
Young Soon pun kembali duduk dikursinya. "La, la la." Nyanyi Young Soon sambil memandangi bunga yang bermekaran.
Tiba tiba ponselnya berdering. "Siapa lagi yang menghubungiku, disaat begini." Langsung mengangkat ponselnya.
"Halo, ada apa?." Tanya Young Soon.
"Aku Eun Ju, kau dimana?." Jawab Eun Ju sekaligus bertanya.
"Astaga Eun Ju, kau selalu saja mengangguku. Aku lagu ada di taman bunga. Ada apa?." Tanya balik Young Soon.
"Tidak ada, aku hanya merindukan mu saja. Aku susul ya." Jawab Eun Ju dengan bahagia.
"Tidak perlu, aku sudah mau pulang nih.Kita jumpa di cafe saja, sekalian aku mau minum kopi." Ucap Young Soon.
"Baiklah, aku akan kesana duluan.Dah sayang." Langsung mematikan ponselnya.
"Dah juga." Ikut mematikan ponselnya.
"Eun Ju selalu saja merusak kebahagiaanku. Tapi sudahlah, dia sahabatku satu satunya, yang selalu ada disisiku." Ucap batin Young Soon langsung berdiri dan membuang bunga yang ada di telinganya.
Saat Young Soon mau menuju motornya. Tiba tiba ada anak sekolahan yang sedang merokok dan Young Soon menatap mereka.
Anak laki laki itupun menyadarinya, kalau ia sedang di tatap oleh Young Soon. "Hei, ada apa memandangi kami. Apa ada masalah?." Tanya mereka.
Young Soon menghampirinya dan mengambil rokok yang ada di saku baju ya. "Kau masih sekolah, jangan coba coba merokok. Atau kau akan menyesal." Ucap Young Soon mengambil sebatang rokok dan menghidupkan rokok tersebut. Young Soon pun langsung mengisap rokok tersebut.
"Tunggu kau sudah lulus, baru kau bisa merokok.Kau mengerti." Ucap Young Soon menepuk pundak anak laki laki tersebut.
"Apa urusannya denganmu?." Tanya mereka.
Young Soon langsung mendekatinya dan menatapnya dengan tatapan tajam. "Kau mau ku beritahu kepada orang tuamu. Hah." Ucap Young Soon dengan nada tegas.
"Eh, jangan kak. Saya ga akan merokok lagi kok. Jangan katakan kepada orang tua saya." Mulai ketakutan anak sekolahan tersebut.
Young Soon mengeluarkan asap rokok tersebut dari mulutnya dan menyemburkannya ke anak laki laki tersebut. "Baiklah, kau jangan ingkar janji nak. Aku pergi dulu, dan rokok ini, biar aku ambil." Ucap Young Soon langsung menaiki motornya dan meninggalkan anak sekolahan tersebut.
Sesampai cafe. Young Soon langsung masuk kedalam dan mengantongi rokoknya. "Hei Young Soon, aku disini." Panggil Eun Ju dari kejauhan.
Young Soon langsung menghampirinya dan duduk di hadapannya. "Apa kau sudah memesan kopi ini?." Tanyanya.
"Sudah, itu minuman mu. Biar kau tidak menunggu lama dan kita bisa mengobrol." Jawab Eun Ju tersenyum lepas.
"Terima kasih banyak, hari ini kau yang harus mentraktir ku. Okey." Ucapnya.
"Memang mau aku yang membayarnya. Karena sudah dari beberapa hari yang lalu kau yang terus mentraktirku." Jawab Eun Ju.
"Baiklah." Menaikkan alisnya.
"Omong omong, kau seperti bau rokok. Apa kau merokok?." Tanya Eun Ju.
"Itu bukan urusanmu sayang, mau aku merokok atau tidak, itu bukan urusanmu." Jawabnya sambil menyilang kakinya.
"Itu urusanku dong, kau kan sahabatku. Aku harus peduli padamu." Jawab Eun Ju dengan cepat.
"Iya, iya, kau cerewet banget, sama seperti ibu tiriku." Ucap Young Soon langsung meminum kopi dinginnya.
"Aku cerewet begini, karena dirimu sayang. Karena aku tidak mau kau mengalami sesuatu." Jawab Eun Ju sangat khawatir dengan Young Soon.
"Kau tidak tahu, bahkan aku tidak takut dengan apapun. Karena aku memiliki kekuatan khusus." Ucap batin Young Soon fokus meminum kopi dinginnya.
"Hei, melamun lagi. Kau kenapa sering melamun sih?." Tanya Eun Ju bingung kepadanya.
"Tidak apa apa, aku hanya bingung untuk hadiah yang akan ku berikan kepada kakak tiriku nanti." Jawab Young Soon menatapnya.
"Bagaimana kalau kita beli hadiahnya sekarang aja. Sekalian aku mau beli kado juga." Ucap Eun Ju menaikkan alisnya.
"Yaudah deh, mumpung ada dirimu. Yuk." Jawabnya.
Merekapun langsung pergi ke mall, untuk membeli hadiah yang cocok untuk Min Hwa. Sesampai mall.
Mereka berdua langsung masuk ke dalam. "Kita cari kado apa ya Young Soon?." Tanya Eun Ju bingung.
"Belikan saja hadiah yang diperlukan wanita. Pasti dia akan suka juga." Jawab Young Soon.
"Ya, ya." Menurut saja Young Soon dan mengikutinya dari belakang.
Merekapun langsung masuk ke toko pakaian dress. "Wah, bagus banget gila.
Ini akan sangat cocok untuk kakakmu Young Soon." Ucap min hwa melihat dress tersebut.
"Pilihlah secepatnya, aku sudah bosan disini." Ucap Young Soon langsung duduk di sofa yang disediakan oleh toko tersebut.
"Baru saja datang, masa sudah bosan. Gimana sih." Ucap Eun Ju kembali fokus mencari hadiah yang cocok untuk Min Hwa.
"Cepatlah, aku akan menunggu disini." Ucap Young Soon sambil melipat tangannya.
"Aku harus memakai gaun yang lebih bagus dari Min Hwa, agar aku bisa mempermalukannya. Hahahah, kita lihat saja di pesta ulang tahun yang sangat kau nantikan itu. Aku akan membuat semuanya kacau dan semua akan tertuju kepadaku, bukan kepadamu Min Hwa." Ucap Young Soon senyum sendiri dengan rencananya.
Setelah beberapa menit. Eun Ju pun siap memilihkan hadiah untuk Min Hwa dan dia langsung menghampiri Young Soon yang sedang duduk santai.
"Halo Young Soon ku sayang, apa kau menungguku lama?." Tanya Eun Ju langsung duduk disampingnya.
"Iya dong, sudah hampir menjelang malam begini. Gimana sih." Kesal Young Soon.
"Aku udah kok, bagaimana denganmu. Apa kau jadi memilihkan hadiah untuk kakak mu?." Tanya Eun Ju.
"Ga jadi deh, aku akan membelinya menjelang ulang tahunnya saja. Yang penting, kau sudah membeli hadiah untuk kakakku nanti.Itu sudah cukup. Kalau begitu, mari kita pulang." Jawabnya langsung berdiri.
"Baiklah, marah marah mulu." Ucap Eun Ju sambil membawa tas belanjaannya.
Young Soon pun langsung membonceng Eun Ju dan mengantarkannya ke rumahnya. Sesampai rumah Eun Ju, langit sudah malam.
"Terima kasih banyak Young Soon ku, karena sudah mengantarkanku pulang. Hati hati dijalan." Ucap Eun Ju melambaikan tangannya.
"Sama sama, aku duluan." Langsung meninggalkan Eun Ju.
Di perjalanan. "Aku harus ke tempat yang sudah di janjikan oleh pria kemarin malam. Aku harus cepat datang, sebelum orang mengetahuiku." Langsung menggas motornya dengan kecepatan tinggi menuju tempat yang dijanjikan.
Sesampai tempat tersebut. "Ini kan tempatnya, kenapa gelap begini dan sepi begini. Sudahlah, aku harus mengeceknya." Langsung turun dari motornya dan membuka helmnya.
Mengetuk pintu tersebut. "Permisi, apa ada orang?." Tanya Young Soon dari luar.
"Halo, apa orang?." Tanyanya kembali karena tidak ada jawaban.
Pintu pun akhirnya terbuka. "Apa kau Young Soon?." Tanya pria kemarin.
"Iya." Jawabnya.
"Masuklah."
Young Soon pun langsung masuk kedalam dan Zax langsung menutup pintu tersebut. Saat pintu sudah tertutup dan Young Soon sudah di dalam.
Tiba tiba ada seorang pria yang langsung menahan badannya. "Eh, apa ini. Dasar." Langsung memukul bagian perut pria tersebut.
Otomatis pria tersebut terpental ke sofa dan membuat sofa tersebut terbelah menjadi dua.
"Kenapa ini." Tanya Young Soon berjaga jaga.
"Wah, kau memang orang yang ku cari. Kau sangat cocok untuk ku jadikan Agen rahasia. Duduklah dulu, itu tadi hanya untuk menguji mu saja. Apakah kau mampu melawannya atau tidak, dan ternyata kau bisa melawannya. Amazing." Ucap Zax langsung duduk dikursi bos.
Young Soon pun ikutan duduk dihadapannya. "Langsung saja ke inti." Ucapnya.
"Kau hanya perlu menjadi Agen rahasia dan jangan sampai identitas mu ketahuan. Bayaran yang sudah ku janjikan. Sebulan 100JT, jika kau melakukannya dengan baik. Akan aku berikan 1M dalam satu pekerjaan. Bagaimana." Ucap Zax sambil menaikkan alisnya.
"Wow, sungguh gaji yang begitu fantastis. Tapi aku tidak mau 100JT, aku mau 1M di setiap misi. Bagaimana." Ucap Young Soon ikut menaikkan alisnya.
"Okey, bagaimana jadinya. Deal." Tanya Zax.
"Deal dong, siapa juga yang mau menolak uang sebanyak ini. Deal." Berjabat tangan dengan Zax.
Young Soon pun resmi menjadi Agen rahasia. "Kapan aku akan bekerja?." Tanya Young Soon.
Mengeluarkan foto tersebut. "Aku mau memberikanmu satu misi. Jika kau berhasil, aku akan langsung transfer uangnya. Kau lihat pria ini kan." Menunjukkan foto seorang pria tua kepada Young Soon.
"Ya, kenapa emangnya" Jawabnya.