
"Apa kau tinggal sendirian di rumah mu itu?." Tanya Young Soon, sambil menaikkan alisnya.
"Ehm, kamu mau rumah aku ya sayang. Lain waktu aku akan menunjukkan rumahku kepada kamu. Mungkin kamu akan betah di rumahku nanti. Karena, semua yang kamu inginkan, ada di sini." Jawab Tyger Carl, sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Pria ini, benar benar membuatku kesal," ucap batin Young Soon menahan emosinya, karena Tyger Carl adalah atasannya.
"Bukan begitu maksudku Tyger yang paling tampan. Maksudku kan hanya bertanya, apa kau tinggal sendirian, bukan aku ingin melihat rumahmu. You understand." Jawab Young Soon sambil melipat kedua tangannya.
"Paham sayang. Kamu cantik banget ya, jadinya aku ingin melahapmu." Ujar Tyger Carl tersenyum miring.
"Apa aku bisa lari dari genggaman pria ini. Kalau dilihat lihat sih, dia cukup tampan. Tapi mengerikan." Ucap batin Young Soon terdiam.
"Kalau begitu, besok kita sambung lagi ya sayangku Tyger Carl. Bay." Dengan sigap langsung mematikan video call tersebut dan Young Soon menghela nafas panjang.
"Fyuh, berakhir sudah video call itu. Saatnya tidur bestie," langsung lompat ke atas tempat tidur.
Disisi lain," dia memanggilku sayang. Akhirnya ada cinta di dalam dirinya, untukku. Menggemaskan." Tersenyum memiliki rencana, dan kembali ke pekerjaannya.
"Bagaimana perkembangan barang terlarang. Apa semua berjalan dengan baik?." Tanya Tyger Carl dengan wajah menyeramkan.
"Semua aman bos, dan semua sudah dikirim ke negara lainnya." Jawab pengawalnya.
"Baguslah. Dan rekap semua barang terlarang. Jangan sampai ada yang ketinggalan, kau paham kan," ucap Tyger Carl kembali, sambil menghisap rokoknya.
"Baik bos,"
Keesokan paginya. Dimana Young Soon sudah bangun, dan membuka gorden jendelanya. "Selamat pagi dunia tipu tipu," ujar Young Soon tersenyum bahagia, dan mengambil handuknya. Lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Selesai mandi, dan sudah mengenakan pakaiannya. Tiba tiba saja ponselnya berdering.
Dan itu adalah panggilan dari Devian," halo Devian. Ada apa menghubungiku sepagi ini?." Tanya Young Soon langsung duduk di tempat tidur, dan mengenakan sepatunya.
"Aku merindukanmu," jawab Devian serius..
"Eh, kau lagi sakit ya. Gak waras kau, sana minum air putih." Sahut Young Soon sambil tertawa tipis.
"Hahahah, iya deh, maaf, aku bercanda. Kau lagi apa?." Tanya Devian yang sedang mengenakan pakaiannya.
"Aku lagi pakai sepatu ini, dan sudah siap siap. Ini mau sarapan dulu," jawab Young Soon sambil tersenyum.
"Bagaimana kalau kita sarapan di luar Young Soon. Nanti aku yang traktir deh." Ucap Devian menawarkannya.
"Yaudah deh, aku mau deh. Ke tempat yang biasa aja ya. Dah Devian tampan," langsung mematikan ponselnya, dan mengambil tasnya, lalu menyandangnya.
Young Soon pun turun ke bawah, dan menghampiri ayahnya yang sedang baca koran di ruang tamu, sambil membaca koran.
"Pagi ayah sayang," langsung mencium pipi ayahnya dari samping, dan duduk.
Ayahnya pun menatapnya," sudah cantik aja anak ayah. Mau ke mana?." Tanya ayahnya.
"Iya dong ayah, kan Young Soon memang cantik. Ada urusan sebentar di luar, dengan teman, biasalah, anak muda ayah. Omong omong, dimana Min Hwa dan Min Soo itu ayah?." Jawab Young Soon sekaligus bertanya.
"Mungkin sedang di kamar, masih menyusun rencana pernikahan Min Hwa. Ada apa memangnya sayang." Jawab ayahnya sekaligus bertanya kembali.
"Tidak ada sih ayah. Oh ya ayah, jangan lupa untuk tidak minum teh ataupun minuman yang dibuat oleh Min Soo maupun Min Hwa. Ayah paham kan." Bisik Young Soon.
"Siap anak ayah," ikut tersenyum.
"Kenapa kamu tiba tiba menginginkan garasi sayang?." Tanya balik ayahnya.
"Untuk tempat kendaraanku dong ayah. Jadi untuk tempat apalagi, kan garasi untuk tempat kendaraan. Kan gak mungkin untuk menaruh pakaian ayahku sayang." Jawab Young Soon sambil tertawa tipis.
"Baiklah. Kalau soal itu gampang, nanti sore ayah akan memanggil tukang untuk membuatkan garasi khusus untukmu sayang. Kamu tenang saja. Apa sih yang gak buat anak ayah." Mencubit hidung Young Soon.
"Terima kasih banyak ayahku sayang, paling tampan dan paling kaya." Puji Young Soon, kembali memeluk ayahnya.
"Jangan lupa dengan yang aku katakan tadi ya ayahku sayang." Mengingatkannya kembali.
"Aman sayang. Kamu sarapan dulu sana." Jawab ayahnya sekaligus menyuruhnya.
"Aku mau sarapan di luar saja deh ayah. Dah ayah, Young Soon pergi dulu." Ujar Young Soon mencium kembali pipi ayahnya, dan langsung pergi dari rumah tersebut.
Young Soon pun menuju garasi, dan membukanya. Young Soon melihat semua motor yang terparkir begitu indah. "Pakai motor apa ya aku. Bagus semua." Bingung memilih mobil yang ada.
"Mending pakai yang ini saja deh. Warna abu abu. Gas lah." Langsung mengeluarkan motornya, dan kembali menutup garasi tersebut.
Young Soon pun langsung menuju restoran tempat ia biasa maka dengan Devian. Sesampainya di restoran. Young Soon memarkirkan motornya, dan langsung masuk ke dalam restoran, setelah membuka helmnya.
Di dalam restoran. Ternyata sudah ada Devian, dan Devian melambaikan tangannya. Young Soon pun menghampirinya, dan langsung duduk di hadapannya.
"Maaf membuatmu menunggu lama. Tadi aku sedang mengobrol dengan ayahku dulu." Kembali tersenyum, dan langsung menyilangkan kakinya.
"Gapapa, aku sudah biasa dengan dirimu yang seperti ini. Hahahah." Tertawa tipis Devian, dan memanggil pelayan yang ada.
Pelayan pun datang, "ada yang mau dipesan kan?." Tanya pelayan tersebut.
"Saya mau pesan daging iga bakar nya 1, sama kopi cappucino nya 1." Pesan Devian.
"Saya mau nasi uduknya 1, sama kopi latte nya 1." Pesan Young Soon juga.
"Baik kak, ditunggu pesanannya," membungkukkan badannya dan kembali ke dapur.
"Oh ya Young Soon, hari ini kita akan melaksanakan misi nya bukan?." Tanya Devian untuk memastikannya.
"Iya. Nanti kita datang menemui bos Zax dulu, untuk mengatur semuanya bagaimana." Jawa Young Soon mengambil rokoknya dan mematiknya langsung.
Saat hendak mengisapnya. Tiba tiba ada yang mengambil rokoknya dari belakang. "Masih pagi jangan merokok sayang." Ucap yang tidak lain lagi ialah Tyger Carl.
Sontak Young Soon dan Devian langsung menatap ke arahnya. "Tyger. Kenapa kau ada di sini?." Tanya Young Soon sambil menghela nafas panjang.
"Untuk makan tentunya sayang. Galak banget sih kamu." Jawab Tyger Carl duduk disamping Young Soon.
"Pelayan," panggil Tyger Carl kepada pelayan tersebut.
Pelayan pun kembali datang, "iya kak, ada yang bisa saya bantu?." Tanya pelayan tersebut.
"Saya mau pesan sama dengan pesanan pacar saya ini," jawab Tyger Carl sambil menunjuk Young Soon.
"Baik kak, ditunggu," kembali membungkukkan badannya, dan kembali ke dapur.
"Kalian sudah berpacaran?." Tanya Devian sambil menunjuk Young Soon dan Tyger Carl.