
Tiba tiba saja ponselnya berdering, dan itu adalah panggilan dari ayahnya. Young Soon pun langsung mengangkatnya.
"Halo ayah sayang, ada apa ayah?." Tanyanya dengan santai.
"Kamu tahu kan, kalau hari ini adalah hari pernikahan kamu. Kenapa kamu tidak pulang, bagaimana sih." Jawab ayahnya dengan tegas.
"Ayah jangan marah dong ayah, nanti jantung ayah sakit lagi. Ini aku sudah mau kesana kok ayah, jadi ayah tenang saja." Jawab Young Soon dengan bahagia.
"Baiklah, ayah akan menunggu mu. Cepatlah kembali." Ucap ayahnya.
"Siap ayah, aku sayang ayah." Ujar Young Soon.
"Ayah sayang kamu juga."
Young Soon mematikan ponselnya, dan langsung keluar dari kamar. "Devian, aku mau pulang dulu ya. Soalnya hari ini adalah hari pernikahanku." Ucap Young Soon mengambil helmnya, dan langsung mengenakannya.
"Hah, hari pernikahanmu. Kalau hari ini adalah hari pernikahanmu, kenapa kau sesantai ini?." Tanyanya bingung.
"Terus mau bagaimana lagi, apa mau lompat lompat, atau ketakutan karena akan diterkam di malam pertama. Aneh kau, kalau begitu aku pergi dulu, dan jangan lupa datang ke acara pernikahanku sekarang. Dah." Jawab Young Soon melambaikan tangannya, dan langsung kembali ke rumah, dengan motornya.
"Anak itu benar benar aneh. Tapi kenapa dia cepat sekali menikah, padahal aku sudah mau mempunyai rasa kepadanya. Oh tuhan, cobaan apa ini." Ucap Devian drama dan kembali mengemil cemilannya.
Disisi lain, Young Soon pun sampai di rumahnya karena ngebut ngebutan. Ia pun langsung turun dari motornya, dan melihat luaran rumahnya yang sudah dihiasi oleh karangan bunga yang indah.
"Ck, kenapa sampai sebegini nya sih. Tapi gapapa deh, karena aku juga sudah menyiapkan hadiah yang akan membuat semua tamu kagum dengan hadiah yang aku berikan untuk Bae dan kakak kesayanganku." Ucap batin Young Soon langsung masuk ke dalam rumah.
"Aku pulang." Ucapnya.
Sontak Min Hwa, Min Soo, dan ayahnya langsung menatapnya. "Syukurlah kamu sudah pulang sayang. Mari kita langsung ke ruang rias, agar kamu cepat dirias." Ucap Min Soo kembali berakting didepannya.
"Baiklah bu, kalau begitu aku duluan ya ayah." Kembali melambaikan tangannya, dan langsung masuk ke ruang rias.
Di ruang rias, sudah ada pengrias pengantin terbaik. "Kamu duduk disini sayang, dan kamu, cepat rias anak saya secantik mungkin. Agar mempelai pria tidak kecewa melihatnya nanti." Perintah Min Soo.
"Baik nyonya, kami akan berusaha sebaik mungkin, untuk membuat nona Young Soon cantik dan elegan." Menundukkan badannya.
"Kalau begitu, kamu Min Hwa temani adikmu. Ibu masih banyak pekerjaan lainnya. "Langsung keluar dari ruang rias.
"Adikku tersayang, kamu akan hidup bahagia bersama pria yang mencintai kamu. Kakak doakan, kalian cepat memiliki anak, dan hidup bahagia selamanya. "Ujar Min Hwa berakting didepannya.
"Aku berharap, kalau kamu mati dan aku yang akan menikah dengan Bae, dan hidup bahagia. Bukan kamu wanita jelek." Ucap batin Min Soo bermuka dua.
"Terima kasih banyak kak, tentunya aku dan Bae akan hidup bahagia. Karena dia sangat mencintaiku." Jawab Young Soon ikut tersenyum.
"Aku tahu kalau ini hanya akalanmu saja. Sebenarnya aku sangat sakit hati, kalau aku menikah dengan Bae. Dasar wanita murahan." Ucap batin Young Soon juga, sambil tersenyum miring.
"Kalau begitu, bisakah kakak memilihkan mahkota yang cocok untukku?." Tanya Young Soon memainkan triknya.
"Baiklah, kakak akan memilihkan mahkota yang paling cantik untukmu adikku sayang." Langsung memilihkan mahkota yang sudah tertata rapi di lemari kaca.
"Baiklah kak, kalau begitu, ini saja mahkotanya." Perintah Young Soon kepada pengrias tersebut.
"Baik non." Ucap pengrias tersebut, sedang merias wajah Young Soon.
Setelah 1 jam berlalu, dimana Young Soon sudah dirias sangat cantik, dan sudah mengenakan gaun yang sangat indah. "Bagaimana non menurut anda?." Tanya pelayan lainnya.
"Sangat bagus, saya suka ini. Kalau begitu, tolong riaskan kakaknya saya. Buat dia secantik mungkin, karena dia adalah kakak saya." Jawab Young Soon.
"Terima kasih banyak adikku tersayang. Kakak sangat menyayangimu." Langsung memeluk Young Soon.
"Sama sama kak, oh ya pelayan, tolong bantu aku ke kamar." Ujar Young Soon.
"Baik non." Langsung memegang belakang gaun Young Soon, dan Young Soon langsung menuju kamarnya.
Sesampai kamarnya," kamu tunggu disini dulu. Ada yang mau saya ambil di kamar saya." Ucap Young Soon langsung masuk dan menutup pintu kamarnya.
Di dalam kamarnya, Young Soon mengambil flashdisk, yang sudah ia masukkan video video dimana Min Hwa sedang bermesraan dengan Bae. "Dengan begini, kalian akan malu. Ini baru permulaan." Ucap Young Soon tersenyum tipis, dan langsung memegangnya dengan erat, lalu keluar dari kamarnya.
"Mari kita kembali ke ruang rias." Ucap Young Soon bersama pelayan tersebut, langsung kembali ke ruang rias.
Sesampainya, Young Soon pun masuk ke dalam, dan melihat Min Hwa sudah dirias lebih cantik dari dirinya. "Ck, aku tahu trik wanita ini, agar aku dikatakan tidak cantik darinya. Dasar wanita irian." Ucap batin Young Soon duduk disofa.
"Eh, adik kakak. Bagaimana menurut kamu wajah kakak ini?." Tanya Min Hwa.
"Sangat cantik kok kak, bahkan lebih cantik dariku. Pasti akan banyak pria yang tertarik denganmu." Jawab Young Soon sambil melipat kedua tangannya.
"Memang akulah yang meminta penata wajah ini, untuk merias wajahku lebih cantik darimu. Agar tamu yang datang, dan bahkan pengantin pria mu itu, tertarik denganku, dan terus memujiku. Kita lihat saja nanti Young Soon, kau akan malu." Ucap batin Min Hwa tersenyum licik.
Tiba tiba ada yang masuk dan ia adalah Bae. "Halo sayang, apa kamu sudah siap?." Tanyanya langsung menghampiri Young Soon, tapi matanya melihat ke arah Min Hwa.
"Aku sudah selesai kok sayang, oh ya kamu lihatin siapa. Pengantinnya disini?." Jawabnya sekaligus bertanya, dan pura pura tidak tahu.
"Eh, tentu saja aku melihat kamu sayang. Siapa lagi yang aku lihat, kalau bukan kamu sayang." Gugup Bae langsung mengelus tangan Young Soon.
"Kenapa kamu kemari?." Tanya Young Soon.
"Semua sudah datang, dan acara sudah mau dimulai. Kita harus turun ke bawah sayang." Jawab Bae kembali tersenyum.
"Baiklah, mari kita turun sekarang." Ucap Young Soon langsung berdiri dan Bae langsung memegang tangannya, dan disamping Young Soon ada Min Hwa juga yang memegang satu tangan Young Soon.
Merekapun turun ke bawah, dan langsung menemui keluarga mereka masing masing. "Salam." Ucap Young Soon dsn Bae sambil menundukkan badannya bersamaan.
"Kalian sangat cantik dan tampan. Sangat cocok menjadi keluarga yang bahagia." Ucap pak Park Young.
"Terima kasih banyak ayah, aku sangat sayang ayah." Peluk Young Soon.
"Iyyuh, keluarga bahagia. Aku yang sudah mendapatkan Bae, dan kau