
Di luar rumah. Tiba tiba ponselnya berdering, dan itu adalah panggilan dari Devian. "Astaga, apa anak ini benar benar menyukaiku. Selalu saja menggangguku." Ucapnya langsung mengangkat telponnya.
"Halo, ada apa?." Tanya Young Soon langsung ke inti.
"Apa kau tidak ke kampus. Ini sudah jam berapa?." Tanya balik Devian.
"Aku keluar dari Universitas. Aku tidak akan ke kampus lagi." Jawab Young Soon dengan ringan.
"Kenapa kau keluar dari kampus. Padahal kamu sudah cukup terkenal disini?." Tanya kembali Devian.
"Tidak apa apa. Aku hanya bosan disana, dan masih banyak urusan yang harus aku selesaikan." Jawab Young Soon langsung membalikkan bola matanya.
"Tapi, apa kita bisa bertemu nanti malam?." Tanyanya.
"Baiklah, aku akan datang nanti malam. Kirimkan saja lokasinya, dan aku akan datang. Sudah dulu ya, ada hal yang harus aku selesaikan. Eh, omong omong, apa masih ada yang menganggu mu?." Tanya Young Soon untuk memastikannya.
"Sudah aman kok. Ini semua berkat diri mu Jova. Aku sangat berhutang budi kepada mu." Jawabnya dengan bahagia.
"Baguslah, kalau begitu aku tutup telponnya dan sampai jumpa nanti malam. See you." Langsung mematikan ponselnya dan menggas motornya menuju lokasi tersembunyi bos Zax.
Sesampai lokasi bos Zax dengan menggas motornya dengan kecepatan tinggi. Ia pun bisa datang cepat. Young Soon pun langsung turun dan sudah mengenakan masker dan kacamata, agar tidak ada yang mengenalinya.
Ia pun langsung masuk kedalam ruang tersembunyi bos Zax yang ada di bawah tanah, dan jalan masuknya, dari tombol yang ada di tembok dekat sampah sampah.
Ia pun langsung masuk ke ruang bos Zax, dan menutupnya terlebih dulu. Sesampainya, ia pun langsung duduk di hadapan bos Zax. "Halo bos ku. Aku sudah datang." Sapanya langsung melipat kaki kanannya.
"Baguslah kalau kau sudah datang. Bagaimana dengan uangnya, apa sudah cukup bagi mu?." Tanya bos Zax untuk memastikannya.
"Sangat cukup bos. Aku sangat menyukainya. Terima kasih banyak bos." Ucap Young Soon langsung mengambil sebatang rokok yang ada di meja bos Zax, dan langsung menyalakan rokok tersebut, lalu di hisapnya.
Bos Zax pun langsung mengeluarkan sebuah berkas berkas dan foto seseorang untuk misi Young Soon. "Ini, lihat dengan seksama." Ucap bos Zax langsung menunjukkannya kepada Young Soon.
Young Soon pun langsung melihat foto seorang pria. "Wah, dia begitu tampan bos. Berapa usianya?." Tanya Young Soon.
"Dia seorang mafia, yang bekerja sama dengan kita. Tapi, bukan dia mangsanya, tapi dia." Menunjukkan foto lainnya.
Young Soon pun langsung mengambil foto lainnya, dan melihatnya. "Seorang kakek kakek. Kenapa dia menjadi misiku sekarang?." Tanya Young Soon sedikit bingung.
"Dia memang seorang kakek kakek. Tapi, bukan kakek biasa. Dia adalah seorang narapidana, yang berhasil keluar 15 kali dari penjara dan menyamar menjadi siapapun. Dia bisa menjadi kakek dan nenek nenek saja. Karena wajahnya yang sudah tua, dia hanya bisa mengubah wajahnya menjadi nenek nenek saja." Menjelaskannya secara detail.
"Sebab itu, dia cukup berbahaya juga. Dan dia di penjara, karena menjual barang terlarang, dan diberikannya kepada anak anak remaja dan masih di umur 14 tahun. Itu sebabnya dia melanggar hukum."
"Dan polisi sudah pasrah kepadanya, karena dia berhasil lolos dan polisi tidak bisa menemukannya. Karena tadi itu, dia bisa merubah wajahnya menjadi nenek nenek." Kembali menjelaskannya.
"Wow, sungguh kakek kakek yang hebat bos. Apa hanya itu saja infomasinya?." Tanya Young Soon kembali.
"Siapa namanya?." Tanya Young Soon.
"Namanya adalah Vinson." Jawab bos Zax.
" Dia mempunyai anak buah yang begitu banyak, dari hasil menjual obat terlarang tersebut. Ia pun bisa membayar anak buahnya dengan sekantung obat terlarang. Sebab itu, kau harus berhati hati, karena jumlah mereka yang begitu banyak. Kau paham." Jawab bos Zax sambil menaikkan alisnya.
"Aman bos, aku bisa mengatasi mereka. Oh ya bos, bagaimana aku bisa masuk kesana?." Tanyanya langsung ingat ke soal berikut.
"Kau berpura pura menjadi penjaga rumahnya juga. Saya dengar, ia sedang mencari orang, untuk menjaga rumahnya dengan ketat. Kau harus merubah penampilan mu, dan jangan kenakan hal yang sering kau kenakan. Kau paham." Menaikkan alisnya.
"Aku,