Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 111: Lipstik Merah



"Besok bisakah kita bertemu baby, akan aku katakan hal yang mau aku katakan kepadamu. Dan tentunya kamu akan menyukainya sayang." Jawab pria tersebut, sambil menyeringai nakal.


"Pria ini benar benar menganehkan. Aku harus mematikannya." Ucap batin Young Soon langsung mematikan ponselnya.


Disisi lain. "Dia benar benar ingin aku makan. Menggemaskan." Ucap pria tersebut tersenyum tipis.


"Kenapa hari ini sangat menganehkan ya. Kesal banget melihat pria mafia itu. Dasar pria mes*m." Ucap kesal Young Soon, langsung berbaring di tempat tidur, dan langsung menutup kedua matanya.


Keesokan paginya. Dimana Young Soon sedang bersiap siap, untuk mereka semua akan datang ke rumah kediaman Bae. "Aku harus membuat diriku secantik mungkin. Dan mengalahkan Min Hwa, agar Bar tertarik kepadaku. Dan aku bisa memainkan trikku kembali. Hahahah, dan gunakan lipstik yang merah menggoda." Ucap Young Soon tersenyum tipis, dan langsung menggunakan lipstik merah merona di bibirnya.


"Sayang, apa kamu sudah selesai?." Tanya ayahnya di ruang tamu.


"Iya ayah, aku sudah selesai kok ini." Jawab Young Soon di kamarnya.


"Tinggal pakai parfum, dan gunakan tas termahal. Dengan begitu, semua beres. Dan gunakan mobil baru deh, semua aman deh jadinya." Ucap batin Young Soon langsung menyemprotkan seluruh pakaiannya.


Setelah dirinya bersiap siap. Young Soon pun langsung turun ke bawah dan ayahnya langsung menatap Young Soon yang begitu cantik, dan begitu juga dengan Min Hwa dan Min Soo.


"Astaga sayang, kenapa kamu cantik banget. Mengenakan dress merah, dan make up yang begitu indah. Kamu sangat cantik." Puji ayahnya langsung menghampiri Young Soon.


"Terima kasih banyak ayah. Aku kan memang cantik dari lahir ayah." Ikut tersenyum Young Soon langsung merapikan sedikit rambutnya.


"Namanya anak ibu, jadi cantik deh." Akting Min Soo pura pura tersenyum.


"Sejak kapan aku menjadi anakmu. Aku hanya anak tirimu, bukan anak kandungmu. Jadi jaga omonganmu." Ucap Young Soon langsung melipat kedua tangannya.


"Sabar Min Soo, sabar. Jangan tunjukkan kemarahanmu, di depan pak Park Young. Kamu harus mengambil hatinya kembali, agar ia kembali mencintaiku." Ucap batin Min Soo, hanya bisa mengepalkan kedua tangannya, dan menahan emosinya.


"Sudahlah, kalian jangan bertengkar terus dong. Mari kita pergi sekarang." Ucap ayahnya melerai mereka berdua.


"Aku naik mobilku sendiri, dengan ayah. Kamu dan ibu, naik mobil dengan supir. Mari ayah, biar aku bonceng." Ucap Young Soon langsung mengambil kunci mobilnya, dan menunjukkan kunci mobil lamborgini.


Merekapun langsung keluar dari rumah, dan Young Soon langsung mengambil mobilnya yang ada di garasi.


Young Soon pun masuk ke dalam mobil, dan langsung memberhentikan mobilnya di depan rumah, dengan warna mobil yang begitu indah.


Sontak Min Hwa dan Min Soo terbengong, karena melihat mobil Young Soon yang begitu indah. Young Soon pun langsung keluar dari mobilnya, dan langsung merapikan rambutnya.


"Bagaimana dengan mobilku. Apa bagus?." Tanyanya sambil menaikkan alisnya.


"Sungguh bagus model mobil kamu sayang. Papa sampai kagum melihatnya. Ini kah mobil yang kamu dapatkan dari hasil bekerja?." Jawab ayahnya sekaligus bertanya.


"Iya dong ayah. Kalau begitu, mari kita masuk ke dalam mobilku ayah. Karena mobil ini cocok untuk ayah yang derajatnya tinggi. Bukan yang derajatnya rendah seperti mereka berdua." Menyindir Min Hwa dan Min Soo.


"Kamu jangan begitu dong sayang. Kamu benar benar cantik deh. Jadi, apa boleh ibu dan Min Hwa masuk ke dalam mobil mewah kamu ini?." Tanya Min Soo.


"Ibu naik ke mobil yang lama saja. Soalnya mobil ini alergi pelakor bu. Maaf ya bu." Jawab Young Soon kembali mengejeknya.


"Mari kita pergi ayah." Ucap Young Soon langsung masuk ke dalam mobilnya, bersama ayahanda.


Dan mobil Min Hwa, jalan duluan. Dengan mobil Young Soon, berada di belakang mereka.


"Ayah mau dengar musik, biar aku hidupkan." Tanya Young Soon sambil menyetir dengan fokus.


"Boleh saja sayang. Malah ayah akan lebih betah berada di sini, daripada di rumah. Hahah." Jawab ayahnya, dan Young Soon langsung menyalakan musik tersebut.


Tiba tiba saja ponsel Young Soon berdering. Dan Young Soon mengambil airphone nya, dan memasangnya ditelinganya. Ia pun mengangkat teleponnya.


"Halo." Panggilnya.


"Halo Young Soon, kamu di mana?." Tanya yang tidak lain lagi ialah Devian.


"Ternyata kau Devian. Aku lagi ada di jalan, lagi ada urusan pribadi. Kenapa emangnya gays." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Gak ada apa apa sih. Hanya saja, aku mendapatkan panggilan dari seorang pria misterius. Dan ia menanyakan kabarmu. Aku kurang kenal siapa dia, tapi dia bilang, kalau namanya adalah Tyger Carl. Kau kenal dia." Jawabnya juga bertanya balik.


"Hah, Tyger Carl. Apa ada hal lain yang ia katakan selain itu?." Tanya Young Soon kembali.


"Tidak ada sih. Katanya kau tidak menjawab telepon dari dia, dan dia hanya menanyakan kabarmu saja dariku. Jadi aku hanya menjawab, kalau ia baik baik saja." Jawab Devian.


"Terima kasih banyak, karena kau sudah memberitahukannya kepadaku. Kalau begitu, sudah dulu ya Devian. Karena aku sedang menyetir." Ucap Young Soon tersenyum, dan langsung mematikan ponselnya.


"Siapa yang menghubungi kamu nak?." Tanya ayahnya menatap wajah Young Soon.


"Hanya teman saja kok ayah. Yang penting tidak merepotkan ayah deh. Heheheh." Jawab Young Soon kembali tersenyum.


Merekapun sampai di rumah keluarga Bae. Dan yang turun duluan, ialah Min Hwa dan Min Soo. "Ayah turun dulu, biar Young Soon parkirkan mobil ini dulu." Ucap Young Soon langsung menatap wajah ayahnya.


"Baiklah nak, ini ayah mau turun." Sahut ayahnya langsung turun dari mobil Young Soon, dan Young Soon langsung memakirkan mobil miliknya.


Min Hwa, Min Soo dan Park Young langsung masuk ke dalam rumah. "Pagi pak Park Young. Selamat datang kembali." Ucap pak Chu Bae berjabat tangan dengan Park Young.


"Pagi juga. Mari duduk." Sahut Park Young, langsung duduk di ruang tamu.


"Halo sayang." Ucap Bae langsung memegang pinggang Min Hwa.


"Halo juga sayangku." Bahagia Min Hwa, ikut memegang pinggang Bae.


"Di mana kakakmu?." Tanya Bae melihat ke luar rumah.


"Dia masih memarkirkan mobilnya. Bentar lagi juga akan datang kok." Jawab Min Hwa kembali tersenyum, dan langsung duduk di sofa bersama.


"Kalian pasti belum sarapan bersama kan. Mari kita sarapan dulu yuk." Ajak ibu Bae.


"Mari, kebetulan kami juga belum sarapan. Dan setelah itu, baru kita bahas soal pernikahan." Jawab Min Soo dan mereka langsung duduk di meja makan.


Disisi lain. Saat Young Soon mau masuk ke dalam rumah Bae, tiba tiba saja