Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 30: Makan di Restoran



Saat Young Soon melihat komentarnya, ternyata semua komentar bagus untuknya.


Isi komentar tersebut:


"Wah, bukannya dia adalah anak dari perusahaan besar itu ya. Dia sangat cantik ya." Komentar netizen.


"Dia lebih cantik daripada kakaknya ya. Tadi aku sempat datang ke acaranya, dan dia benar benar cantik." Netizen lainnya.


Disisi lain lagi. Di kamar Min Hwa, ia sedang membuka ponselnya. Dan langsung muncul di ponselnya, tentang foto Young Soon. "Eh, kenapa dia ada di sini. Dan kenapa like dan komentarnya begitu banyak. Aku harus memeriksa isi komentarnya." Langsung melihat isi komentar tersebut.


Saat Min Hwa melihatnya, semua isinya adalah tentang menjelekkannya dan memuji besar tentang body dan keseksian Young Soon.


"Beraninya dia mencoba mempermalukanku. Dasar sampah." Langsung melemparkan ponselnya ke lantai.


"Argh, aku tidak akan membiarkannya bahagia. Aku harus secepatnya menghubungi Bae." Mengambil ponsel cadangannya dan langsung menghubungi Bae.


Tersambung. "Bae sayang, ada yang mau aku katakan dengan mu." Ucap Min Hwa dengan kata kata lembut.


"Eh, sayang. Ada apa menghubungiku begini?." Tanya Bae.


"Apa besok kita bisa bertemu. Ada yang mau aku katakan pada mu. Lokasinya akan aku kirim nanti ya, kak Bae sayang. Bisakan kak Bae sayang." Jawabnya.


"Boleh sayang, apasih yang ga, buat kamu. Aku sayang kamu sayang." Jawab Bae bahagia.


"Aku sayang kak Bae juga." Manjanya dan langsung mematikan ponselnya.


"Lihat saja kau Young Soon. Rencanaku belum di mulai, dan kau akan menangis parah, karena tunangan mu itu, sudah menjadi milikku." Ucap batin Min Hwa tersenyum, karena rencananya akan berhasil.


Disisi lain. Young Soon yang asik melihat komentar kembali dan sudah bosan. "Sudahlah, lagian mulut netizen, hanya mania di mulut doang. Tapi dibelakang, sudah seperti buaya yang minta makan." Ucap Young Soon langsung mematikan ponselnya dan berbaring ditempat tidurnya.


"Ulang tahun si gila itu sudah beres. Sekarang tinggal persiapan hari pernikahanku dengan si buaya karatan itu." Ucap kesal Young Soon sambil menatap atas atap rumahnya.


"Aku sudah tidak sabar, untuk memainkan drama itu. Besok aku akan membeli kamera mini deh, untuk mengawasi seisi rumah ini. Dan aku akan menunjukkannya kepada ayah deh." Jawabnya senyum sendiri.


Keesokan paginya. Di mana ada yang mengetuk pintu kamarnya. "Hua, siapa yang sudah mengetuk pintu, jam segini sih." Tanya Young Soon sambil mengusap matanya yang masih lengket, dan langsung membukakan pintu kamarnya.


"Pagi sayang." Sapa yang ternyata adalah ayahnya.


"Eh, ayah. Tumben banget, jam segini udah datang ke kamarku." Ucap Young Soon.


"Ayah mengantarkan cemilan dan susu untuk mu sayang. Kamu pasti lelah karena kemarin kan sayang. Jadi ayah tidak mau kamu kelelahan. Nih susu dan cemilannya." Jawab ayahnya langsung memberikannya kepada Young Soon.


"Soswet banget sih ayah. Terima kasih banyak ayahku tercinta." Bahagia Young Soon dan langsung mengambil cemilan dan susu dari ayahnya.


"Sama sama sayang. Ayah duluan ya, karena ayah masih ada pekerjaan." Ucap ayahnya mengelus rambut Young Soon dan langsung turun kebawah.


"Begini kan enak. Hahay." Bahagia dan menutup kembali pintu kamarnya.


Ternyata dibalik itu. Ada Min Hwa yang mengintip mereka. "Kenapa ayah selalu perhatian dengannya, dan mengabaikanku, anaknya ini. Tidak akan kubiarkan, si Young Soon bahagia." Mengepalkan tangannya dan membuka matanya lebar lebar.


Disisi lain. Young Soon langsung duduk di meja belajarnya, sambil meminum susu yang sudah dibuatkan oleh ayahnya. "Enak juga jadi anak kesayangan ya. Dulu, aku sama sekali aku tidak pernah merasakan hal seperti ini. Bahkan makan pun, aku hanya makan nasi basi dan remahan roti, dari kakak dan ibu tiri gila itu."


"Kali ini, aku tidak akan pernah memakan, makanan itu lagi. Dan kalian yang akan memakan makanan itu." Ucap batin Young Soon sambil mengemil cemilannya.


Setelah menghabisi cemilan dan susunya. Ia pun langsung mandi, untuk bersiap siap ke toko barang.


Selesai mandi, dan sudah berpakaian rapi. Young Soon pun turun ke bawah dan menuju keluar.


"Oh ya. Bibi." Panggil Young Soon kepada pembantu di rumahnya.


"Iya non." Langsung menghampirinya.


"Tolong cuci piring dan gelas yang ada dikamar saya ya bi. Saya mau keluar dulu, karena ada urusan." Jawab Young Soon sambil memegang helmnya.


"Aman non. Akan saya bersihkan semuanya, sampai mengkilat." Ucap bibi tersebut tersenyum.


"Saya duluan bi." Langsung keluar rumah dan menaiki motornya.


Young Soon pun langsung menuju toko penjualan kamera mini. Sesampainya, ia pun langsung turun dan masuk kedalam toko tersebut.


Di dalam. "Ada yang mau dibantu kak. Lagi cari apa kak?." Tanya karyawan tersebut.


"Disini ada jual kamera mini ga?." Tanya balik Young Soon.


"Ada kak. Kita juga ada yang paling bagusnya kak. Sebentar ya kak, saya ambilkan dulu." Jawab karyawan tersebut langsung mengambil kamera mini tersebut.


Setelah mengambilnya. "Ini kak kamera mini ya, yang paling bagus di sini. Dan ini yang biasanya." Langsung memperlihatkannya kepada Young Soon.


Young Soon pun mengambilnya dan mengecek kamera tersebut. "Cocok banget ini. Kalau begitu, saya ambil 5, yang bagus ini dan totalkan semuanya." Jawab Young Soon kembali memberikan kamera tersebut.


"Baik kak, ditunggu sebentar. Saya bungkuskan dulu." Langsung mengambil kamera lainnya.


Setelah menjumlahkan dan sudah dibungkus. "Berapa totalnya semua mbak?." Tanya Young Soon.


"Total 5 kamera itu, 50 juta kak. Mau cash ada lewat bank?." Jawab karyawan tersebut sekaligus bertanya.


"Lewat bank aja, ini kartu saya." Langsung memberikan kartunya kepada karyawan tersebut.


Karyawan tersebut langsung menggeseknya. "Terima kasih banyak kak, karena sudah mampir ke sini. Datang kembali kak." Langsung mengembalikan kartu nya kepada Young Soon.


"Sama sama mbak. Saya duluan." Langsung mengambil kembali kartunya dan pergi dari toko tersebut.


Di luar toko barang tersebut. "Kamera sudah, tinggal taruh di tempat yang cocok saja." Tersenyum dan langsung menggas motornya.


Di perjalanan. "Aku belum makan makanan berat nih. Mending aku ke restoran dulu deh. Buat makan." Langsung menuju restoran.


Sesampai restoran. Ia langsung turun dan langsung masuk ke restoran tersebut.


Didalam, Young Soon langsung duduk dan memesan pesanan makanan berat. Young Soon menunggu makanan dan minumannya datang.


Saat Young Soon sedang menunggu. Tiba tiba ponselnya berdering. Young Soon langsung mengambilnya dan mengangkatnya. "Halo." Panggilnya.


"Ini bos Zax, kau di mana Young Soon?." Tanyanya.


"Saya lagi ada di restoran bos. Lapar soalnya, mau makan dulu deh." Jawabnya sambil tersenyum.


"2 hari lagi adalah, misi mu yang akan dimulai. Bersiap siaplah. Apa kau sudah menyiapkan strategi mu?." Tanya bos Zax.


"Aman bos, semua sudah saya jalankan dengan aman dan jelas bos. Jangan cemas bos. Kalau begitu, saya tutup telponnya dulu ya bos.Soalnya mau makan dulu. Dah bos ku sayang." Langsung mematikan ponselnya.


Disisi lain. "Kalau aku jadi muda lagi, mungkin aku sudah menikahinya." Ucap bos Zax kembali bekerja dengan misinya.


Makanan pun tiba. Young Soon langsung meminum kopi Cappucino dinginnya dan memulai makanannya.


"Ehm, enaknya. Gini kan, aku baru bisa fokus untuk mengerjakan pekerjaanku." Ucap batin Young Soon sambil mengunyah makanannya.


Tiba tiba ponselnya kembali berdering. "Astaga, siapa yang mengacau ketenanganku sih." Langsung mengambil ponselnya dan mengangkatnya.


"Halo, siapa?." Tanya Young Soon sedikit kesal.