
Pelayan pun kembali datang, "iya kak, ada yang bisa saya bantu?." Tanya pelayan tersebut.
"Saya mau pesan sama dengan pesanan pacar saya ini," jawab Tyger Carl sambil menunjuk Young Soon.
"Baik kak, ditunggu," kembali membungkukkan badannya, dan kembali ke dapur.
"Kalian sudah berpacaran?." Tanya Devian sambil menunjuk Young Soon dan Tyger Carl.
"Ehm,"
"Iya. Ada apa memangnya, kalau kami berpacaran?." Jawab Tyger Carl sekaligus bertanya, dan menatap Devian dengan tatapan tajam.
"Eh, bukan apa apa kok. Semoga kalian langgeng deh bersama." Jawab Devian yang takut dengan tatapan mengerikan dari Tyger Carl.
Pesanan merekapun akhirnya datang, dan langsung meletakannya di atas meja. "Silahkan dinikmati makanan dan minumannya." Membungkukkan badannya, dan kembali ke dapur.
"Ini makanan kamu sayang." Sangat lembut Tyger Carl, langsung memberikannya kepada Young Soon.
"Aku bisa ngambil sendiri. Tidak perlu diambilkan" Dingin Young Soon.
"Jangan judes gitu wajahnya. Nanti gak cantik sayang," kembali menggoda Young Soon.
"Kamu ingat soal perjanjian kita waktu itu kan. Kamu jangan lupa sayang." Bisik Tyger Carl ditelinganya.
"Iya, iya," pasrah Young Soon, dan langsung memakan makanannya.
Selesai makan. Tyger Carl pun memanggil pelayan yang ada, dan pelayan kembali datang. "Berapa semuanya. Biar saya yang bayar semua ini." Tanya Tyger Carl.
"Bentar ya kak, kita totalin semuanya." Menghitung semua pesanan yang sudah mereka makan dan minum.
"Totalnya 2 juta kak. Mau bayar lewat apa." Jawab pelayan tersebut sekaligus bertanya.
Tyger Carl pun mengeluarkan black card dari kantung celananya. Sontak Young Soon melotot melihatnya, dan diikuti dengan Devian juga.
"Gila, black card. Itu kan kartu tanpa batas, parah sih." Ucap batin Young Soon sampai terbengong.
"Tyger Carl benar benar kaya. Jiwa matreku meronta ronta sayang." Tersenyum miring Young Soon.
Setelah pembayaran. Tyger Carl langsung menatap wajah Young Soon, dan dengan sigap, Young Soon langsung buang muka.
"Hem, hem," nyanyi Young Soon, sambil meminum kopinya.
"Kalau begitu, mari kita pergi sekarang. Karena misi akan dimulai sekarang. Jangan sampai kita membuang waktu. Saya akan mengikuti kalian dari belakang." Ucap Tyger Carl langsung berdiri.
"Baiklah. Mari kita pergi," ujar Devian, dan mereka bersamaan keluar dari restoran tersebut.
Dan saat di luar restoran. Betapa terkejutnya Devian dan Young Soon, karena melihat banyak pengawal mengenakan pakaian hitam dan kacamata hitam.
Juga banyak mobil mahal yang berbaris. "Ini mobilmu Tyger?." Tanya Young Soon sambil melotot dan heran.
"Jangan melotot begitu sayang. Memang iya, ini semua mobilku. Apa mau ikut." Jawab Tyger Carl sekaligus bertanya.
"Heheheh, enggak deh. Aku mau naik motorku saja." Jawab Young Soon langsung mengambil motornya.
"Tunggu aku Young Soon, aku juga mau mengambil motorku." Mengikuti Young Soon, dan mereka langsung pergi bersama, dengan dikawal oleh Tyger Carl dan pengawalnya dari belakang.
Sesampai di lokasi bos Zax. Merekapun langsung turun dari kendaraan mereka, dan tiba tiba saja Tyger Carl meraih tangannya, dan merekapun bergandengan tangan.
Sontak Young Soon kaget, dan langsung menatanya. "Jangan membangkang. Ikuti saja yang aku perbuat." Ucap Tyger Carl tersenyum miring dan merekapun langsung masuk ke dalam.
Di dalam. Merekapun langsung duduk, "oh, salam bos Zax, karena ada Tyger Carl datang." Langsung berdiri dan membungkukkan badannya.
"Bagaimana dengan awal misi ini bos Zax?." Tanya Young Soon, langsung melipat kedua tangannya.
"Malam ini, kalian harus datang ke sebuah hotel. Dan Young Soon, berpura pura lah menjadi gadis biasa saja, dan kau harus membawa koin ini, untuk melakukan aksimu." Jawab bos Zax menjelaskannya secara detail.
Malam pun tiba. Dimana Young Soon sudah di lokasi, seperti yang dikatakan bos Zax, yaitu Hotel Bite Time.
"Apa kau sudah berada di hotel?." Tanya bos Zax, lewat airphone jarak jauh, dan sudah dipasang ketelinga Young Soon.
"Aku sudah berada di hotel. Apa aku masuk sekarang?." Jawab Young Soon sekaligus bertanya.
"Kau tunggu target masuk ke dalam, karena ia sedang membeli sesuatu dari minimarket. Setelah ia sampai, dan masuk ke dalam. Kau bergegas ikuti dia, dan ingat nomor kamarnya." Jawab bos Zax dengan detail.
"Baiklah bos Zax. Kalau begitu, aku tutup telponnya," langsung mematikan ponselnya, dan kembali melihat secara fokus.
Disisi lain. Tyger Carl berada di mobil, bersama anak buahnya, sudah berjaga di sekitar lokasi, yang di mana semua penjahat tersebut kumpul. Dan Devian berada di sekitar lokasi tersebut, sambil mengenakan pakaian hitam.
"Semuanya berjaga jaga, dan jangan gegabah. Kita selidiki dulu, baru kita mulai menyerang." Ucap bos Zax.
Young Soon pun melihat target sudah masuk ke dalam hotel, sambil mengenakan pakaian seperti di foto tersebut. "Target sudah datang." Memberitahu Young Soon.
"Kau bisa masuk sekarang, dan berhati hatilah. Lalu kau pasang di sekitaran hotel tersebut, kamera mini tersebut." Perintah bos Zax.
"Baik bos," langsung masuk ke dalam, mengikuti pria tersebut, yang berjumlah 2 orang, dan yang lainnya berjaga di lokasi tersebut.
Young Soon pun mengikuti pria tersebut, hingga di depan lift. Dan Young Soon berdiri disamping mereka berdua. Disitulah Young Soon memulai aksinya, dengan berpura pura menikmati musik, dari airphonenya tersebut. Padahal tidak ada suara apapun.
Pria tersebut meliriknya, dan tersenyum. "Hei nona," panggil mereka, tapi Young Soon berpura pura tidak sadar.
"Hei nona," panggil mereka kembali, sambil memegang bahu Young Soon, untuk memanggilnya.
Young Soon pun membuka airphone kanannya, dan langsung menatap pria tersebut. "Iya, ada apa?." Tanya Young Soon, sambil menaikkan alisnya.
"Apa kau sendirian?." Tanya mereka kembali.
"Apa yang kau katakan. Sudahlah," ucap Young Soon, dan lift pun terbuka. Mereka langsung masuk ke dalam lift tersebut.
Dua orang pria berdiri di belakang Young Soon, dan Young Soon langsung memencet nomor paling atas, sesuai yang diperintahkan bos Zax. Dan salah satu pria tersebut memencet nomor paling bawah.
"Dia benar benar seksi ya." Menggoda pria tersebut, dan Young Soon menahan emosinya, agar kekuatannya tidak keluar di waktu yang tidak tepat.
Young Soon pun mengabaikannya, dan kembali berakting seolah olah mendengarkan musik.
Lift pun berhenti di nomor yang ditekan oleh pria tersebut, "ini waktumu." Perintah bos Zax.
Dan Young Soon mengeluarkan sesuatu dari tas sandangnya, dan ia menjatuhkannya. "Ah, sial." Ucap Young Soon jongkok dan mengambilnya.
Pria yang di belakangnya pun tersenyum ingin melakukan sesuatu.