
Setelah itu, Young Soon pun langsung mandi. Dan saat di kamar mandi, Young Soon membasahi rambutnya. "Aku masih bingung, kenapa pria itu bisa menyembuhkan luka yang ada di tanganku tadi, dan bahkan luka yang ada di badanku, langsung hilang karena ciuman tersebut."
"Apa obat dari kekuatanku adalah ciuman, tidak mungkin. Ada ada saja, tapi saat aku berciuman dengan pria tadi. Entah kenapa energi kekuatanku kembali dan seperti mengalir ke seluruh tubuhku."
"Dan saat aku memukul pria itu, dengan kekuatanku. Kenapa tidak bereaksi dengan pria itu, dan saat aku memukul pengawal itu, mereka langsung terlempar jauh. Sungguh membingungkan." Ucap Young Soon benar benar bingung, sambil membilas darah yang ada di tubuhnya.
"Sepertinya aku pernah melihat pria itu deh, tapi dimana ya." Ucap kembali Young Soon sambil mengerutkan keningnya.
Selesai mandi, Young Soon pun mengenakan pakaian Devian, dan pakaian tersebut adalah kaos dan dan celana panjang hitam.
Young Soon mengeringkan rambutnya dengan handuk khusus rambut, milik Devian. Dan Young Soon kembali ke ruang tamu, dan duduk disamping Devian.
"Apa lukamu sudah cukup baik?." Tanya Young Soon kepadanya.
"Sudah tidak terasa sakit kok." Jawab Devian menatapnya.
"Kau benar benar seperti pria mengenakan pakaianku ini." Puji Devian sambil tersenyum tipis kepadanya.
"Hahahah, aku lebih suka dibilang mirip pria, daripada dibilang mirip dengan wanita manja yang ada di luaran sana." Bahagia Young Soon, langsung mengambil rokok yang ia letakkan dimeja tadi, dan langsung mematiknya.
"Misi sudah selesai, dan semua sudah beres. Untunglah," ucap Young Soon sambil mengeluarkan asap rokok tersebut.
"Omong omong, bagaimana kau bisa menghabisi pengawal pengawal itu tadi, dalam sekejap. Aku benar benar bingung dengan dirimu, seperti ada kekuatan yang ada didalam dirimu." Ucap Devian kembali bingung kepadanya.
"Aku juga bingung. Kenapa aku bisa sekuat ini, dan dengan mudah menghabisi pengawal pengawal itu." Ucap Young Soon tersenyum tipis.
"Tapi itu tidak penting, karena yang terpenting, kita sudah berhasil menyelesaikan misi kita. Dan uang akan segera dikirim." Jawab Young Soon sambil menyilangkan kakinya.
Tiba tiba ponsel Young Soon berdering, dan Young Soon langsung mengambilnya. "Nah, ini dari bos Zax." Langsung mengangkatnya.
"Halo bos Zax, ada apa menghubungiku?." Tanya Young Soon berpura pura bertanya.
"Aku hanya mau bertanya kepadamu, apakah kau yang membakar habis rumah bos Vinson itu?." Tanya bos Zax kepadanya.
"Tentu saja bos, sesuai perintah yang bos minta." Jawab Young Soon kembali tersenyum.
"Kan yang aku minta dibunuh saja, dan kenapa kau malah membakar habis rumahnya. Kau benar benar langsung menghabisinya, dengan seisi rumahnya." Ucap bos Zax yang tidak habis pikir dengan Young Soon.
"Daripada orangnya saja yang dibunuh, kan lebih baik seisi rumahnya, biar barang terlarang itu habis terbakar disana. Jadi semua aman deh." Jawab Young Soon tertawa tipis.
"Baiklah kalau begitu. Kau memang sangat bisa diandalkan, dan bagaimana dengan bodyguard mu itu, yang baru merasakan pekerjaan yang berbahaya denganmu?." Tanya bos Zax.
"Dia aman kok bos, dan hanya luka sedikit saja. Tidak sampai mati kok." Jawab Young Soon dengan tertawa tipis kembali.
"Baguslah kalau begitu, dan karena ini yang cukup berbahaya. Uangnya akan saya kirim sekarang, dan gunakan dengan sebaik mungkin. Aku sangat beruntung bisa mempunyai dirimu, yang bisa menyelesaikan misi secepat mungkin." Ucap bos memujinya.
"Terima kasih banyak bos, tentunya memang aku yang paling keren dan jago." Menyombongkan dirinya.
"Baiklah, baiklah. Kalau begitu, besok datang kemari, dan akan aku berikan misi selanjutnya." Ujar bos Zax.
"Ada waktunya untukmu libur panjang, tapi sabarlah, karena banyak misi untuk orang sehebat dirimu." Jawab bos Zax tersenyum tipis.
"Baiklah bos, kalau begitu, langsung kirim saja uangnya. Dan terima kasih banyak bos, aku menyayangi uangmu." Ucap Young Soon langsung mematikan ponselnya.
"Apa kata bos Zax?." Tanya Devian.
"Ya begitulah, katanya akan ada misi baru, dan kau harus cepat sembuh. Kalau tidak mau sembuh yasudah, biar aku saja yang menyelesaikannya sendiri. Karena aku juga bisa sendiri." Jawab Young Soon kembali mengisap rokoknya.
"Baiklah, aku akan menjaga diriku sebaik mungkin." Ujar Devian.
Tiba tiba masuk notifikasi dari ponselnya, dan Young Soon langsung melihatnya. Sontak mata Young Soon melotot. "What the ****, ini benar benar banyak banget." Ucap Young Soon sangat kaget, karena uang yang dikirim oleh bos Zax, senilai 800M, yang langsung masuk ke rekeningnya.
Tiba tiba ponselnya kembali berdering, dan itu adalah panggilan dari bos Zax. Young Soon pun langsung mengangkatnya.
"Bagaimana dengan uangnya, apa kau suka?." Tanya bos Zax.
"Suka banget dong bos, dan terima kasih bos Zax. Aku sangat menyayangimu." Jawabnya dengan bahagia.
"Baguslah kalau kau suka, kalau begitu jangan lupa untuk datang besok." Ucap bos Zax langsung mematikan ponselnya.
"Soal bagianmu Devian, aku akan mengirimkannya, dan berikan nomor rekeningmu." Ucap Young Soon.
Devian pun langsung memberikan nomor rekeningnya. "Sudah aku kirim bagianmu, dan pakailah dengan sebaik mungkin. Itu kata bos Zax, hahahah." Ucap Young Soon sudah mengirim bagian Devian, ke rekeningnya.
Devian pun langsung melihatnya, dan bagiannya senilai 200M. "Apa ini tidak terlalu banyak. Karena aku hanya menjadi bagianmu saja, dan aku malah merepotkanmu?." Tanya Devian.
"Kalau sudah segitu yang aku kirim, ya segitulah. Dan tidak ada penolakan, atau pun komentar." Jawab Young Soon.
"Kalau begitu, aku pulang dulu ya." Ujar Young Soon langsung berdiri.
"Tidur disini saja, kan kamu masih lelah." Ucap Devian.
"Yaudah deh, aku tidur disini saja. Kebetulan aku sangat lelah, akibat misi tadi." Ucap Young Soon.
"Kebetulan rumah ini memiliki dua kamar, satunya ada di dekat sana." Menunjuk kamar satunya, di dekat meja ruang tamu.
"Kalau begitu, aku masuk dulu ya. Soalnya aku ngantuk banget, dan belum lagi besok aku harus menikah."
"Kalau begitu, selamat malam Devian." Melambaikan tangannya, dan langsung masuk ke kamar.
Setelah Young Soon masuk ke kamarnya. "Young Soon mau menikah besok, dan kenapa dia tidak memberitahukannya kepadaku." Ucap Devian langsung masuk juga ke kamarnya yang ada di lantai atas.
Keesokan paginya, dimana Young Soon baru bangun," hua, hari yang cerah." Ucap Young Soon langsung mengusap matanya, dan berdiri, sambil meregangkan tubuhnya.
Young Soon pun keluar dari kamar, dan langsung duduk di sofa. "Hari ini adalah hari pernikahanku, tapi aku santai santai saja. Apa decor sudah disiapkan disana." Bertanya-tanya.
Tiba tiba saja ponselnya berdering, dan itu adalah panggilan dari