
"Namaku adalah Dariel, kenapa emangnya. Apa kau menyukaiku?." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Aku hanya mau tahu saja. Biar aku bisa langsung melaporkannya, kepada polisi. Hahahah." Jawab Young Soon sambil tertawa.
"Kenapa kau mau membantunya. Emangnya kau siapa anak itu?." Tanya Dariel menaikkan alisnya.
"Saya kakaknya, dan saya tidak akan membiarkan kalian menyakiti adikku, atau kau akan tahu akibatnya." Jawab Young Soon menggertaknya.
"Dasar wanita murahan." Ucap Dariel kesal, dan langsung mengepalkan tangannya, dan mengarahkannya ke wajah Young Soon.
Dengan sigap, Young Soon langsung menahan tangan Dariel, yang mau menonjok nya. Young Soon tidak bergerak sedikitpun, dari tempatnya, dan bahkan ia sedang melihat kukunya dengan santai.
Seketika itu juga, teman teman Dariel langsung tercengang, dan sampai melotot melihat Young Soon, termasuk Beck, sampai terheran. "La, la la la." Nyanyi Young Soon tersenyum kepada Dariel, dan Dariel berusaha untuk melepaskan tangannya, dari genggaman Young Soon.
"Bagaimana, apa kau menyerah?." Tanyanya sambil menaikkan alisnya.
"Kenapa kau begitu kuat. Argh?." Tanya balik Dariel sambil kesakitan, karena genggaman keras dari Young Soon.
"Kan sudah aku katakan, jangan mengganggu adikku, atau kau akan tahu akibatnya. Kau mau aku memukul mu." Ucap Young Soon langsung melemparkan Dariel, sampai jatuh ke tanah.
"Argh, sakit tahu kak. Ampun kak, ampun." Kesakitan Dariel, sampai menangis.
Otomatis, semua teman teman Dariel langsung gemetaran, dan bahkan ada yang sampai buang air kecil di celananya. "Ampun kak, jangan sakiti kami." Ucap teman teman Dariel, langsung sujud di hadapan Young Soon.
"Kenapa minta ampun kepadaku. Kan yang kalian sakiti adalah Beck, dengan begitu, kalian harus meminta maaf kepadanya. Atau aku akan." Ucap Young Soon menaikkan tangannya.
"Sudahlah, aku sudah memaafkan kalian. Tapi, jangan lakukan hal itu lagi." Jawab Beck.
"Kalau kalian melakukan hal itu lagi, aku akan langsung memukul kalian hingga babak belur. Kalian mengerti." Ucap Young Soon memotong pembicaraan mereka berdua.
"Iya kak, ampun, ampun. Kami tidak akan menganggu Beck lagi. Dan apakah kamu bisa pergi sekarang kak, Beck?." Tanyanya sampai menangis ketakutan.
"Pergilah, dan langsung pulang. Jangan kemana mana, atau aku akan langsung menghajar mu." Ucap Young Soon mengancam anak laki laki tersebut, dan mereka langsung kocar kacir pergi meninggalkan Young Soon dan Beck.
Setelah mereka pergi. Young Soon pun langsung naik ke motornya. Dan tiba tiba Beck ikut menghampirinya."Tunggu kak. Omong omong, nama kakak siapa?." Tanya Beck penasaran.
"Nama saya adalah Jova. Dan kenapa menanyakan nama saya." Jawabnya sambil mengenakan helmnya.
"Tidak apa apa kak. Kakak sudah membantu saja, dan berkata, kalau saya adalah adik kakak. Agar mereka tidak mengganggu saya lagi. Terima kasih banyak kak." Langsung menundukkan kepalanya berulang kali.
"Sudahlah, itu tidak apa apa. Saya mau pergi dulu, karena masih banyak urusan. Sampai jumpa." Ucap Young Soon membunyikan klakson motornya, dan langsung meninggalkan Beck.
Setelah Young Soon pergi. "Kakak itu begitu cantik, dan keren. Jarang jarang ada wanita seberani kakak itu tadi." Kagum Beck, langsung pulang dengan bahagia, karena ada yang membantunya.
Di perjalanan. "Aku harus menggunakan nama samaranku. Agar identitasku tidak ketahuan. Untung saja aku pintar." Ucap batin Young Soon senyum senyum sendiri.
Saat Young Soon sedang bahagia, tiba tiba saja ponselnya berdering. Dan itu adalah panggilan dari,