Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 129: Gedung Terbengkalai



Young Soon pun mengabaikannya, dan kembali berakting seolah olah mendengarkan musik.


Lift pun berhenti di nomor yang ditekan oleh pria tersebut, "ini waktumu." Perintah bos Zax.


Dan Young Soon mengeluarkan sesuatu dari tas sandangnya, dan ia menjatuhkannya. "Ah, sial." Ucap Young Soon jongkok dan mengambilnya.


Pria yang di belakangnya pun tersenyum ingin melakukan sesuatu. "Hei wanita." Panggil mereka kembali, sambil memegang bahu Young Soon.


Young Soon membuka airphonenya, dan kembali menatap dua pria tersebut. Young Soon pun kembali menaikkan alisnya, dan berdiri menghadap mereka berdua.


"Ada apa ya paman?." Tanya Young Soon.


"Apa kau wanita malam?." Tanya balik salah satu pria tersebut.


"Aku bukan wanita malam, maaf aku harus pergi sekarang." Jawab Young Soon berjalan ke sisi lain.


"Kau jangan seperti itu bodoh. Masih banyak wanita lainnya di bar. Mari." Ucap teman lainnya, dan mereka ke arah lainnya.


Young Soon bersembunyi di balik sisi lain, dan mengintip mereka. Dua pencuri tersebut langsung membuka kunci pintu tersebut, dan terlihatlah nomor pintu kamar tersebut.


Dengan sigap Young Soon langsung mengabarinya. "Nomor pintu kamarnya adalah 115. Sekali lagi, 115." Jawab Young Soon, lewat airphone tersebut.


"Baik, aman. Kalau mereka sudah masuk, langsung pasang semua kamera yang ada di sana." Perintah bos Zax.


"Siap, laksanakan."


Dua pria tersebut langsung masuk ke dalam kamar tersebut, dan Young Soon keluar dari tempat persembunyiannya. Ia langsung memasang kamera di area tempat tersebut dengan cepat.


"Cek, semua sudah terpasang kameranya bos. Bagaimana lagi." Memberitahukannya.


"Kalau begitu, kau bisa kembali, dan yang lainnya, akan diserahkan kepada Devian dan tuan Tyger Carl." Jawab bos Zax, yang sedang melihat komputer yang terpasang dari kamera tersebut.


"Siap bos," langsung turun ke bawah hotel, dengan lift kembali.


Disisi lain. Di bank tersebut, Devian sudah menggunakan topi dan tas. Ia akan berpura pura menjadi orang yang akan mengambil uang di bank. Dan kebetulan, semua orang yang di tahan, ada di sebuah lokasi rahasia, dan dikurung di sana. Maka sebab itu, Devian akan berakting, dan akan di tujukan ke lokasi rahasia tersebut.


"Kau bisa masuk sekarang," perintah bos Zax.


"Baik bos," ucapnya sudah bersiap siap dan langsung menutupi telinganya dengan sebuah pelindung kepala, dan ia sudah menyimpan sebuah kamera mini dipakaiannya, dan penyambung suara yang ia letakkan dibagian kancing bajunya juga.


Devian pun langsung masuk ke dalam bank yang berbeda, yang akan menjadi target, bagi para pencuri handal tersebut. Dan disisi lain, Tyger Carl masih santai, dan sedang mengurus urusannya.


Di dalam bank, "mbak, saya mau ambil uang sekitar 50 juta." Ucap Devian.


Di lihat dari ekspresi wajah wanita tersebut. Terlihat kalau wanita tersebut sedang gemetaran, dan tiba tiba saja ada 5 orang keluar dari belakang meja panjang, dan mereka adalah pencuri handal tersebut.


Pencuri tersebut langsung menyondongkan pistolnya, dan menghampiri Devian. Mereka dengan sigap, langsung menekuk kedua tangan Devian ke belakang, dan Devian berlulut ke bawah.


"Kalian semua diam, dan berlulutlah. Jangan kalian bergerak sekalipun, dan kita langsung berangkat ke lokasi kami. Mari." Ucap pencuri tersebut lainnya.


Merekapun langsung dituntun dengan kedua tangan mereka diikat. Mereka semua langsung di bawa keluar bank tersebut.


"Bos Tyger Carl. Anda bisa mengikuti mereka ke mana." Ucap bos Zax.


"Baiklah Zax. Mari kita ikuti mereka." Perintah Tyger Carl kepada anak buahnya.


Para pencuri yang lainnya membawa semua uang yang ada di bank tersebut, dan langsung masuk ke dalam mobil. Merekapun pergi dari bank tersebut, dan Tyger Carl bersama anak buahnya mengikuti dari belakang, dengan menggunakan mobil lamborgini yang begitu indah.


Di perjalanan, "kita langsung bawa mereka ke sana kan bos?." Tanya supir tersebut.


"Tentu saja, karena kita sudah menyekap banyak orang di sana. Dan tidak ada yang mengetahuinya." Jawab bos dari pencuri tersebut.


Sesampai lokasi tersebut. Para pencuri langsung keluar dari mobil satu per satu, dan masuk ke sebuah rumah besar dan gelap, atau bisa dibilang, rumah terbengkalai.


Mobil Tyger Carl dan anak buahnya ikut berhenti di belakang mobil para pencuri tersebut.


Para pencuri tersebut langsung masuk ke dalam rumah terbengkalai. Dan anak buah Tyger Carl mengukur dari belakang.


"Lokasi ya berada di gedung terbengkalai, dan lokasinya itu di Jalan Anggrek. Disitulah pencuri tersebut menyekap semua orang yang ada." Jawab Tyger Carl lewat airphone tersebut.


"Baik, aku akan mencatat semua lokasi tersebut, dan kalian bertiga akan masuk ke dalam, dalam waktu yang tepat." Ucap bos Zax, langsung mencatat disebuah buku khusus agen rahasia, dan terus mengawasi pergerakan di hotel, dari komputernya.


Setelah menaruh kamera di sekitar gedung terbengkalai tersebut. Anak buah Tyger Carl kembali ke mobil, dan langsung masuk ke dalam.


Merekapun langsung pergi dari gedung tersebut, dan kembali ke lokasi bos Zax.


Disisi lain. Devian yang sudah masuk ke dalam gedung terbengkalai tersebut, dan langsung duduk, atas perintah para pencuri tersebut.


Sedangkan Young Soon sudah sampai di lokasi bos Zax, dan langsung masuk ke dalam dan menghampiri bos Zax. "Bagaimana dengan Devian dan Tyger Carl bos. Apa semua berjalan dengan bagus?." Tanya Young Soon, sambil melihat cctv yang ada di komputer tersebut.


"Semua sudah aman. Devian sudah masuk ke dalam lokasi pada pencuri tersebut. Dan Tyger Carl lah yang menemukan lokasi tersebut. Lokasi mereka di sebuah gedung terbengkalai, yang ada di jalan Anggrek. Di sanalah semua orang di sekap, dan akan diminta uang sebanyak 5 milyar." Jawab bos Zax dengan detail.


"Gak ada otak memang mereka ya. Kasihan tahu orang orang yang di sana. Minta dihajar mereka itu." Emosi Young Soon, sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Kau jangan gegabah seperti itu. Atau nyawa orang yang ada di sana, akan hilang. Kita harus mengawasi mereka dulu dari sini. Dan kita juga sudah meletakkan kamera mini dan penyambung suara di pakaian Devian. Dengan begitu semua akan aman terkendali." Ucap bos Zax fokus melihatnya.


Di dalam cctv tersebut. "Kalian diam di sini, jangan ada yang berteriak, ataupun bergerak. Atau aku akan menembak kalian sekarang juga. Kalian paham kan." Tegas bos tersebut.


"Mengerti," jawab mereka semua sambil gemetaran, dan Devian berpura pura takut, sambil menundukkan kepalanya.


Para anak buah bos pencuri tersebut, terus menyondongkan pistolnya. Dan bos mereka menghubungi orang yang ada di hotel tersebut.


"Halo, kenapa kalian tidak datang. Kalian akan menjaga di sini. Bagaimana sih kalian?." Tanya bos mereka.