Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 126: Tersenyum



Setelah memasukkan semua motornya ke dalam garasi. Semua pengawal langsung keluar dari garasi. "Apa semua sudah beres di dalam?." Tanya Young Soon kembali, untuk memastikannya.


"Semua sudah aman. Apa kami bisa pergi sekarang." Jawab mereka semua, sekaligus bertanya.


"Boleh, boleh. Kalau begitu, kalian pergi sana, jangan menggangguku di sini." Jawab Young Soon, langsung mengusir mereka. Dan semua pengawal Tyger Carl, pergi dari tempat tersebut.


Tiba tiba saja ayahnya Young Soon keluar dari rumah, karena mendengar suara berisik dari luar. "Young Soon, kenapa kamu di luar?." Tanya ayahnya dari belakang.


Young Soon berbalik badan, dan melihat ayahnya yang berdiri di depan teras. Young Soon pun menghampiri ayahnya. "Ayah sayang." Langsung memeluk ayahnya dengan bahagia.


Ayahnya pun kembali melepaskan pelukan tersebut. "Jawab pertanyaan ayah dulu. Kenapa kamu di luar, dan apakah kamu baru pulang?." Tanya ayahnya kembali.


"Heheheh, iya ayah, aku baru pulang. Seperti biasanya, ada kerjaan ayah. Dan kenapa ayah keluar." Jawab Young Soon sekaligus bertanya, dan terus tersenyum. Agar ayahnya tidak curiga dengannya.


"Tadi ayah dengar suara motor banyak banget di depan rumah kita ini. Ada apa dengan kamu tadi?." Jawab ayahnya, kembali bertanya, karena cemas dengan Young Soon.


"Tidak apa apa kok ayah. Sudahlah ayah, besok akan aku katakan kepada ayah. Kalau begitu, mending kita masuk aja. Yuk." Jawab Young Soon, dan mereka langsung masuk ke dalam rumah bersama.


Di dalam rumah. Mereka berdua langsung duduk di sofa bersamaan. Dan datanglah Min Hwa bersama ibunya. "Nak Young Soon. Ada yang mau ibu tanyakan kepada kamu." Ucap ibu tirinya, juga ikut duduk.


Sontak Young Soon langsung menatap mereka berdua. "Apa yang ingin ibu katakan?." Tanya Young Soon, sambil menyilangkan kakinya.


"Kata Min Hwa, tadi kamu meninggalkannya, dan kamu pergi bersama seorang pria. Siapa dia, dan kenapa kamu tega meninggalkan kakak mu ini, yang sedang hamil?." Tanya ibu tirinya, sambil menatapnya dengan serius.


"Kakak mengadu kepada ibu. Hei kakak, kamu ini sudah besar, dan masih saja mengadu kepada ibumu ini. Kamu bukan anak kecil lagi, dan masih saja suka mengadu. Dasar pengadu." Ucap Young Soon, sambil membalikkan bola matanya beberapa detik.


Min Hwa menahan emosinya, dengan mengepalkan kedua tangannya. "Young Soon, kamu jangan seperti itu kepada kakak kamu. Dia sedang hamil." Ucap ayahnya membela Min Hwa dan Min Soo.


"Baiklah, baiklah. Soal aku meninggalkannya itu. Kenapa emangnya, lagian kan sudah ada calon suaminya. Kenapa aku harus menemaninya lagi. Apa kakak mencoba memanasiku. Aku tidak akan cemburu, karena aku sudah memiliki pacar, yang di mall tadi. Dialah pacarku. Dia lebih tampan dari calon suamimu. Bay." Jawab Young Soon, langsung naik ke lantai atas, dan masuk ke dalam kamarnya.


"Sayang, kamu lihat itu anak kamu. Sekarang suka membangkang perkataanku." Ucap Min Soo mengadu kepada Park Young juga.


"Nanti aku akan menasehatinya. Kamu bantu Min Hwa masuk ke dalam kamarnya, dan kalian istirahatlah. Biar aku yang membujuk Young Soon nanti." Ucap Park Young.


Min Soo pun langsung menuntun Min Hwa masuk ke dalam kamarnya. Di sisi lain, Young Soon langsung masuk ke dalam kamar mandi, karena ia keringatan.


Selesai mandi. Dan Young Soon mengenakan pakaian sedikit seksi, karena ia kepanasan. "Pakai pakaian ini saja deh, karena sangat panas di dalam sini. Sekalian nyalakan ac juga deh." Ucap Young Soon yang sedang mengeringkan rambutnya, dengan handuk, dan langsung menyalakan ac.


Tiba tiba saja ponselnya berdering. Dan ia melihatnya. "Si mafia ini lagi. Apa dia tidak lelah karena terus menggangguku." Menghela nafas panjang, dan menyagak ponselnya di depan cermin, dan ia duduk di depan cermin.


Young Soon pun langsung mengangkat video call tersebut. "Halo, ada apa?." Tanya Young Soon, sambil mengeringkan rambutnya.


"Pakai nanyak lagi. Kalau sudah tahu jangan nanyak." Jawab Young Soon, sambil berekspresi jutek.


"Jangan jutek gitu dong. Nanti cantiknya hilang lagi. Senyum gitu." Meminta Tyger Carl.


"Nanti aku kirimin 10 juta deh, kalau kamu senyum. Bagaimana, atau 20 juta." Menawarkan kepada Young Soon.


"Pria ini benar benar kaya ya. Lumayan juga nih, hanya senyum saja dapat uang. Heheheh." Ucap batin Young Soon langsung tersenyum.


"Nah, gitu dong. Kan cantik sayang. Omong omong, apa kamu di rumah sendirian?." Tanya Tyger Carl kembali, sambil tersenyum manis.


"Gak, di rumah lagi banyak orang. Dan aku lagi ada di kamar. Malas soalnya di ruang tamu, banyak orang reseh." Jawab Young Soon, sambil membalikkan bola matanya sebentar.


"Apakah dia wanita yang di mall tadi?." Tanya Tyger Carl untuk memastikannya.


"Iyalah, kalau bukan dia siapa lagi. Dia kakak tiriku yang sangat menyebalkan. Aku benar benar muak melihatnya." Jawab Young Soon, mengambil skincare malamnya, dan menggunakannya.


Tyger Carl terus menatapnya, dan terus tersenyum sendiri. "Omong omong, kau ingat kan, kalau besok sudah harus dilaksanakannya misi." Ucap Young Soon.


"Tentu saja ku ingat sayang, apalagi kalau ditemani dengan kamu. Tentu aku akan sangat ingat." Jawab Tyger Carl duduk, dan mengambil rokoknya.


Tyger Carl mematiknya, dan langsung mengisapnya. "Kau suka rokok?." Tanya Young Soon yang melihatnya merokok.


"Tentu saja. Karena rokok membawa ketenangan. Tapi bisa juga membunuh kita, kalau kita sudah kecanduan. Maka sebab itu, jarang jarang aku menggunakan rokok ini." Jawab Tyger Carl, menghembuskan rokok tersebut, di depan kamera.


"Aku juga suka rokok. Lain kali, aku akan meminta rokok mahal mu itu. Terbuat dari apa itu, emas, atau perak." Tanya Young Soon sambil tersenyum miring.


"Terbuat dari cinta. Hahahahah." Jawab Tyger Carl ikut menjawab lelucon Young Soon, dan tertawa tipis.


"Jangan mengada ngada deh. Kenapa kau menghubungiku, ada hal apa?." Tanya Young Soon kembali, sudah selesai menggunakan skincare malamnya, dan langsung melipat kedua tangannya.


"Tidak ada sih, hanya merindukanmu saja. Kan kamu sudah resmi menjadi milikku sekarang. Dan bagaimana dengan motornya. Apa semua aman." Jawab Tyger Carl kembali, sekaligus bertanya.


"Semua sudah aman, dan sekali lagi, terima kasih banyak."


"Apa kau tinggal sendirian di rumah mu itu?." Tanya Young Soon, sambil menaikkan alisnya.


"Ehm, kamu mau rumah aku ya sayang. Lain waktu aku akan menunjukkan rumahku kepada kamu. Mungkin kamu akan betah di rumahku nanti. Karena, semua yang kamu inginkan, ada di sini." Jawab Tyger Carl, sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Pria ini,