
"Kau ini pria atau wanita sih. Takut begitu, tidak ada yang seram disini. Yakan teman." Ucap Young Soon kepada pengawal yang berjaga di ruang pelatihan tersebut.
"Benar itu. Kenapa harus takut, kami kan bukan orang yang jahat, kalau tidak ada yang jahat kepada kami." Ucap pengawal tersebut.
"Apa kau punya rokok bro?." Tanya Young Soon kepada pengawal tersebut.
"Nih." Langsung memberikan rokoknya.
Young soon langsung mengambilnya, dan menyalakannya. "Ehm, cepat Devian. Butuh banyak waktu, dan jangan menghabiskan waktu, dengan berdiri saja." Ucap Young Soon, langsung mengisapnya dan menghembuskan asap tersebut.
"Aku tidak boleh terlihat lemah didepan Young Soon. Bisa bisa aku direndahkan oleh mereka." Ucap batin Devian, langsung menembak sasaran yang ada didepannya, tanpa henti.
Seketika itu juga Young Soon kaget, bersama pengawal yang ada. Karena Devian menembak secara tiba tiba.
"Wow, sungguh tembak yang hebat." Ucap Young Soon bertepuk tangan, sambil mengisap rokoknya.
"Apa kau masih meremehkanku Young Soon?." Tanya Devian, langsung menaikkan alisnya.
"Tidak dong. Aku tahu kalau kau hebat, maka sebab itu, aku hanya mau memanasi mu saja. Kau memang hebat, perfect." Jawab Young Soon, ikut menaikkan alisnya.
"Kalau begitu, apa ada kegiatan selain ini?." Tanya Young Soon kepada pengawal tersebut.
"Tentu ada dong. Ada belajar memanah di belakang rumah, dan terdapat lapangan dibelakang. Disana juga sudah ada pelatihnya kok, kami sudah sering belajar memanah, menggunakan kuda.
"Kau bisa kesana." Jawab pengawal tersebut.
"Wah, itu hebat juga. Yuk Devian, kita belajar memanah disana juga." Ucap Young Soon langsung bahagia.
"Kalau begitu, aku duluan ya pengawal tampan." Melambaikan tangannya, dan langsung ke lapangan, belakang rumah bos Vinson.
"Andai rumahku seperti ini juga. Tapi rumahku sangat kecil, mau bagaimana lagi." Ucap Young Soon menghela nafasnya.
"Kamu bilang rumah kamu kecil. Sungguh penglihatan yang rusak, jelas jelas rumahmu begitu besar. Aneh." Ucap Vinson, hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu, mari kita belajar menggunakan kuda. Aku sudah tidak sabar." Ucap Young Soon, langsung menghampiri pengawal yang sedang memanah bersama.
"Halo pengawal. Apa kau boleh ikut, aku mau belajar memanah, dengan menggunakan kuda ini. Apa boleh?." Tanya Young Soon sambil menaikkan alisnya.
"Boleh banget. Kamu orang yang diperintahkan oleh bos Vinson kan?." Jawabannya sekaligus bertanya.
"Benar banget. Aku Jova, salam kenal. Dan dia adalah bodyguardku, Devian namanya." Memperkenalkan dirinya.
"Salam kenal. Aku Bertus." Berjabat tangan dengan Young Soon, dan Devian.
"Kalau begitu, apa boleh aku menaiki kudanya sekarang?." Tanya Young Soon, kembali menaikkan alisnya.
"Boleh banget. Silahkan naik." Jawab Bertus, langsung membantu Young Soon naik keatas kuda.
"Berikan panah itu. Aku mau berlatih memanah juga." Ucap Young Soon, langsung meminta panah kepada pengawal tersebut.
Pengawal pun langsung memberikan panahnya kepada Young Soon. Dan tanpa basa basi, Young Soon langsung memanah dengan mengendarai kuda tersebut.
Dengan angin yang berkibasan, sontak semua orang yang ada, langsung menatap ke arahnya. "Wah, dia begitu cantik ketika rambutnya terkena angin. Sungguh menawan." Ucap pengawal yang ada, termasuk Devian.
"Young Soon memang cantik, sampai semua orang menyukainya. Aku tidak bisa menandinginya." Ucap batin Devian, hanya bisa melihat Young Soon dari kejauhan, yang sedang mengendarai kudanya, sambil memanah dengan baik.
Sampai akhirnya. Young soon berhenti didepan Devian. "Devian, bagaimana