Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 149: Suara Nikmat



Tyger Carl pun langsung masuk ke dalam ruang bos Zax juga. Dan di dalam, Young Soon sedang duduk di sofa, sambil merokok.


Tiba tiba saja, Tyger Carl mengambil rokok yang hendak dihisap oleh Young Soon, dan langsung mematahkan rokok tersebut.


Sontak Young Soon langsung menatap wajah Tyger Carl, "apaan sih yang kau lakukan?" tanya Young Soon, sambil marah, dan menatapnya dengan tatapan tajam.


"Jangan merokok. Tidak baik untuk kesehatanmu sayang." Jawab Tyger Carl langsung duduk disampingnya.


"Itu kan kebutuhanku. Terserahku lah. Kok kau yang sibuk dengan urusan hidupku." Tegas Young Soon, dan menatapnya dengan tajam.


"Ssst, jangan ngegas begitu kepada pacarmu ini. Atau kau akan menyesal nantinya." Bisik Tyger Carl ditelinga Young Soon.


"Bos Zax. Apa misiku selanjutnya. Aku mulai bosan?" tanya Young Soon kepada bos Zax.


"Misi belum muncul. Tapi akan aku panggil kau segera. Karena aku juga sedang mengumpulkan data data penjahat." Jawab bos Zax sambil menaikkan alisnya.


"Baiklah. Kalau begitu, aku mau pulang saja. Karena ada hal yang mau aku urus di rumah juga. Dah." Melambaikan tangannya, dan langsung keluar dari rumah bos Zax.


Tyger Carl pun mengikuti Young Soon yang keluar. Di luar ruangan bos Zax. Young Soon membalikkan badannya, karena ia mendengar suara langkah kaki dari belakang.


Young Soon menatap wajah Tyger Carl, sambil melipat kedua tangannya. "Ada apa dengan kau. Mau apa kau?" tanya Young Soon, sambil menaikkannya alisnya kembali.


"Mau mengantarkanmu pulang tentunya sayang," jawab Tyger Carl kembali tersenyum aneh kepada Young Soon.


"Tidak perlu repot repot. Aku bisa sendiri. Aku bukan wanita yang manja. Karena aku bisa melakukan apapun, tanpa membebani siapapun. Aku juga tidak ingin berutang budi, karena aku hidup tidak ingin menyusahkan orang orang. Aku ingin hidup bahagia dan tenang." Jawab Young Soon langsung naik ke motornya, dan mengenakan helmnya.


Young Soon pun langsung pergi dari tempat tersebut, dan meninggalkan Tyger Carl di luar sendirian. "Benar benar kata yang indah sayang. Tapi kau akan tetap menjadi milikku. Sampai selamanya." Ucap Tyger Carl tersenyum miring, dan langsung pergi juga, dengan mobil pribadinya.


Di perjalanan. Tiba tiba saja ia melihat Bae, sedang berjalan menuju bar. "Eh, bukannya itu Bae ya. Kenapa dia masuk ke dalam bar. Seharusnya dia sibuk merawat Min Hwa, karena Min Hwa sedang mengandung anaknya. Wah, ada yang gak beres nih. Jangan jangan si Bae gatal itu berselingkuh lagi. Aku harus menyelidikinya." Ucap batin Young Soon langsung menuju bar tersebut.


Sesampai di pinggir bar. Young Soon memberhentikan motornya, dan langsung membuka helmnya. Young Soon pun turun dadi motornya, dan bersembunyi dari Bae, agar ia tidak ketahuan.


Bae pun masuk ke dalam bar, dan Young Soon mengambil maskernya, lalu ia mengenakannya. Agar tidak ada yang mengenalinya, walau memang tidak ada yang mengenalinya. Seenggaknya untuk berjaga-jaga.


Young Soon pun ikut masuk ke dalam bar tersebut, dan mengikuti Bae dari belakang. Tiba tiba saja Bae duduk di sofa dekat minuman bir, dan Young Soon langsung membalikkan badannya, saat Bae duduk di hadapannya.


Young Soon pun ke sisi lainnya, dan duduk di kursi tinggi di dekat minuman, dan cukup jauh dari tempat duduk Bae.


Young Soon terus melirik Bae. Dan tiba tiba saja, datanglah satu wanita kepada Bae, dan menggodanya.


"Halo sayang. Apa kamu menungguku?" tanya Bae dengan nada menggoda wanita malam tersebut.


"Iya nih kak. Saya menunggu kakak tahu. Sudah lama kakak tidak datang ke mari. Aku sangat merindukan kakak tahu." Jawab wanita malam tersebut.


Disisi lain. Young Soon tersenyum miring, dan langsung mengambil ponselnya. Young Soon merekam percakapan yang dikatakan Bae, dan wanita malam tersebut. Young Soon juga mengambil beberapa foto mereka berdua dengan diam diam, dan melihat sekitarannya.


"Ini akan membuat Min Hwa sakit hati, dan ia akan stress. Karena pria yang ia ambil dari diriku, ternyata tidak beres. Dan akan membuat hidupnya sengsara." Ucap batin Young Soon tersenyum kembali.


"Permisi kak. Mau pesan apa ya kak?" tanya pelayan yang melayani bagian minuman.


Sontak Young Soon kaget, dan langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya. Young Soon pun menatap wajah pelayan tersebut, dan memesan bir yang tingkat mabuknya tidak ada.


"Baik kak. Mohon ditunggu," ucap pelayan tersebut langsung membuatkan pesanan Young Soon.


Young Soon kembali menatap ke arah Bae, dan saat melihat ke arah Bae. Bae sudah tidak ada, bersama wanita yang ia goda tadi.


"Lho, ke mana si Bae gila itu. Kenapa dia tidak ada. Aku harus mencarinya." Ucap Young Soon langsung mencari Bae, dan meninggalkan pesanannya.


Young Soon pun mencari kamar yang ada di bar tersebut. Lalu Young Soon bertemu dengan madam bar tersebut. "Permisi. Apa anda madam di sini?" tanya Young Soon sambil tersenyum ramah.


Madam langsung menatap wajah Young Soon, "iya. Ada apa ya memangnya. Apa kau menyewa gigolo?" jawab madam tersebut sekaligus bertanya.


"Bukan. Saya mau bertanya, apakah ada yang menyewa kamar di sini, yang orangnya bernama Bae. Apa ada?" tanya Young Soon kembali menaikkan alisnya.


"Waduh, mohon maaf mbak. Kami tidak boleh mengatakan kepada siapapun. Karena ini privasi bagi mereka." Jawab madam tersebut tidak mau memberitahukannya kepada Young Soon.


Young Soon mengeluarkan cek senilai 1M, "mau ini gak. Maka sebab itu, dimana kamar yang di sewa, oleh pria bernama Bae." Ucap Young Soon sambil memegang uang yang banyak.


”Okey deh. Saya akan memberitahukan kamar Bae. Dia ada di kamar paling pojok. Di sanalah dia ada, bersama wanita malam madam." Jawab madam tersebut mengatakannya juga, karena disogok uang oleh Young Soon.


"Terima kasih banyak. Kalau begitu, kau bisa pergi," perintah Young Soon, dan madam langsung pergi, sambil memeluk uang yang diberikan oleh Young Soon.


Young Soon pun menuju kamar yang diberitahukan oleh madam tersebut. Dan sesampainya di depan kamar tersebut.


Young Soon langsung disajikan oleh suara yang begitu menjijikkan ditelinga. Suara yang begitu kuat, dan terdengar bunyi di atas ranjang. "Mereka melakukan hal itu. Astaga, ini suatu hal yang baik bagiku. Karena dengan begini, aku dengan cepat menjatuhkan di tempe bacem itu." Ucap batin Young Soon langsung mengeluarkan ponselnya kembali, dan mulai merekam suara.


Di dalam kamar