
Young Soon menuju mereka, dan berhenti tepat dihadapan mereka. Young Soon membuka helmnya, lalu menghampiri mereka bertiga.
"Eh, dia kan wanita yang ada difoto itu. Tidak salah lagi, dan dia sengaja menunjukkan body nya, untuk mengelabui para pria itu. Dan setelah ia mendapatkannya, ia akan langsung membunuh pria ini." Ucap batin Young Soon.
"Hei, kenapa kalian mengganggu wanita. Ada hal apa?" tanya Young Soon, sambil menaikkan alisnya.
"Hei kau, jangan ikut campur dengan kami. Kami ingin bermain sedikit saja dengannya. Apa urusannya denganmu?" tegas dua pria tersebut.
"Gak ush banyak bacot deh. Maju kalian sini, dan mari kita berkelahi." Tegas Young Soon juga.
Dua pria tersebut langsung maju, dan mereka saling berkelahi. Dengan mudah Young Soon mengalahkan mereka berdua. "Bagaimana rasanya?" tanya Young Soon, sambil jongkok dan menatap dua wajah preman tersebut.
"Kabur," ucap dua preman tersebut langsung pergi dari tempat tersebut.
Young Soon kembali berdiri, dan menatap wajah wanita tersebut. "Kau baik baik saja kan?" tanyanya.
"Aku baik baik saja kok. Terima kasih banyak karena sudah membantuku. Omong omong, nama anda siapa." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Nama saya Jova. Salam kenal." Merekapun berjabat tangan, dan bersamaan tersenyum.
"Omong omong, anda mau ke mana?" tanya Young Soon kembali, sambil menaikkan alisnya.
"Saya mau ke supermarket. Ada barang barang yang harus saya beli. Anda mau ke mana." Jawabnya sekaligus bertanya kepada Young Soon.
"Mau jalan jalan saja. Kalau begitu, saya permisi dulu, dan jaga diri anda." Jawab Young Soon tersenyum tipis, dan langsung naik ke motornya.
Young Soon pun langsung pergi meninggalkan wanita tersebut. Dan Young Soon ke sisi lainnya, bukan pergi jauh. Tapi dia mau mengintai wanita tersebut.
"Aku harus mengawasi wanita itu. Agar aku bisa menemukan tentangnya lebih dalam." Ujar Young Soon turun dari motornya, dan langsung mengikuti wanita tersebut, dari belakang.
Wanita tersebut tidak masuk ke supermarket. Tapi ke sebuah jalan yang gelap. "Kenapa dia berjalan ke arah sana. Katanya dia mau ke supermarket. Menganehkan." Ucap batin Young Soon, mengikutinya dari belakang dengan pelan pelan. Agar tidak diketahui oleh wanita tersebut.
Young Soon mengintai kembali, dan wanita tersebut masuk ke dalam sebuah lubang yang ditutupi oleh kayu besar. Dan Young Soon mengintip dari kejauhan. "Dia ke bawah. Mungkin itu ruang bawah tanah. Tidak salah lagi. Aku harus mengambil foto tempat ini." Mengambil beberapa foto, dan setelah itu, Young Soon menuju motornya, dan pergi.
Di perjalanan, "dia pasti menaruh pria yang ia tangkap di ruang bawah tanah. Karena ruang bawah tanah kan kedap suara. Jadi dengan gampang ia membunuhnya. Tidak salah lagi." Ucap batin Young Soon.
Sampailah di pemakaman. Dan Young Soon langsung turun dari motornya, sambil membuka helmnya. Young Soon pun menuju pemakaman Devian.
Sesampainya di pemakaman Devian. Young Soon jongkok, dan mengelus batu nisan Devian. "Maafkan aku ya Devian. Karena aku tidak menjaga mu dengan baik. Kau memang bodyguard ku yang paling baik, dan tentunya perhatian. Terima kasih banyak, karena kau telah hadir di dunia ini, dan sudah membantuku. Semoga kau bisa bertemu dengan kedua orangtuamu, yang sangat kau rindukan." Tersenyum Young Soon, langsung meletakkan bunga ia yang ia beli, di atas pemakaman Devian.
"Kau tahu. Aku jadi kesusahan karena tidak ada kau. Karena sekarang, aku ke mana mana sendirian. Walau aku sering sendirian sih. Tapi kalau ada kau lebih menyenangkan. Terima kasih sekali lagi, karena kau sudah ada disisiku." Langsung berdiri dan tersenyum kepadanya.
Young Soon mengusap air matanya, dan pergi dari pemakaman. Young Soon kembali mengenakan helmnya, dan langsung pergi dari tempat tersebut, dengan motornya.
Saat di perjalanan. Tiba tiba saja ponsel Young Soon berdering, dan Young Soon menepi. Young Soon pun langsung mengangkat teleponnya, dan itu adalah dari Tyger Carl.
"Ada apa dia menghubungiku," memasang wajah dingin.
"Ada apa menghubungiku?" tanya Young Soon.
"Aku lagi ada di jalan. Kenapa emangnya?" jawab Young Soon sekaligus bertanya.
"Saya mau memberitahukanmu. Kalau kamu lapar. Makanlah di restoran yang sudah saya belikan untukmu darling. Jadi tidak perlu keluarkan uang lagi, karena pacarmu ini sudah membelikan restoran untukmu darling." Jawab Tyger Carl.
"Baiklah. Itu saja yang ingin kau katakan?" memastikan, karena mau langsung mematikan ponselnya.
"Yes love"
"Bay," mematikan ponselnya, dan langsung memasukkannya ke kantung celananya.
"Dia memang pria yang kaya sih. Tapi perlakuan dia seperti singa yang mau melahap mangsanya. Ngeri." Langsung menggas kembali motornya.
"Mending aku makan aja deh, di restoran yang sudah dibelikan oleh Tyger untukku. Mana mungkin aku melewatkan makanan gratis untuk dimakan." Seketika bahagia, dan langsung menuju lokasi restoran tersebut, yang sudah dikirim lokasinya oleh Tyger Carl.
Sesampai restoran tersebut. Young Soon turun dari motornya, dan membuka helmnya. "Wow, besar juga nih restoran. Pasti makanannya enak enak. Bisa makan besar nih aku." Kembali tersenyum, dan langsung masuk ke dalam restoran tersebut.
Saat di dalam, semua pelayan membungkukkan badannya, ketika Young Soon masuk ke dalam. Young Soon santai, dan duduk di kursi.
"Silahkan nyonya," memberikan menu dari restoran tersebut.
"Tidak perlu manggil saya nyonya. Saya belum punya suami." Jawab Young Soon kembali tersenyum, dan langsung melihat menu makanan dan minuman.
"Baik non," jawab pelayan kembali.
"Terserah deh," pasrah Young Soon, dan fokus melihat menu yang ada.
"Saya mau pesan lobster saus tomat, daging iga panggang, ayam kecap manis. Dan minumannya itu, jus mangga, dan kopi americano. Itu saja." Pesan Young Soon dengan bahagia.
"Baik non, silahkan ditunggu." Kembali membungkukkan badannya, dan menuju dapur.
"Makan besar nih aku. Yeah," bahagia Young Soon, sambil menyilangkan kakinya.
Setelah menunggu beberapa menit. Pesanan Young Soon pun datang, "ini pesanannya non." Langsung meletakannya di atas meja.
"Terima kasih banyak mbak, atas semua makanan dan minumannya." Kembali tersenyum Young Soon.
"Sama sama non. Ini semua atas perintah bos Tyger Carl. Kami hanya menjalankannya saja. Saya permisi." Jawabnya langsung meninggalkan meja tersebut.
Young Soon pun meminum jus tersebut, dan mulai memakan dari lobster saus tomat. "Ehm, enak banget woy. Apalagi kalau gratis, beh, enak banget." Bahagia Young Soon, sambil mengunyah makanannya.
"Apa makanannya enak sayang?" tanya yang tidak lain lagi ialah Tyger Carl yang tiba tiba muncul dari belakang badan Young Soon.
Sontak Young Soon kaget, dan keselek. Tyger Carl pun langsung memberikannya jus yang ada di atas meja tersebut. Dan Young Soon langsung meminumnya.
"Argh, segarnya. Kenapa kau