Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 43: Mati Si Pembunuh



"Berapa korban yang sudah kau ambil organ tubuhnya?."Mengintrogasi.


"Korban yang sudah aku ambil organnya, berkisar 15 orang."Jawabnya dengan jujur.


"What the ****.Gila banget ya kamu, bisa bisanya selama ini kamu mengerjakan pekerjaan yang tidak halal.Sungguh menjijikan."Ucap Young Soon langsung berludah di sampingnya.


Tiba tiba saja, pak Barnes mengambil pisau."Kau berani maju.Aku akan membunuh mu."Ucap pak Barnes sambil menyondongkan pisau panjang.


"Maju dong, dan bunuh aku.Jangan hanya diam disana saja.Oh ya, omong omong, dengan nama siapa yang kau menjual orang tubuh tersebut?."Tanyanya sambil tersenyum.


"Namanya adalah pak John.Dan itu bukan urusan mu, karena kau akan mati ditangan ku.Dan aku akan langsung mengambil organ mu.Hahahahah."Jawabnya sambil tertawa.


"Memang sudah stress ini orang."Ucap batin Young Soon.


"Aku akan membunuh mu.Hyah."Ucap pak Barnes langsung berlari ke arahnya.


Young Soon pun langsung menembak di bagian kaki pak Barnes.Sontak pak Barnes langsung terjatuh ke lantai."Aduh, sakit bodoh."Ucap pak Barnes memarahinya.


"Sudahlah, jangan banyak omong, dan setelah ini kau akan bertemu dengan istri mu.Selamat tinggal.


"Dor."Bunyi tembakan langsung mengenai tepat di kepala pak Barnes, dan Young Soon kembali menembak di bagian mata pak Barnes.


Pak Barnes pun langsung mati di tempat.Dan Young Soon langsung menghampiri dan berjongkok."Dengan begini, misiku berhasil.Dan aku juga sudah mendapatkan rekamannya.Beres."Ucap Young Soon langsung mengambil rokok yang ada di kantong celana pak Barnes dan ia langsung menyalakannya, juga mengisapnya.


"Ehm, tenang juga misiku hari ini.Dan setelah itu, aku akan langsung mengirimkannya ke kantor polisi dan Erika, tidak akan macam macam dengan Devian lagi.Aku juga akan memasukkannya ke sosial media.Dan video itu akan viral.Hahahahah."Ucapnya kembali mengisap rokok tersebut.


"Sudah beres.Saatnya kembali ke rumah, dan aku harus menyembunyikan ruang bawah tanah ini, saat Erika sudah bangun."Ucapnya langsung berdiri dan naik ke lantai atas.


"Beres.Saatnya pulang."Langsung membuang puntung rokok, dan langsung pulang ke rumah.


Di perjalanan."Aku mampir ke toilet terdekat deh.Mau membersihkan darah yang terkena tadi, sedikit sih.Tapi aku harus menyembunyikannya, agar orang rumah tidak curiga denganku."Langsung mengubah arah menuju toilet terdekat.


Sesampai toilet umum, ia pun langsung masuk kedalam toilet tersebut."La, la la la."Nyanyinya dengan bahagia.


Saat Young Soon sedang membilas wajahnya dan tangannya.Tiba tiba saja, ada yang berteriak di belakangnya, dan menyondongkan pistol.


"Hei kau."Panggil preman tersebut.


Sontak Young Soon langsung berbalik badan ke hadapan preman tersebut."Ada apa?."Tanyanya sambil menaikkan alisnya.


"Serahkan uang mu, dan barang berharga lainnya."Jawab preman tersebut dengan tegas.


"Kenapa aku harus memberikannya pada mu?."Tanyanya basa basi dulu, sebelum memulai kekuatannya.


"Gak usah banyak tanya deh.Cepat berikan uang yang ada dan barang yang berharga."Jawab preman tersebut ikut menaikkan alisnya.


"Baiklah, aku akan memberikannya.Tapi, turunkan pistol keren mu itu.Jangan takut, aku mempunyai uang 5 Juta di dompetku.Tapi, kau harus menurunkan pistol mu itu.Bisakah."Ucapnya.


"Baiklah, aku akan menurunkan pistol ini."Jawabnya langsung menurunkan pistolnya dan tidak menyondongkan nya kepada Young Soon.


Saat preman tersebut mau mengambilnya.Young Soon langsung tersenyum dan langsung mematahkan tangan preman tersebut, yang memegang pistol tadi."Argh, sakit bodoh."Ucap preman tersebut, dan seketika itu juga, tangannya langsung bengkok.


"Bagaimana rasanya.Berikan pistol itu, atau aku yang gantian akan membunuh mu."Ucap Young Soon kembali menaikkan alisnya, dan mengeluarkan pistolnya yang super mahal dan terbaik di kota ini.


"Eh, itu kan pistol yang paling ampuh, dan akan langsung mematikan musuhnya.Ampun."Langsung ketakutan preman tersebut.


"Bagaimana.Tentu pistol murahan mu itu, akan kalah dengan pistol ku ini.Mau pergi, atau perut mu akan berlumuran darah detik ini juga.Mau mana?."Tanyanya sambil mengarahkan pistol ke kepala preman tersebut.


"Am, ampun.Ampun, maafkan saya.Saya akan langsung pergi dari sini."Ucapnya langsung buang air kecil di celananya.


"Hahahaha kau buang air kecil di celana.Dasar bocah.Kalau begitu, berikan pistol mu itu, dan jangan lakukan hal ini lagi.


"Kalau kau melakukan hal seperti ini lagi.Aku akan langsung menembak mu.Dan dor, kau akan mati.Hahahahh."Jawabnya tertawa jahat.


"Baiklah.Ini pistolku.Dan aku bisa pergi sekarang."Memberikan pistol tersebut kepada Young Soon.


"Nah, kalau begini kau bisa pergi sekarang.Sana."Langsung mengusir preman tersebut.


"Baiklah, terima kasih banyak.Te, terima kasih."Langsung keluar lari dari toiletnya.


Young Soon pun langsung menaruh kembali pistol tersebut ke belakang pakaiannya."Beres lagi.Sudahlah, aku mau pulang sekarang."Keluar dari toilet dan bergegas pulang.


Ia pun langsung pulang ke rumahnya, dengan menggas motornya menggunakan kecepatan tinggi, agar cepat kembali dan tidak terlambat.Sesampai rumahnya, ia pun langsung masuk kedalam, setelah memasukkan motornya ke garasi rumahnya.


"Malam."Sapanya langsung masuk kedalam rumah.


"Malam juga sayang.Mari makan malam."Jawab ayahnya dari meja makan.


Young Soon pun langsung menghampiri mereka semua, yang baru akan makan bersama.Dan Young Soon langsung duduk di samping ayahnya, seperti biasanya.


"Kenapa kamu selalu pulang malam sayang?."Tanya ayahnya setelah meminum segelas air putih.


"Ada urusan yang harus aku selesaikan dengan sahabatku Eun Ju ayah.Dan dia juga akan kembali bekerja di luar negeri, dan tentu aku sedang menyiapkan hadiah untuknya.Sebab itu, aku jadi sering keluar malah ayah."Jawabnya sambil memandangi wajah ayahnya.


"Sungguh anak yang baik.Kalau begitu, kamu lanjutkan makan kamu sayang."Jawab ayahnya tersenyum dan kembali menyantap makan malamnya.


"Apa mau ibu ambilkan?."Tanya ibu tirinya.


"Tidak perlu.Aku bisa mengambilnya sendiri, dan aku bukan anak manja."Jawabnya sambil mengambil lauk pauk dengan sendirinya.


"Jangan terlalu jahat dengan ibu kamu sayang."Ucap ayahnya mengelus rambut Young Soon dengan lembut.


Disisi lain.Min Hwa yang kesal dan mengepalkan kedua tangannya dari bawah meja."Dasar Young Soon J*l*ng.Aku akan membunuh mu suatu saat nanti.Dengan bantuan dari Bae, kesayanganku."Ucap batin Min Hwa berusaha menahan emosinya.


"Sabar Min Soo.Kau harus menahan emosi mu, di depan anak gila ini."Ucap batin Min Soo juga kesal kepada Young Soon.


Setelah mereka makan malam bersama.Dan Young Soon mau naik ke kamarnya, tiba tiba ada yang memanggilnya dan ia adalah,