Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 51: Modif Motor



"Kau berpura pura menjadi penjaga rumahnya juga. Saya dengar, ia sedang mencari orang, untuk menjaga rumahnya dengan ketat. Kau harus merubah penampilan mu, dan jangan kenakan hal yang sering kau kenakan. Kau paham." Menaikkan alisnya.


"Aku sangat paham bos. Lagian, pakaianku sudah seperti laki laki kok. Hanya perlu mengubah sedikit saja?." Ucap Young Soon.


"Baguslah kalau kau mengerti. Itu saja yang mau saya katakan, dan hati hati terhadap mereka. Datanglah esok hari, dan jangan lupa masuk dengan sopan." Ucap bos Zax melipat kedua tangannya.


"Siap bos ku. Kalau begitu, saya duluan bos, dan akan saya hubungi kalau ada yang mencurigakan. Saya pamit." Jawab Young Soon langsung keluar dari ruang rahasia bos Zax.


Setelah itu Young Soon langsung menggas motornya, untuk langsung ke modif motor. Di perjalanan. "Aku harus mengganti warna motor ini. Agar yang pernah mengenaliku, tidak bisa mengenaliku lagi." Ucap batin Young Soon.


"Tapi, bagaimana mau kenal. Aku kan sudah menyamar menjadi orang yang berbeda. Mana mungkin mereka mengenaliku." Tersenyum bahagia Young Soon.


Sesampai bengkel motor. Ia pun langsung turun dan menghampiri pekerja bengkel tersebut. "Halo pak. Saya mau mengganti warna motor ini, apa bisa?." Tanyanya.


Langsung menatap wajah Young Soon. "Eh, bisa kak. Mau ganti warna apa?." Tanyanya.


"Ganti warna api aja pak. Bisa gak pak, dan berikan gambaran api di depan motornya." Jawab Young Soon.


"Baik kak, kalau begitu kakak tunggu sebentar ya kak. Akan saya selesaikan secepatnya." Tersenyum pegawai tersebut.


"Baiklah." Duduk di kursi yang sudah di sediakan bengkel tersebut.


Setelah 1 jam berlalu. Motornya pun selesai di modif. "Sudah jadi kak. Bagaimana menurut anda?." Tanya pegawai tersebut.


Young Soon pun langsung berdiri dan mengelus motornya. "Wah, sangat bagus. Berapa semuanya." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Semuanya hanya di harga 20 JT saja kak. Mau bayar lewat apa."Jawabnya.


"Kenapa murah banget. kalau begitu, saya tambahkan jadi 25 JT saja. Saya bayar lewat kartu." Langsung memberikan kartu ATM nya.


"Baik kak, ditunggu sebentar." Menggesek kartunya, dan setelah itu langsung mengembalikannya kepada Young Soon.


"Terima kasih banyak. Saya pergi dulu." Langsung menaiki motornya dan pergi dari tempat tersebut.


Di perjalanan. "Setelah mengganti warna motor. Aku harus membeli pakaian, untuk misiku." Ucapnya langsung menuju Mall.


Di dalam toko tersebut. "Halo kak Young Soon. Anda datang lagi ya. Lagi mencari pakaian apa kak?." Tanya pelayan tersebut yang sudah mengenalinya, dan tersenyum bahagia.


"Tunjukkan saya pakaian laki laki, dan cocok di kenakan oleh wanita." Jawab Young Soon melipat kedua tangannya.


"Kalau begitu, mari saya tunjukkan kak. Kami menyediakan pakaian wanita, dengan penampilan pria." Langsung menunjukkannya kepada Young Soon.


Sesampai tempat pemilihan pakaian. "Ini adalah pakaian terbaik dari Toko kami kak. Silahkan anda pilih." Menundukkan kepalanya.


Young Soon pun langsung melihat lihat pakaian tersebut, dengan teliti. "Bagus juga. Kalau begitu, saya mau semua ini. Dan bungkus secepatnya. Karena saya tidak suka lama lama." Ucap Young Soon langsung membelinya.


"Baik kak, mohon ditunggu sebentar. akan kami bungkus secepatnya." Langsung mengambil pakaian tersebut, dengan bantuan karyawan lainnya.


Setelah Young Soon membeli pakaian. Ia pun langsung kembali pulang. Sesampai rumah, Young Soon masuk kedalam, dan tidak ada siapa siapa. "Kenapa sepi amat disini ya. Sudah seperti kuburan China." Ucapnya langsung masuk ke kamarnya.


Di kamarnya. Ia langsung terkapar di tempat tidur. "Baru juga jam berapa. Sudah selelah ini. Aku mau apa lagi ya?." Tanyanya bingung dengan dirinya sendiri.


"Apa lebih baik aku GYM aja ya?."Tanyanya kembali.


"Iya deh. Kalau begitu, aku beresin pakaian ini dulu deh." Mengeluarkan pakaian yang sudah ia beli, dan langsung menyusunnya di lemari pakaiannya.


Selesai merapikan pakaian barunya. Ia pun langsung turun ke bawah. Tiba tiba saja Min Hwa sudah di bawah dan berdiri di depan tangga. Sontak Young Soon langsung terhenti dan ikut menatapnya. "Ada apa?." Tanyanya langsung melipat kedua tangannya.


"Jangan coba berani melawanku ya. Kenapa kamu selalu saja membangkang perkataanku." Ucap Min Hwa langsung menjambaknya.


"Auh." Ucap Young Soon berpura pura menahan sakit.


"Sabar Young Soon. Disini masih ada kamera yang tersembunyi. Kamu harus menahan amarah mu, agar kelakuan Min Hwa, bisa terekam di kamera itu." Ucap batin Young Soon menahan amarahnya dengan menghela nafasnya dalam dalam.


"Kenapa tiba tiba menarik rambutku sih. Kita kan bisa membicarakan hal ini dengan baik baik?." Tanya Young Soon sok polos di depan Min Hwa.


"Karena aku,