
Setelah membayar makanan dan minuman yang sudah mereka makan bersama. Young Soon dan Bae langsung di luar cafe. "Sayang, kan aku sudah membayar kamu. Apa kamu bisa memberikan sesuatu kepadaku?." Tanya Bae dengan manja.
"Aku kamu bilang. Emangnya kamu mau apa?." Tanya balik Young Soon.
"Itu lho sayang. Aku mau sesuatu itu." Jawab Bae.
"Lain saja deh sayang. Soalnya aku lagi datang bulan. Tunggu waktu yang tepat saja ya sayang." Jawab Young Soon mengelus pipi Bae.
"Baik sayangku. Apa kamu datang dengan taxi. Mau aku antar?." Tanya Bae.
"Aku bawa motor sendiri kok sayang. Aku pulang dulu ya, dan terima kasih atas makanannya sayang." Jawab Young Soon langsung pergi meninggalkannya, dengan motornya.
Di perjalanan. "Jijik banget sumpah. Mana aku sampai memegang pipinya yang mirip binatang hidung besar. Mending aku langsung pulang dan membersihkan diriku. Karena nanti malam, aku mau bertemu dengan Devian." Ucap batin Young Soon merasa jijik, di perjalanannya.
Sesampai rumah. Ia pun langsung masuk ke dalam, dan langsung di hadang oleh ibu tirinya. Sontak Young Soon langsung terhenti, dan langsung menatapnya. "Boleh minggir. Karena aku sibuk." Ucap Young Soon dengan tatapan tajamnya.
"Ada yang mau ku katakan pada mu. Jangan pergi dulu." Ucap ibu tirinya.
"Apa yang mau kau katakan. Katakan cepat, karena aku tidak punya banyak waktu." Tanya Young Soon langsung melipat kedua tangannya.
Tiba tiba saja ibu tirinya langsung menjambak rambutnya. "Hei, kau tahu kan, kalau anakku Min Hwa sangat mencintai Bae mu itu. Kenapa kau berani merebutnya." Ucap ibu tirinya.
Young Soon yang tidak kaget dan tidak panik, hanya memasang wajah datarnya. Young Soon langsung melepaskan tangan ibu tirinya, dari rambutnya. "Apaan sih. Bisa tidak kalah menarik tidak usah menarik rambut, bodoh." Ucap Young Soon langsung merapikan pakaiannya.
"Apa kau katakan tadi. Coba katakan sekali lagi." Ucap ibu tirinya dengan kesal.
"Yang aku katakan tadi, hanya bodoh untuk mu saja kok. Tidak lebih." Jawab Young Soon sambil membalikkan bola matanya.
"Beraninya kau mengatakan hal itu." Ucap ibu tirinya langsung mengarahkan tangannya ke wajah Young Soon.
Dengan cepat, Young Soon langsung menahan tangan ibu tirinya dan membalikkannya ke belakang badan ibu tirinya, dan Young Soon langsung menahan tangan ibu tirinya.
Young Soon langsung mencengkram dengan erat, tangan ibu tirinya. Sontak ibu tirinya langsung kesakitan. "Young Soon!." Tegas ibu tirinya.
“Young Soon yang dulu, bukan Young Soon yang sekarang.”
“Sekarang. Aku tidak akan bisa diam, melihat kalian menginjak injak diriku.”
“Buang-buang waktu kalau kamu melawan aku.” Ucap Young Soon dengan nada mematikannya.
"Sudahlah, aku malas berbicara dengan orang sampah seperti kamu." Ucap Young Soon langsung mengkibaskan tangannya dan langsung naik ke kamarnya, dan langsung masuk.
Di bawah. Min Soo langsung mengepalkan kedua tangannya. "Dasar Young Soon bodoh. Aku tidak akan membiarkan mu hidup lagi." Marah Min Soo sampai menggigiti bibir bawahnya.
"Aku harus menghubungi Min Hwa, soal perlakuan Young Soon kepadaku." Ucap Min Soo langsung menghubungi Min Hwa.
Tersambung. "Halo bu, ada apa menghubungiku. Tumben banget?." Tanya Min Hwa.
"Begini nak, ibu