Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 150: Hadiah



Young Soon pun menuju kamar yang diberitahukan oleh madam tersebut. Dan sesampainya di depan kamar tersebut.


Young Soon langsung disajikan oleh suara yang begitu menjijikkan ditelinga. Suara yang begitu kuat, dan terdengar bunyi di atas ranjang. "Mereka melakukan hal itu. Astaga, ini suatu hal yang baik bagiku. Karena dengan begini, aku dengan cepat menjatuhkan di tempe bacem itu." Ucap batin Young Soon langsung mengeluarkan ponselnya kembali, dan mulai merekam suara.


Di dalam kamar, "sayang, lebih pelan lagi," ucap wanita malam tersebut.


"Aku akan pelan-pelan sayang. Kamu hanya perlu menikmatinya saja." Jawab Bae kembali mendorong sesuatu yang panjang, ke dalam sebuah gua.


Sontak wanita malam tersebut langsung berteriak, dan menggenggam sprei yang ada. "Menjijikkan. Benar benar menjijikkan." Ucap batin Young Soon benar benar merasa jijik, dan langsung menjauh dari tempat tersebut.


Young Soon langsung mencari madam bar tersebut. Dan akhirnya Young Soon bertemu dengannya. "Hei kamu," panggil Young Soon, dan madam tersebut langsung menghampiri Young Soon.


"Iya, kamu kan yang tadi. Kenapa ya, apa ada yang aneh?" tanya madam tersebut.


Young Soon mengeluarkan cek senilai 2 milyar. "Kamu mau uang ini kan?" bisik Young Soon, sambil menunjukkan cek besar tersebut.


Madam tersebut menatap cek sebesar 2 milyar, "wah, tentu saja saya mau. Apa yang kamu inginkan." Jawab madam tersebut sekaligus bertanya, dan saat hendak mengambil cek tersebut. Young Soon langsung menarik kembali.


"Saya ada pekerjaan untukmu. Gampang kok pekerjaannya. Kau hanya perlu memasangkan kamera mini di dalam kamar pria yang aku minta tadi. Kamu tahu kan. Dan kirimkan rekaman dari kamera itu ke nomorku ini. Jangan sampai ketahuan, atau kau akan mati ditanganku. Kau paham kan." Jawab Young Soon dengan jelas.


"Baik. Aku akan melakukannya dengan baik," jawab madam tersebut langsung mencatat nomor Young Soon.


"Kalau begitu, ambillah cek ini. Dan aku mau rekaman tersebut cepat di kirimkan kepadaku. Karena aku tidak suka lama-lama. Kalau begitu, aku pergi dulu." Ujar Young Soon langsung memberikan cek kepada madam tersebut, dan keluar dari bar tersebut.


Young Soon langsung naik ke motornya, dan pergi dari bar tersebut.


Di perjalanan, "aku tidak akan membiarkan kalian tenang. Aku akan membuat kalian menderita. Kali ini, aku akan membuat Min Soo malu." Tersenyum miring, dan menginjak gas dengan kecepatan tinggi.


Sampailah Young Soon di rumah, dan Young Soon langsung turun dari motornya. Young Soon pun masuk ke dalam rumah, dan sudah ada ayahnya yang sedang menonton televisi.


"Malam ayah," sapa Young Soon, dan langsung mencium pipi ayahnya.


Sontak ayahnya menatap wajah Young Soon, "malam juga sayang." Ikut tersenyum ayahnya.


"Di mana ibu dan kakak?" tanya Young Soon, sambil menaikkan alisnya.


"Mereka sedang ada urusan. Katanya Min Hwa sedang mengecek kandungan, dan ibu mu menemaninya." Jawab ayahnya.


"Okey ayah. Kalau begitu, Young Soon mau masuk ke kamar dulu. Dah ayah." Kembali tersenyum, dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


Di dalam kamarnya. Young Soon duduk di atas tempat tidur, dan membuka laptopnya. "Aku akan mengecek kamera yang sudah aku pasang di kamar Min Soo dan Min Hwa." Ujarnya langsung melihat kamera yang sudah ia pasang tersebut.


Di dalam rekaman tersebut, menunjukkan Min Soo yang sedang membicarakan sesuatu, sambil mondar mandir. "Bagaimana caranya aku menghabisi ayah Young dan anaknya yang gila itu. Tapi tidak ketahuan. Bagaimana caranya ya." Memikirkan cara untuk menghabisi ayah Young Soon, dan dirinya.


"Memberikan racun ke dalam kopi Park Young gagal. Itu semua karena Young Soon gila itu. Lebih baik aku membunuh Young Soon nya dulu saja. Tapi bagaimana membunuhnya. Kan dia sudah tidak lemah lagi. Biar benar benar kuat." Ucap Min Soo di dalam rekaman tersebut.


"Oh ya, aku ada cara untuk menghabisinya. Bagaimana kalau aku membuatnya minum alkohol banyak, dan aku akan memasukkan beberapa obat tidur. Setelah itu, aku akan memasukkannya ke dalam kamar, lalu aku akan membayar pria tua, untuk mengambil keperawanannya. Dengan begitu, aku akan langsung membuatnya di rendahkan." Ujar Min Soo.


"Kalau begitu, aku akan mengajaknya ke suatu tempat. Dan dengan begitu, aku akan memberikan minuman yang sudah aku berikan obat tidur." Ucap Min Soo tersenyum jahat.


Disisi lain. Young Soon tersenyum, dan langsung tertawa puas. "Hahahah, dasar wanita bodoh. Kau pikir aku akan dengan mudah di hasut olehmu. Tapi, aku akan ikuti alurnya dulu." Ujar Young Soon.


"Aku mempunyai rekaman banyak, dimana kau menaruh racun di kopi ayahku setiap harinya. Dengan bukti ini, aku akan membuatmu masuk penjara."


"Dan dengan begitu, semua akan habis di tanganku."


Tiba tiba saja ponsel Young Soon berdering. Young Soon pun mengambil ponselnya, dan melihat, siapa yang menghubunginya.


"Tyger. Kenapa dia terus mengganggu kehidupanku. Aku membencinya." Ucap Young Soon kesal, dan membiarkan ponselnya.


Disisi lain, "kenapa dia mengabaikanku. Apa dia mau bermain denganku. Baiklah sayang, aku akan datang ke rumahmu sekarang." Tersenyum Tyger Carl, dan langsung menuju rumah Young Soon.


Sesampainya di rumah Young Soon. Tyger Carl langsung turun dari mobilnya, dan anak buahnya sudah membawakan hadiah yang banyak untuk Young Soon.


Tyger Carl langsung membunyikan bel rumah. Pintu pun terbuka, dan yang membukakannya adalah ayah Young Soon.


"Eh, salam ayah mertua," lembur Tyger Carl, dan menundukkan kepalanya.


"Kamu, kamu pacarnya Young Soon kan?" tanya Park Young.


"Benar ayah. Omong omong dimana Young Soon ya. Saya mau menemuinya?" jawab Tyger Carl sekaligus bertanya.


"Ada. Young Soon nya juga baru pulang. Kalau begitu, masuk dulu." Jawab Park Young, dan mereka langsung masuk ke dalam bersama.


Di dalam. Tyger Carl langsung duduk, dan anak buahnya meletakkan hadiah di atas meja, dan di bawah meja. "Kenapa kamu membawa hadiah sebanyak ini. Apa Young Soon yang memintanya?" tanya Park Young.


"Tidak ayah mertua. Saya sendiri yang mau memberikannya kepada pacar saya. Kalau begitu, bisakah anda memanggil Young Soon." Jawab Tyger Carl sambil tersenyum.


"Kalau begitu, saya panggilkan Young Soon dulu," ujar Park Young langsung memanggil Young Soon.


Di depan kamar Young Soon. Ayahnya langsung mengetuk pintu. Dan Young Soon pun membukakan pintu tersebut.


"Eh, ayah. Ada apa ke kamar Young Soon?" tanya Young Soon, sambil menaikkan alisnya.


"Itu, pacar kamu mencari kamu. Katanya mau bertemu, dan dia membawa hadiah yang banyak untuk kamu. Dia benar benar pacar yang baik. Ayah akan