Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 144: Menggemaskan



"Tentunya untuk menemui pacar saya, dan itu tidak ada hubungannya dengan anda kakak ipar. Maaf kalau saya lancang." Jawab Tyger Carl dengan sigap, dan kembali menatap wajah Young Soon.


"Kasihan deh lho. Rasakan itu, hahahah." Ucap batin Young Soon yang tertawa.


Young Soon meraih tangan Tyger Carl, dan menggenggam tangan Tyger Carl. "Kak, kan sudah dikatakan. Kalau Tyger Carl itu pacar saya. Jadi jangan gatal, dan ingat kak. Kakak kan akan menikah. Jadi jaga etika kakak dengan pacar saya." Tersenyum Young Soon.


Tyger Carl kembali menatap wajah Young Soon, "menggemaskan. Dia menggenggam tanganku. Sungguh wanita yang imut." Ucap batin Tyger Carl, sambil tersenyum tipis.


"Wanita ini. Benar benar membuatku kesal. Rasanya aku ingin membunuhnya.". Ucap batin Min Hwa, menahan emosinya, sambil mengepalkan kedua tangannya.


Tiba tiba ada yang datang, dan ia adalah Bae. "Halo," Sapanya langsung masuk ke dalam, langsung menghampiri semuanya.


Sontak semuanya langsung menatap ke arah Bae. "Salam ayah mertua." Sapa Bae langsung duduk disamping Min Hwa.


"Sayang, kenapa kamu datang. Bukannya nanti kita akan bertemu. Tumben banget?" tanya Min Hwa sambil tersenyum kembali.


"Aku merindukanmu saja sayang. Maka sebab itu aku datang menemuimu." Jawab Bae sambil memegang pipi Min Hwa.


Bae menatap wajah Young Soon dan Tyger Carl, "siapa kau?" tanya Bae kepada Tyger Carl.


"Saya adalah pacar Young Soon. Nama saya Tyger." Memperkenalkan dirinya.


"Ouh, akhirnya kamu laku juga ya adik ipar. Syukurlah. Lumayan juga pacarmu ini." Mengejek berkedok memuji.


"Hahahah, syukur juga untuk kakak ipar. Karena anda bisa mendapatkan kakak saya, walaupun hasil selingkuh dulu. Tapi syukurlah." Menghina Bae dan Min Hwa juga.


"Sudahlah. Kalian jangan bertengkar. Lebih baik kita sarapan bersama. Mari nak Tyger." Ajak Tyger Carl untuk makan bersama.


"Ada apa denganmu baby. Apa kau marah, karena aku datang. Apa salahnya aku datang. Namanya saya ingin melihat wajah pacar saya yang cantik ini." Kembali menggoda Young Soon.


"Kalau kau hendak datang ke mari. Bilang bilang dulu dong. Malah datang secara tiba tiba. Kita ini hanya pacaran pura pura saja. Kau paham kan." Jawab Young Soon menggertaknya.


"Okey, okey. Memang pacaran bohongan. Tapi saya benar benar mencintaimu, dan tidak akan melepaskanmu. Kau dengar ucapan saya kan baby. Maka sebab itu, jangan mengingkarinya. Dan ikut saja apa yang saya katakan." Ucap Tyger Carl berbisik ditelinganya.


Young Soon pun mendorongnya, dan langsung masuk ke dalam rumah. Meninggalkan Tyger Carl di luar sendirian. "Menggemaskan." Tersenyum miring Tyger Carl, dan langsung masuk ke dalam mobilnya, lalu pergi dari rumah Young Soon.


Disisi lain. Di dalam rumah, "Young Soon. Dimana pacar kamu itu?" tanya Min Hwa, dan Bae ikut menatapnya.


"Dia sedang ada urusan kakak. Biasalah, orang sibuk. Katanya dia mau mengambil uangnya yang ada di kapalnya. Katanya lemari uangnya tertinggal di kapal pribadinya. Maka sebab itu, dia mau mengambilnya dulu. Dah," Jawab Young Soon, langsung naik ke kamarnya, dan masuk ke dalam.


"Sial. Wanita itu mencoba menjatuhkanku lagi. Tidak akan ku biarkan dia terus bahagia, dengan pria kaya. Aku juga harus menggoda pria itu." Ucap batin Min Hwa, sambil mengerutkan keningnya.


Di kamar. Young Soon langsung bergegas mandi, dan setelah beberapa menit ia mandi. Young Soon pun mengenakan pakaian seperti biasanya.


Setelah itu, ia langsung duduk di atas tempat tidur, dan mengambil ponselnya, lalu menyalakannya. Young Soon membuka rekaman yang ada di kamera mini, yang sudah ia letakkan di dalam rumahnya.


"Gara gara mengurus pekerjaan dan percintaan. Aku jadi lupa dengan misi pertamaku. Yaitu menghancurkan keluarga Min Soo. Lebih baik aku cepat menangani mereka berdua dulu, dan yang lainnya. Setelah itu, barulah aku fokus ke yang lainnnya." Ucap batin Young Soon, sambil menyusun strategi, untuk menjatuhkan Min Hwa dan Min Soo.


"Aku sudah mempunyai banyak bukti, dan aku tinggal menyusunnya menjadi satu. Dengan begitu, semua akan beres. Tapi tidak semudah itu, untuk aku menjatuhkan mereka. Karena bisa saja mereka juga memiliki niatan buruk untukku. Aku harus berjaga jaga juga. Dan menjaga ayah juga." Ucapnya kembali, sambil mengambil beberapa berkas.


Tiba tiba saja