
Di dalam gedung terbengkalai. Young Soon dan Devian bertemu, dan mereka saling bertatapan. "Kau hebat Devian. Mari kita habisi mereka bersama." Tersenyum Young Soon, sambil menembaki penjaga tersebut, dan menendang penjaga yang ada, dengan kekuatannya.
"Ini semua berkatmu Young Soon. Aku pandai sekarang, memainkan pistol dan menggunakannya. Mari kita fokus ke pekerjaan kita dulu." Ikut tersenyum Devian, dan mereka kembali fokus dengan penjaga yang ada dan semakin keluar penjaga yang lainnya.
Tiba tiba saja. Saat Young Soon sedang menembak dan menggunakan kekuatannya. Tiba tiba, ada penjaga yang mengeluarkan pisaunya, dan langsung menggores tangan Young Soon.
Sontak darah Young Soon langsung keluar dari tangannya. "Auh," sakit Young Soon, dan tiba tiba saja ia merasakan hal aneh.
"Sial. Kurang ajar kau," marah Young Soon, langsung menembak pria yang melukai tangannya. Young Soon menembaknya hingga mati.
Young Soon pun terjatuh, ke lantai. Karena badannya sangat lemah. "Sial, kenapa denganku. Gara gara darah ini keluar, aku jadinya lemah begini. Bagaimana ini. Astaga." Lemah Young Soon, sambil memegang luka yang ada di lengan tangannya.
Wajah Devian juga ikut terkena darah. Dan setelah semua tewas di hadapan mereka. Devian pun menghampiri Young Soon. "Kau kenapa Young Soon?" tanya Devian langsung jongkok dan sedikit cemas dengannya.
"Lengan tanganku terkena pisau, dan lukanya cukup banyak. Sial, gara gara pria itu tadi. Dan entah kenapa, aku jadi lemah begini." Jawab Young Soon, sambil menahan lukanya.
"Kalau begitu, kau tidak perlu melawan lagi. Biar aku saja yang menghabisi yang lainnya." Ucap Devian sambil tersenyum.
"Tidak. Aku akan membantumu, dan aku tidak akan meninggalkanmu. Karena kita adalah satu tim." Tolak ucapan Devian.
"Baiklah. Tapi kau harus ada disisiku. Berdirilah dibelakangku, dan kita tembak mereka bersama." Ujar Devian langsung membantu Young Soon berdiri.
Young Soon yang tidak sanggup berdiri, karena ia sangat lemah. Akibat darah yang sangat banyak keluar, di lengan tangannya.
"Kau baik baik saja Young Soon. Kan sudah aku katakan, kalau kau duduk saja di sini." Cemas Devian kepadanya.
"Tidak apa apa. Aku bisa sendiri," kembali berdiri, dengan dibantu Devian.
Siapa sangka. Ternyata ada penjaga lainnya yang berdiri dibelakang Young Soon. Dan penjaga tersebut, sudah menyondongkan pistolnya. Sontak Devian menyadarinya.
Penjaga tersebut sudah menarik pelatuknya, dan keluarlah peluru yang mengarah ke belakang punggung Devian.
"Awas Young Soon," teriak Devian, dan langsung membalikkan Young Soon ke belakang badannya. Dan peluru tersebut, langsung tertembak di bagian jantung Devian.
"Akh," sakit Devian.
"Devian!" teriak Young Soon dengan kencang.
Devian pun langsung terjatuh, dan Young Soon menatap wajah penjaga tersebut dengan penuh dendam. Ia mengeluarkan pistolnya, dan langsung menembak penjaga tersebut dengan banyak peluru.
Setelah semua penjaga mati, termasuk bos mereka. Devian pun jatuh ke dalam paha Young Soon, dan Young Soon cemas dengannya. "Devian, kau harus kuat. Kita akan langsung ke rumah sakit. Kau harus kuat Devian." Ucap Young Soon sambil memegang pipi Devian.
"Maafkan aku Young Soon, aku hanya bisa sampai di sini saja. Terima kasih karena sudah menjadi bos yang baik bagiku. Dan hadirnya dirimu, itu membuat hidupku menjadi lebih berwarna." Jawab Devian memegang pipi Young Soon.
"Aku bahagia ada disisimu Young Soon. Selamat tinggal," tersenyum Devian, dan Devian meninggal dunia.
"Auh, kenapa kepalaku sangat pusing. Aduh, sakit banget." Memegang kepalanya, dan benar benar merasakan sakit kepala yang begitu hebat.
Tiba tiba datanglah Tyger Carl, "Young Soon, kau kenapa?" tanya Tyger Carl yang sudah berlumuran darah, dan langsung menghampirinya.
"Tyger Carl," Young Soon pingsan, tepat diperlukan Tyger Carl.
Keesokan paginya. Dimana Young Soon terbangun. "Argh," terbangun dengan kaget.
Melihat sekitar, "dimana aku ini, dan kenapa aku di sini?" bertanya tanya, dan melihat ada Tyger Carl yang duduk dikursi, sambil melipat kedua tangannya.
"Kau sudah bangun?" tanya Tyger Carl kembali tersenyum.
Young Soon melihat luka yang ada dilengan tangannya. Dan tidak ada luka goresan pisau. "Kemana luka yang ada dilenganku?" tanyanya kepada Tyger Carl.
"Aku juga tidak tahu. Saat kau pingsan, aku langsung membawamu ke rumah sakit, dan dokterlah yang menanganimu. Apa ada rasa sakit lagi?" Jawab Tyger Carl sekaligus bertanya.
"Aneh. Mana mungkin kalau dijahit langsung hilang dan mulus seperti ini. Seperti tidak ada luka goresan sama sekali. Apa benar dokter yang menanganinya." Ucap batin Young Soon bingung.
"Sebenarnya akulah yang menyembuhkan lukamu sayang. Tapi aku belum bisa menceritakannya kepadamu. Karena kau masih lemah begini." Dalam hati Tyger Carl, sambil tersenyum tipis.
Kemarin malam, "kenapa dia bisa pingsan begini. Dan kenapa banyak luka dilengan tangannya." Melihat lengan tangan Young Soon, dan terdapat luka goresan yang dalam.
"Sial. Mereka melukai wanitaku. Oh ya, waktu itu, saat kejadian itu juga, aku menciumnya, dan muncul cahaya dari luka tersebut. Mungkin saja ini akan menyembuhkan lukanya juga." Ucap Tyger Carl langsung mencium Young Soon, dengan dalam.
Tiba tiba saja, ada sebuah cahaya yang muncul dilengan tangan Young Soon. Dan Tyger Carl melirik cahaya tersebut. Tiba tiba saja luka tersebut menghilang, dan tidak ada goresan lagi dilengan tangan Young Soon.
"Tidak salah lagi. Wanita ini benar benar ajaib, dan memiliki kekuatan super. Aku harus membawanya ke rumah sakit, dan membawa Devian ini juga. Sabarlah sayang, kau akan baik baik saja." Langsung membawa Young Soon dan Devian ke rumah sakit, dengan bantuan anak buahnya. Dan anak buah lainnya, mengurus orang yang disandera.
Kembali ke sekarang, "hei Tyger Carl. Ada apa denganmu, kenapa kau melamun?" tanya Young Soon menyadarkannya.
"Eh, ada apa sayang?" tanya balik Young Soon.
"Ouh ya, bagaimana dengan Devian. Dimana Devian Tyger?" tanya Young Soon kembali.
"Dia ada di ruangan mayat, dan akan dilaksanakan pemakaman. Apa mau lihat?" Jawab Tyger Carl sambil menawarkannya.
"Aku mau lihat," jawab Young Soon langsung turun dari tempat tidur, dan Tyger Carl membantunya dengan duduk dikursi roda.
"Duduklah di kursi roda, biar kamu baik baik saja sayang." Ucap Tyger Carl langsung mendorong kursi roda, dan menuju ruang mayat.
Sesampai ruang mayat. Mereka berdua langsung masuk ke dalam, dan melihat Devian yang sudah terbaring.
Young Soon dan Tyger Carl, langsung menghampiri Devian yang sudah meninggal dunia. "Maafkan aku ya Devian. Karena aku