
"Oh ya, besok aku juga harus melaksanakan misiku. Aku juga harus bersiap siap." Ucapnya langsung berdiri dan mengambil sesuatu.
Dan sesuatu itu adalah, berkas berkas yang sudah ia siapkan untuk melaksanakan misi. Dan ia kembali duduk di tempat tidurnya.
"Ini adalah foto yang diberikan bos Zax waktu itu. Sudah kakek kakek, tapi kelihatan tampan, dan tentunya money dong." Ucap batin Young Soon tersenyum tipis.
Malam pun tiba. Dimana Young Soon sudah bersiap siap untuk pergi bertemu dengan Devian. "Ini sudah waktunya aku bertemu dengan Devian." Ucap Young Soon merapikan pakaiannya, dan langsung keluar dari kamarnya.
Dibawah." Sayang." Panggil ayahnya yang sedang duduk di sofa.
"Iya ayah." Jawab Young Soon langsung menghampiri ayahnya.
"Ada apa memanggilku ayah?." Tanyanya langsung duduk disamping ayahnya.
"Ada yang mau ayah katakan denganmu. Pertanyaan ayah, sudah ayah kirimkan lewat pesan." Jawab ayahnya dengan pelan.
"Kenapa harus mengirimkannya lewat pesan ayah. Ada apa emangnya?." Tanyanya ikut berbisik.
"Sudahlah, pokoknya sudah ada dipesan itu semua. Mending kamu pergi, kalau memang mau pergi." Jawabnya.
"Siap ayahku sayang. Aku pergi dulu ayahku." Mencium pipi ayahnya, dan langsung keluar rumah.
Di luar rumah. Tiba tiba ponselnya berdering, dan itu adalah panggilan dari Devian. Ia pun langsung mengangkatnya. "Halo Devian. Kau sudah dimana?." Tanya Young Soon duluan.
"Aku mau bertanya dengan mu juga. Aku sudah berada di lokasi yang kamu kirim. Kau dimana." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Ini aku otw. Tunggu aku." Jawabnya langsung mematikan ponselnya.
Young soon pun langsung mengendarai motonya, dan menggas dengan kecepatan tinggi.
Sesampai Restoran. Ia langsung turun dari motornya, dan masuk ke Restoran tersebut.
Didalam. Devian langsung melambaikan tangannya, menunjukkan kalau ia berada disana. Young soon langsung menghampirinya, dan duduk di hadapannya. "Maaf membuatmu menunggu lama. Tadi ada urusan di rumah." Ucap Young Soon sambil melipat kedua tangannya.
"Thank you atas pujian mu. Ini memang pilihanku sendiri." Jawabnya ikut tersenyum.
"Oh ya, bagaimana, kau mau kan jadi bodyguard ku. Soalnya tadi, kau sepertinya masih ragu ragu. Kau hanya perlu berada disisiku, dan kau pintar memainkan pistol kah?." Tanyanya dengan serius.
"Tentu saja. Pandai sedikit sih, tapi kau tidak perlu khawatir, karena aku pandai bela diri." Jawabnya ikut serius.
"Baguslah jika kau mau. Dengan begitu, pekerjaanku tidak susah deh. Thank you." Ucapnya tersenyum tipis.
"Kalau begitu, pesanlah yang kau mau, aku yang akan membayarnya." Ucap Devian.
"Aku lagi gak pengen makan nih. Aku mau minum yang hangat hangat aja deh. Kalau begitu, saya pesan kopi cappucino hangatnya satu." Pesan Young Soon kepada pelayan cafe tersebut.
"Saya juga," Ucap Devian sama dengan Young Soon.
"Baik kak, ditunggu pesanan kalian berdua." Ucap pelayan tersebut, langsung membuatkan kopi pesanan mereka.
"Oh ya, apa kau bisa menemaniku nanti?." Tanya Young Soon.
"Temani kemana?." Tanya balik Devian.
"Ada deh. Kau hanya perlu ikut saja, karena sekarang, kau sudah resmi menjadi bodyguard ku. Dan kau harus patuh kepada bosmu, kau mengerti kan." Jawab Young Soon menaikkan alisnya.
"Baiklah, aku akan mengikuti semua perintah mu bos." Jawab Devian langsung menurut.
Minuman mereka pun tiba. Dan Young Soon langsung meminumnya, setelah mengucapkan terima kasih, kepada pelayan Restoran tersebut.
"Oh ya Devian. Bagaimana dengan keadaan universitas sekarang?." Tanya Young Soon sambil meminum kopinya.
"Soal itu,