimana keluarga kakek, masa dia membiarkan orang tua berada di jalan malam begini?." Tanya Young Soon kembali.
"Anak kakek sudah meninggal dan kakek hidup sendiri sekarang. Jadinya kakek tidak punya siapa siapa." Jawab kakek tua tersebut.
"Kalau begitu, mari Young Soon antarkan kek. Kakek sama teman saya saja. Mari kek." Ajak Young Soon, dan mereka langsung menjemput motor mereka, dan Devian langsung membonceng kakek tersebut.
"Menarik juga dia ternyata." Ucap pria yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut.
Di perjalanan. "Rumah kakek dimana kek?." Tanya Young Soon yang berada di sampingnya.
"Rumah kakek tidak jauh dari sini kok cu, dekat jalan sana." Jawab kakek tersebut, sambil menunjuknya.
Sesampainya, mereka langsung berhenti, dan langsung turun bersamaan.
"Terima kasih banyak ya cu, karena sudah mau mengantarkan kakek sampai ke rumah. Kalau begitu tidak ada kalian, mungkin saja kakek akan tersesat dan tidak bisa pulang." Tersenyum kakek tersebut.
"Sama sama kek, kalau begitu kami pulang duluan ya kek. Dan ini ada uang untuk kakek, kiranya bisa untuk makan kakek beberapa hari. Di terima ya kek, dan tidak perlu segan. Kalau begitu, kami pergi dulu kek." Ucap Young Soon ada uang cash dan langsung memberikannya kepada kakek tersebut.
"Terima kasih banyak sekali cu, kalian memang anak yang baik. Semoga kalian selamat sampai tujuan." Melambaikan tangannya, dan ikut tersenyum.
Young Soon dan Devian langsung pergi dari rumah kakek tersebut.
"Kita cari aja dulu, mana tahu ketemu kan." Sahut Devian sambil tersenyum.
Tiba tiba saja ada suara ngabers motor, dan sontak Devian langsung berhenti secara tiba tiba. "Berhenti Young Soon," ucap Devian, dan Young Soon langsung berhenti.
"Ada apa sih Devian?." Tanya Young Soon langsung menatap wajah Devian.
"Itu ada yang balap liar di sana, kan kamu bilang mau cari balap liar. Mending kita langsung ke sana saja, untuk ikutan." Jawab Devian sambil menaikkan alisnya.
"Wow, sungguh suatu keajaiban ini. Baru saja aku katakan ingin balap liar, eh terkabul juga. Yuklah gas." Ucap Young Soon menuju balapan liar tersebut.
Sesampainya, mereka berdua langsung turun dari motor, dan menghampiri balapan liar tersebut.
Tiba tiba saja ada seorang pria yang menaiki motor termahal di kota ini, dan dia benar benar tampan, meskipun masih mengenakan helmnya.
Sontak semua wanita yang ada bersorak. "Wah, dia tampan banget." Ucap wanita wanita gatal tersebut.
"Siapa dia." Bisik Young Soon, sambil melipat kedua tangannya.
"Gak tau tuh, aku juga gak tahu siapa dia. Karena dia masih mengenakan helmnya." Jawab Devian ikut berbisik.
Saat itu juga pria itupun langsung membuka helmnya, dan terlihat seluruh wajahnya yang tampan tersebut. Semua wanita langsung pingsan melihat ketampanannya.
Dan Young Soon juga kaget, melihat wajah pria tersebut. Karena pria tersebut adalah mafia yang di tunjukkan oleh bos Zax, sekaligus pria yang pernah ia cium, tapi tidak tahu, karena wajahnya tertutup kegelapan, jadi tidak begitu terlihat.
"Astaga, dia kan mafia kejam di kota ini. Kenapa dia bisa muncul di balapan ini, jarang jarang dia menampakkan dirinya." Ucap Young Soon sedikit kaget.
"Kau tahu dari mana?." Bisik Devian di sampingnya.
"Aku tahu, saat bos Zax mau memberikan misi waktu itu. Dia menunjukkan foto pria ini, katanya dia adalah mafia terkejam di kota ini sih. Kenapa dia bisa muncul di sini, kan katanya dia masih menyelesaikan misinya. Menganehkan." Jawab Young Soon sambil mengerutkan keningnya.
Tiba tiba saja, pria tersebut langsung menatap wajah Young Soon. Dan sontak Young Soon melihat sekitarnya, dan ternyata pria tersebut memang memandangnya.
"Kenapa dia menatapku seperti itu, mengerikan banget memang tatapannya." Ucap batin Young Soon langsung menaikkan alisnya.
Pria itupun mengedipkan sebelah matanya, lalu tersenyum. "Apaan sih pria ini, mau aku tinju aja rasanya." Kesal Young Soon langsung mengejeknya, dengan mengeluarkan lidahnya, dan berekspresi jelek.
"Kalau begitu, perhatian semuanya. Adakah yang mau balapan dengan pria yang sangat ahli di dalam balapan ini. Ayo, tunjuk tangan." Ucap salah satu pria.
Young Soon pun langsung mengangkat tangannya. "Wow, seorang wanita. Mari maju." Panggil pria tersebut.
Young Soon pun langsung maju ke depan, sambil melipat kedua tangannya. "Omong omong, nama anda siapa kak?." Tanya pria tersebut, sambil tersenyum.
"Ehm, nama saya Jova. Apa hadiah utamanya?." Jawab Young Soon, sekaligus bertanya.
"Hadiah pertama, berupa uang tunai senilai 800M." Jawab pria tersebut.
"Itu saja?." Tanya Young Soon, sambil menaikkan alisnya.
"Akan saya tambahkan dengan motor ini. Bagaimana cantik?." Jawab pria tersebut, yang menggoda Young Soon tadi.
"Wah, lumayan juga nih. Kalau begitu, gas lah." Jawab Young Soon langsung tersenyum, dan langsung naik ke motornya.
"Baguslah, kalau begitu, mari kita mulai balapannya sekarang." Ucap pria pemegang bendera, dan langsung meniup peluitnya.
Saat Young Soon sedang mengenakan helmnya, tiba tiba saja