Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 6: Mulut Bocor



Tapi siapa sangka. Preman tersebut terlempar jauh dan terhantam oleh dinding keras. Dinding itupun langsung retak seketika."Augh." Jerit preman tersebut kesakitan.


"Eh, kenapa bisa begitu. Padahal aku hanya menendang sebisaku dan kenapa bisa terlempar begitu jauh." Bingung Young Soon.


"Apa aku memiliki kekuatan khusus, Karena terlahir kembali. Aku harus mencobanya sekali lagi, untuk memastikannya." Ucap Young Soon.


Young Soon pun langsung melempar preman yang ditahannya. Preman itu pun langsung terhempas ke dinding dengan preman yang dia tendang barusan. "Aduh." Kesakitan preman lainnya.


"Wah, aku benar benar mempunyai kekuatan khusus. Aku tidak akan takut lagi." Melihat tangannya.


"Sini kau, dasar pria wajah aspal. Maju kau." Sambil memberi kode untuk bersiap melawan.


"Apa kau bilang, beraninya kau mengatakan seperti itu kepadaku. Kali ini aku akan memberimu pelajaran." Langsung melempar pria yang ditahannya dan langsung berkelahi dengan Young Soon.


Mereka berdua saling berkelahi dan saat bos preman itu menahan tangan Young Soon. Young Soon langsung memukul kepala preman tersebut dengan kepalanya.


Preman itu pun langsung jatuh pingsan dan kepalanya mengeluarkan darah yang begitu banyak. Seperti dilemparkan batu bata yang besar.


"Kelar juga semuanya." Menghampiri gadis yang ketakutan.


"Kau tidak apa apa gadis kecil?." Tanya lembut Young Soon, agar gadis tersebut tidak takut kepadanya.


Gadis itu pun mengangguk. "Kenapa kamu bisa ada di sini sayang?." Tanya Young Soon sambil merapikan rambut gadis tersebut yang berantakan.


"Aku tadi bersama ibuku dan ibuku sedang ke supermarket tante dan aku langsung diculik oleh preman tersebut dan dibawa kesini." Jawab dengan jujur dari gadis tersebut.


"Untung saja tante sudah menemukanmu. Kamu tidak perlu khawatir lagi. Kalau begitu mari kita pergi dari sini dan jangan katakan pada yang lainnya, kalau tante yang menyelamatkan mu. Okey." Ucap Young Soon langsung menggendong gadis itu.


Gadis itu pun mengangguk saja.


Saat Young Soon keluar dari tempat gelap itu. Ternyata polisi baru sampai bersama ibu dari gadis tersebut. "Sayang." Panggil ibunya langsung memeluk anaknya.


"Mama,"


Polisi menghampirinya. "Apa anda yang membantu gadis ini?." Tanya polisi tersebut.


"Entahlah, saya juga baru datang dan saya lihat ada gadis itu sedang menangis. Saat saya melihatnya, preman itu sudah tergeletak kesakitan." Jawab Young Soon.


"Terima kasih banyak nona sudah membantu menyelematkan gadis ini. Saya akan mengurus preman preman itu." Berterima kasih pihak polisi kepadanya.


"Sama sama,"


Ibu dari gadis tersebut langsung menghampiri Young Soon. "Terima kasih banyak sudah menolong anak saya." Sangat berterima kasih.


"Sama sama buk, saya tadi hanya lewat saja dan saya melihat anak ini sudah disitu ketakutan. Jadi saya membantunya." Jawab Young ikut tersenyum.


"Omong omong gadis kecil. Nama mu siapa?." Tanya Young Soon menatapnya.


"Nama aku Bi Hwa tante." Jawab gadis tersebut.


"Nama yang bagus dan jangan katakan soal tadi ya sayang. Kalau begitu, tante pergi dulu dan sampai jumpa buk." Melambaikan tangannya dan langsung pergi dari tempat tersebut.


"Apa yang dikatakan tante itu nak?." Tanya ibunya penasaran.


"Tidak ada kok." Menggelengkan kepalanya.


Young Soon kembali berjalan menuju rumahnya. "Apa benar aku memiliki kekuatan khusus, karena aku terlahir kembali. Kalau itu benar, aku masih tidak menyangka. Kalau aku mempunyai kekuatan begini, aku tidak boleh memberitahukannya kepada yang lainnya termasuk keluargaku." Ucap batin Young Soon merapikan rambutnya.


"Terima kasih tuhan, kau telah memberi aku kehidupan kedua dan aku tidak akan menyia-nyiakannya kali ini." Menatap langit dan tersenyum bahagia.


Sesampai rumah. Young Soon langsung masuk ke dalam dan di dalam, sudah ada ibu tirinya dan kakak tirinya yang menatapnya.


"Kenapa kau pulang semalam ini?." Tanya ibu tirinya yang bernama Min Soo.


Min Soo adalah ibu tiri Young Soon, dan selalu memukul Young Soon dari kecil, dan menyiksanya.


"Tentu saja dia sedang bermain dengan pria lain bu, mana mungkin dia pulang semalam ini, kalau bukan untuk itu." Ucap kakak tirinya yang bernama Min Hwa.


Min Hwa adalah kakak tiri Young Soon, dan yang sudah bekerja sama dengan ibu dan pacar Young Soon, untuk membunuhnya di masa lalu, dan masa kini.


"Itu bukan urusan kalian dan jangan coba sekali lagi mencampuri kehidupanku. Kalian mengerti." Tatapan tajam dan langsung naik kelantai atas dan masuk ke kamarnya.


Setelah Young Soon masuk ke kamarnya. "Dasar anak sampah, beraninya dia melawanku dan berkata seperti itu!." Marah Min Soo.


"Tenanglah bu, kau harus menahan amarahmu. Nanti ibu terkena serangan jantung lagi." Menenangkan ibunya.


"Aku yang akan membalasnya bu, ibu tenang saja bu." Ucap Min Hwa merencanakan sesuatu.


Di kamar mandi. "Aku muak dengan mereka berdua. Aku harus menahannya, ini belum separuh dari rencanaku. Aku akan melakukannya di pernikahan nanti. Aku akan mempermalukan kalian nanti, lihat saja." Membasahi rambutnya.


Selesai mandi. Young Soon langsung mengeringkan rambutnya. "Oh ya, aku baru ingat soal perekam suara yang sudah ku rekam dan akan ku kirimkan ke ayah. Untuk hal itu, akan aku urus dan aku sudah menyiapkan semuanya. Kalian tunggu saja permainanku. Aku bukan Young Soon yang kalian kenal itu. Tapi sekarang, aku adalah Young Soon yang berbeda." Tersenyum tipis.


Setelah mengeringkan rambutnya. Young Soon langsung berbaring dikasurnya dan perlahan lahan tidur.


Keesokan paginya. Dimana Young Soon sedang makan bersama dengan keluarganya. "Ayah, ayah tahu gak, kalau kemarin Young Soon pulang kemalaman yah." Ucap Min Hwa mulut bocor.


"Eh, Young Soon. Kenapa kau pulang malam sayang?." Tanya ayahnya menatap wajah Young Soon.


"Kemarin aku ada urusan ayah dan itu sangat penting. Ayah tahu Eun Ju kan?." Tanya balik Young Soon.


"Eun Ju sahabatmu ya?." Memastikan.


"Benar ayah. Nah kemarin itu aku bertemu dengan Eun Ju dan kami mengobrol bersama. Aku tidak melakukan apapun dan aku hanya minum sedikit saja kok ayah. Ayah percaya aku kan." Jawab jujur Young Soon.


"Iya sayang, ayah percaya kamu dan makanlah dengan cepat. Apa kau tidak mau ikut dengan ayah?." Jawab ayahnya sekaligus bertanya.


"Mau banget dong ayah, yeah. Aku akan ke perusahaan ayah lagi." Bahagia Young Soon kembali memakan sarapannya.


Melirik Min Hwa dan tersenyum puas. "Dasar, dia malah memberikan ejekan kepadaku. Aku tidak akan membiarkannya." Ucap kesal Min Hwa.


"Ck, kau pikir aku bodoh. Aku tidak sebodoh dirimu." Ucap batin Young Soon.


Setelah makan. Young Soon langsung ke kamarnya untuk mandi.


Selesai mandi, Young Soon langsung turun kebawah dan ayahnya sudah menunggunya di bawah. "Aku sudah siap ayah, kalau begitu kita pergi sekarang." Ucap Young Soon bahagia.


"Apa kau tidak keberatan sayang, membawa Young Soon ke perusahaan mu?." Tanya ibu tirinya.


"Tidak apa apa, lagian dia kan anak kandungku. Sudah sewajarnya aku mengajaknya untuk ke perusahaanku." Jawab ayah Young Soon sambil merapikan jasnya.


"Tau tu, iri aja. Yuk yah kita pergi." Langsung menggandeng tangan ayahnya dan keluar dari rumah tersebut.


Setelah Young Soon dan ayahnya pergi. "Dasar cewek gatal, beraninya dia mencari perhatian kepada ayahnya. Aku tidak bisa membiarkannya menghasut suamiku. Aku tidak akan membiarkan perusahaan jatuh ke tangannya. Tidak akan!." Mengelapkan tangannya sangat marah.


Di perjalanan menuju perusahaan. "Ayah." Panggil Young soon memasang wajah imut.


"Apa sayang?." Sahut ayahnya.


"Apa aku boleh setiap hari datang ke perusahaan ayah?." Tanya balik Young Soon.


"Tentu saja boleh sayang, kau inikan anak kandung ayah. Mana mungkin ayah melarangmu, untuk datang ke perusahaan." Jawab ayahnya tersenyum.


"Terima kasih banyak ayahku sayang, aku cinta ayah." Memeluk tangan ayahnya.


"Ayah sayang kamu juga." Mengelus rambut Young Soon.


Sesampai perusahaan. "Kita sudah sampai sayang." Ucap ayahnya dan mereka langsung turun dari mobilnya.


"Yuk kita masuk." Ucap ayahnya memeluk Young Soon masuk ke dalam perusahaan.


Di dalam perusahaan. "Pagi pak Young." Sapa seluruh karyawan menunduk.


"Pagi juga." Tersenyum kepada semua karyawan.


"Apa dia wanita yang kemarin itu ya." Berbisik seluruh karyawan.


Young Soon yang menyadarinya langsung berbisik kepada ayahnya. "Ayah." Panggil Young Soon.


"Iya sayang, ada apa?." Menatapnya.


"Karyawan itu menceritakanku, aku tidak suka itu." Jawab Young Soon manja kepada ayahnya.


"Kalian, jangan sampai aku melihat kalian menjelekkan atau membicarakan anak saya dibelakang. Atau kalian akan saya pecat dan tidak akan beri uang pesangon. Kalian mengerti!." Tegas pak Park Young.


"Baik pak." Ketakutan seluruh Karyawan, langsung kembali duduk dan bekerja.


"Sudah sayang, kalau begitu mari kita masuk ke ruang kerja ayah." Ucap ayahnya bahagia.


"Terima kasih banyak ayahku sayang." Memeluk dari samping.


Sesampai ruang kerja ayahnya. Young Soon langsung duduk di sofa. "Apa yang mau kau lakukan sayang?." Tanya ayahnya langsung duduk dan mengurus berkasnya.


"Aku mau,