Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 79: Lamborgini



Sontak Mryon kaget dan ia langsung terlempar 2 km. Young soon mengusap tangannya, dan langsung membantu Devian yang membutuh pertolongannya.


Mereka langsung berkelahi bersama. Dan pada akhirnya, Young Soon yang menang, dan Devian luka luka. "Ampuni kami wanita misterius. Kami akan memberikan hadiah mobil ini, tapi jangan habisi kami." Menangis Mryon dengan teman temannya.


"Iya wanita misterius. Jangan habisi kami, kami tidak akan macam macam dengan kalian berdua." Ucap teman teman Mryon sampai berlutut.


"Kalau begitu, berikan kunci mobil ini. Dan dengan begitu, mobil ini akan menjadi milikku sepenuhnya. Mana." Ucapnya meminta, sambil melipat kedua tangannya.


Mryon pun langsung memberikan kunci mobil lamborgini tersebut, kepada Young Soon. "Ini wanita misterius. Mobil ini sudah menjadi milikmu sepenuhnya. Apa kami bisa pergi sekarang." Langsung memberikannya kepada Young Soon, dan meminta izin.


"Pergilah, tapi jangan sampai aku lihat di jalan, kalian sedang balap liar. Atau kalian, akan langsung aku bunuh di tempat. Kalian mengerti." Jawabnya sambil memegang kunci mobil tersebut.


"Kami paham nona. Apa kami bisa pergi sekarang?." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Pergilah. Dan mandi sana, kalian sudah kotor seperti babi." Jawab Young Soon tersenyum, dan Mryon dengan teman temannya, langsung pergi meninggalkan Young Soon.


Setelah mereka pergi semuanya. "Apa kau baik baik saja Devian?." Tanya Young Soon langsung menghampiri Devian yang duduk di jalanan, sambil memegang tangannya yang terluka.


"Aku baik baik saja kok. Auh." Jawabnya berbohong, agar sakitnya tidak terlihat oleh Young Soon.


"Jangan banyak alasan deh. Kau naik mobilku saja, dan aku akan mengawali mu dari belakang." Ucap Young Soon menjetikkan dahi Devian.


"Baiklah." Pasrah Devian dan langsung mengambil kunci mobil dari Young Soon.


Sesampainya. Young Soon membantu Devian, dan mereka berdua langsung masuk kedalam rumah Devian. "Kau duduklah disini dulu, dan aku akan mengambilkan obat untuk mengobati tanganmu itu." Ucapnya meletakkan Devian disofa dan mencari kotak P3K.


Setelah mendapatkan obat tersebut, ia langsung duduk disamping Devian, dan mengeluarkan obat obat yang dibutuhkan untuk mengobati luka tersebut.


"Tahan sebentar. Ini akan sakit sedikit." Ucapnya mengolesi obat luka di tangan Devian.


"Auh, sakit tahu Young Soon." Ucapnya kesakitan, dan menahannya dengan meremas sofa yang ada disampingnya.


"Kan sudah kukatakan, tahan sebentar. Kau itu laki laki, dan laki laki itu harus maco dong." Ucap Young Soon langsung memperban tangan kiri Devian dengan hati hati.


"Selesai say. Bagaimana, masih terasa sakit?." Tanyanya sambil merapikan kotak obat tersebut.


"Tidak sakit lagi kok. Terima kasih banyak Young Soon, aku jadi merepotkan dirimu." Jawabnya dengan ekspresi tersenyum.


"Baguslah." Kembali meletakkan kotak obat tersebut ke tempatnya.


Setelah itu, Young Soon kembali duduk disampingnya. "Oh ya Devian. Ini sudah malam, dan aku harus pulang secepatnya. Aku titip mobilku disini ya, kan kau punya garasi kan. Aku titip ya." Ucap Young Soon, langsung berdiri dan mengenakan helmnya.


"Aman Young Soon. Serahkan saja semuanya kepadaku. Lagian, garasi itu sudah tidak pernah dipakai, karena sejak mobilku dijual. Jadi berantakan deh di garasi tersebut. Kalau begitu, cepat kau pergi sana sebelum malam." Jawab Devian mengusirnya.


"Kau