Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 104: Pernikahan Batal



"Iyyuh, keluarga bahagia. Aku yang sudah mendapatkan Bae, dan kau hanya menjadi wanita yang akan disakitinya. Kamilah yang akan hidup bahagia Young Soon." Ucap batin Min Hwa, yang berdiri disampingnya.


"Kalau begitu, mari kita laksanakan pernikahannya sekarang." Ucap ayah Bae.


"Benar itu, mari mari." Ujar Min Soo juga sambil tersenyum akting.


Merekapun langsung berjalan diatas karpet merah, menuju pelaminan yang ada di depannya, dan sudah ada pendeta yang menunggu mereka.


Mereka pun langsung berdiri didepan pendeta, dan saling berpegangan tangan. Min Hwa yang melihatnya pun merasa jijik. "Kenapa tidak aku yang ada disana. Menyebalkan." Ucap batin Min Hwa, yang berdiri disamping ibunya.


Min Soo meliriknya. "Sabarlah sayang, setelah mereka menikah. Kamu kan masih bisa bermain gelap dengannya, dan setelah itu, baru kita permainkan dia." Ucap Min Soo berbisik ditelinga Min Hwa.


"Iya bu, tapi kan aku cemburu dengan mereka berdua. Seharusnya aku yang ada disana."Kesal Min Hwa, sambil melipat kedua tangannya.


"Sabarlah sayang, suatu saat, dimana Young Soon akan kita bunuh. Disitulah kamu bisa menikah dengan Bae kesayangan kamu itu." Ucap kembali Min Hwa.


"Baik semuanya, tolong diam dan pernikahan akan segera dilaksanakan." Ucap pendeta tersebut langsung mengeluarkan al kitab.


"Apa mempelai pengantin sudah siap?." Tanya pendeta tersebut kepada mereka.


"Tidak." Ucap Young Soon dengan keras.


Seketika itu juga, semua tamu terdiam termasuk keluarga Bae dan keluarganya sendiri.


"Ada apa emangnya sayang?." Tanya ayahnya langsung menghampirinya.


"Sebelum acara dimulai, aku mau memberikan hadiah untuk kakakku tersayang, dan untuk calon suamiku. Sebentar." Jawab Young Soon kebelakang layar, dan langsung memasang flashdisk yang ia keluarkan dari tangannya.


Setelah itu, Young Soon pun berjalan kedepan kembali. "Mari kita mulai, dan semoga kakak dan calon suamiku suka dengan hadiah yang aku berikan ini." Ucap Young Soon tersenyum, dan langsung memutar video tersebut.


Video pun langsung terputar, dan didalam video tersebut, menunjukkan Min Hwa dan Bae yang sedang bermain kuda kudaan.


"Apa kita tidak akan ketahuan, kalau kita bermain dibelakang Young Soon?." Tanya Min Hwa didalam video tersebut.


"Tentu saja tidak sayang, dan tentunya aku sangat mencintaimu, bukan Young Soon jelek itu." Jawab Bae didalam video itu juga.


Sontak semua tamu langsung berbisik, dan Min Hwa langsung gemetaran ketakutan. "Bagaimana, apa kalian suka dengan hadiah yang aku berikan?." Tanya Young Soon langsung mematikan video tersebut.


"Dasar kau Young Soon, bohong, itu semua hanya editan Young Soon, karena dia tidak menyukaiku." Ucap Min Hwa dengan tegas.


"Benar itu, itu semua bohong. Jangan percaya dengan dia, dia pembohong." Ucap Bae juga.


"Bagaimana aku bisa bohong soal ini. Aku sendiri yang meletakkan kamera di hotel kalian, dan kalian berada di Hotel Garden bukan. Bagaimana kalau kita langsung saja ke lokasi, untuk melihat cctv yang ada." Ucap Young Soon sambil melipat kedua tangannya.


Bae langsung bertekuk lutut. "Wanita itu duluan yang menggodaku Young Soon, maafkan aku Young Soon. Aku benar benar digoda olehnya." Ucap Bae menunjuk Min Hwa.


"Diamlah kalian. Mohon maaf untuk para tamu, saya minta agar semuanya bubar, dan tidak mengumbar masalah ini kemanapun. Sekali lagi saya minta maaf, saya benar benar minta maaf." Ucap pak Park Young langsung menundukkan badannya kepada para tamu.


Tamu pun langsung pulang. "Benar benar tidak tahu malu ya, sudah menjahati kakaknya. Masih juga tidak tahu diuntung, dan malah berpacaran dengan calon suaminya. Sungguh menjijikkan." Ucap tamu tamu yang ada.


Min Hwa sangat gemetaran, sambil mengepalkan kedua tangannya. "Kenapa dia bisa tahu, dan kapan dia meletakan kamera itu di hotel. Aku benar benar tidak habis pikir dengannya." Ucap batin Min Hwa langsung menundukkan kepalanya.


"Aku tidak habis pikir dengan anak anda tuan Chu Bae. Anda harus mengajari anak anda ini." Ucap pak Park Young mengerutkan keningnya.


"Dan kau Min Hwa, Min Soo. Mari masuk ke ruang pribadiku, aku benar benar marah." Perintah Park Young langsung masuk ke ruang pribadi, dan Min Hwa dituntun oleh Min Soo, karena Min Hwa gemetaran.


Young Soon pun ikut masuk ke dalam ruang pribadi ayahnya. Di dalam. "Dasar anak tidak tahu diri!." Marah besar ayahnya langsung menampar pipi Min Hwa.


Sontak Min Hwa kaget, dan langsung memegang pipinya. "Kalian sudah membuatku malu. Kalian tahu itu, dan kau Min Soo, kau ajari anakmu tentang sopan santun. Beraninya dia merebut calon suami anakku, dan bermesraan dibelakangnya. Dasar kau!." Ucap Park Young marah, kembali menampar sisi lain pipi Min Hwa.


"Maafkan aku ayah, maafkan aku. Ini semua kesalahan Bae yang datang menggodaku. Sebab itu aku jadi tergoda, dan kami melakukan hal itu." Ucap Min Hwa langsung bertekuk lutut, sambil menangis kesakitan.


"Benar sayang, maafkan Min Hwa. Jangan pukuli dia." Ucap Min Soo juga ikut bertekuk lutut.


"Kau juga sama sama bodoh, dan tidak pandai merawat anakmu ini." Ucap kembali Park Young menampar Min Soo juga.


"Bagus ayah, tampar lagi ayah. Karena aku sangat sakit hati." Ujar Young Soon memanasi sambil akting menangis.


"Kalian sudah membuat anak kandungku sakit hati. Kurang hajar kalian." Ucap Park Young langsung menendang perut Min Hwa dan perut Min Soo.


"Cepat kalian masuk ke kamar kalian, dan jangan harap kalian akan keluar dari kamar kalian. Sebelum kalian berubah. Pergi!." Tegas Park Young kembali.


"Baik ayah." Menurut Min Hwa, langsung berdiri bersama Min Soo, dan mereka naik ke kamar mereka berdua.


"Ayah jangan terlalu emosi ayah. Nanti jantung ayah kumat lagi." Ucap Young Soon mengelus bahu ayahnya.


"Bagaimana ayah tidak kesal, anak kesayangan ayah. Malah harus malu, karena perbuatan di Min Hwa dan ibunya itu. Ayah benar benar sakit hati." Sahut ayahnya sedih.


"Aku tidak apa apa kok ayah. Aku malah bahagia, karena aku tidak bersama pria seperti Bae itu. Syukurlah." Ucap kembali Young Soon langsung menuntun ayahnya duduk disofa.


"Anak ayah memang sangat baik. Terima kasih banyak sayang." Memeluk Young Soon, sambil mengelus rambutnya.


"Sama sama ayah. Oh ya ayah, bagaimana kalau Min Hwa nikahkan saja dengan Bae. Biar yang lainnya tidak memperlakukan keluarga kita. Dan dengan begitu, tamu yang datang tadi, tidak mengatakan yang aneh aneh. Bagaimana ayah." Tanya Young Soon mempunyai ide, sambil menaikkan alisnya.


"Benar sekali yang kamu katakan itu sayang. Lebih baik ayah menikahkan mereka berdua, dan dengan begitu, perusahaan ayah tidak akan hancur." Setuju ayahnya, dan kembali mengelus rambut Young Soon.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu tersebut, dan ia adalah