
Disisi lain. Saat Young Soon mau masuk ke dalam rumah Bae, tiba tiba saja ponselnya berdering.
Young Soon pun langsung mengambil ponselnya, dan melihat nomor tidak dikenal. "Sepertinya aku pernah melihat nomor ini deh. Siapa ya ini." Langsung mengangkatnya.
"Halo, siapa ya?." Tanyanya langsung.
"Kamu benar benar cantik menggunakan dress merah itu baby. Aku jadi semakin ingin memilikimu." Jawab pria tersebut di ponselnya.
"Apa. Kenapa dia bisa tahu, kalau aku menggunakan dress merah ini. Ini kan suara sih Tyger Carl itu. Kenapa lagi lagi dia menggangguku sih." Ucap batin Young Soon.
"Kenapa kamu bisa tahu, kalau aku sedang mengenakan dress merah. Kamu menata mataiku ya?." Tanya Young Soon sedikit tegas.
"Aku kan mempunyai mata banyak sayang. Tapi itu tidak penting sih, karena aku bisa melihat kamu sekarang ini. Yang sedang ada di parkiran bukan." Jawabnya sekaligus bertanya.
Sontak Young Soon langsung terbeku, dan melihat sekitaran. Dan tidak ada siapa siapa. "Kenapa dia bisa tahu. Dimana dia sekarang ini." Ucap batin Young Soon kembali, sambil mencari cari.
"Kamu tidak akan bisa menemukan aku baby. Karena aku adalah seorang mafia handal, dan tentunya aku tidak akan kalah dari kamu. Seperti sebelumnya." Ujar Tyger Carl tersenyum tipis.
"Sial. Pria ini benar benar membuatku kesal." Kesal Young Soon.
"Sudahlah. Mau kau di mana, dan bagaimana. Itu tidak penting untukku. Bay." Langsung mematikan ponselnya.
Young Soon pun kesal, dan memasukkan kembali ponselnya, ke dalam tasnya.
Young Soon kembali merapikan rambutnya, dan menghela nafasnya. "Ini saatnya aktingku dimulai." Ucap Young Soon langsung elegan, dan masuk ke dalam rumah Bae.
"Malam semuanya." Ucap Young Soon tersenyum, dan masuk menggunakan hels tingginya itu.
Sontak semuanya langsung menatap ke arahnya, yang sedang ada di dapur. "Astaga, kenapa Young Soon begitu cantik. Bahkan Min Hwa kalah dibuatnya. Kenapa aku menyelingkuhinya dulu. Dia benar benar cantik." Ucap batin Bae, terus menatap wajah Young Soon, tanpa berkedip.
Min Hwa pun menatap wajah Bae, yang terus menatap wajah Young Soon. "Aku tidak boleh membiarkan Bae kembali kepada Young Soon." Ucap batin Min Hwa kesal, sampai mengepalkan kedua tangannya.
Young Soon pun duduk disamping ayahnya. "Maaf semuanya. Saya lama masuk, karena tadi ada urusan di luar." Tersenyum palsu kembali Young Soon dengan sopan.
"Tidak apa apa kok nak. Kamu benar benar cantik malam ini ya. Bahkan mengalahkan semua yang ada di sini." Puji pak Chu Bae.
"Terima kasih banyak pak. Saya jadi malu mendengarnya." Memainkan drama tersebut.
"Ouh ya kakak. Kenapa kakak mengenakan pakaian dress merah begini. Sudah seperti wanita malam saja?." Tanya Min Hwa, mau mempermalukannya.
"Kenapa kamu mengatakan hal itu kakakku. Bukankah kamu yang wanita malam itu." Ucap Young Soon sambil menaikkan alisnya.
Sontak Min Hwa langsung terbeku, dengan perkataan Young Soon. "Kenapa dia bisa tahu. Siapa dia sebenarnya." Ucap batin Min Hwa langsung gemetaran.
"Hahahah, bercanda kok kak. Jangan terlalu dipikirkan. Lebih baik kita makan dulu." Tertawa Young Soon.
"Ouh, kakak kira apaan. Mana mungkin kakak seperti itu." Ujar Min Hwa ikut tertawa.
"Sudahlah. Kalau begitu, mari kita nikmati sarapan kita bersama." Ucap istri Chu Bae, dan mereka langsung menikmati sarapan bersama.
"Tentu saja ada sayang. Bu, ada kan bu." Jawab Bae sekaligus bertanya kepada ibunya.
"Ada kok. Bentar ibu buatkan." Jawab Ibunya.
"Tunggu tante. Biar Young Soon saja yang membuatkan susu hangat, untuk Min Hwa. Tante duduk saja, karena tante pasti lelah kan, karena sudah membuat sarapan sebanyak ini. Jadi, biar Young Soon saja yang membuatnya." Ucap Young Soon langsung berdiri.
"Baik nak, terima kasih banyak." Tersenyum, dan Young Soon langsung membuatkan susu hangat, untuk Min Hwa.
Bae juga terus menatap belakang badan Young Soon yang seksi. "Dia begitu seksi, ketika mengenakan pakaian seksi itu. Kenapa dulu aku tidak menggunakannya saja. Dia begitu seksi dibandingkan Min Hwa ini." Ucap batin Bae, sambil mengunyah makanannya, dan senyum sendiri.
Setelah Young Soon membuatkan susu hangat untuk Min Hwa. Ia pun mau memberikannya kepada Min Hwa.
"Ini susu hangat untuk kamu kakak." Memberikannya kepada Min Hwa.
Dan pada saat Min Hwa mau mengambilnya. Young Soon langsung berpura pura, seolah olah susu tersebut, jatuh.
Susu hangat itupun, langsung jatuh ke paha Min Hwa. "Aduh, sakit sakit." Kesakitan Min Hwa.
"Aduh, maafin aku ya kakak. Tadi kakak tidak hati hati untuk mengambilnya. Bagaimana sih kak." Ucap Young Soon mengambil tisu, dan membersihkan pakaian Min Hwa.
"Kamu tidak apa apa kan sayang?." Tanya Min Soo langsung menghampirinya.
"Aku tidak apa apa kok bu. Hanya panas saja ini." Jawab Min Hwa berpura pura menangis.
"Bagaimana sih kamu Young Soon. Kan kamu tahu, kalau Min Hwa itu butuh bantuan. Kan kamu bisa letakkan di meja langsung. Kamu sengaja untuk menjatuhkan susu itu?." Tanya Bae sedikit tegas dengannya.
Young Soon langsung membalikkan badannya, ke arah Bae. Dan Young Soon memainkan dramanya, dengan bersikap polos. "Kenapa kamu menyalahkan aku Bae. Kan aku sudah katakan tadi, kalau aku tidak sengaja. Masa kamu tidak percaya denganku sih." Ucap Young Soon sambil menggigit jarinya dengan mulutnya, dengan sedikit gaya.
Sontak Bae langsung terbeku, karena melihat kecantikan Young Soon yang begitu indah. "Astaga, dia benar benar cantik. Aku jadi semakin ingin bermain kuda kudaan dengannya." Ucap batin Bae menahan air liurnya yang mau keluar.
"Berhasil juga rencanaku." Ucap batin Young Soon tersenyum tipis.
Min Hwa melirik mereka berdua. "Beraninya dia mencoba merebut Baeku. Awas saja kamu Young Soon." Ucap batin Min Hwa juga, menahan emosinya.
"Bae, bantu aku obati luka ini dong. Panas soalnya." Ucap Min Hwa manja juga dengannya.
"Mari sayang, aku antarkan kamu ke kamarku. Biar aku obati luka kamu." Ujar Bae langsung menggendongnya, dan langsung membawanya ke kamar Bae.
Setelah mereka berdua pergi. Young Soon kembali duduk di samping ayahnya. "Kamu baik baik saja sayang?." Tanya ayahnya langsung memegang kedua tangan Young Soon.
"Aku baik baik saja kok ayah. Tenang saja. Oh ya pak Chu Bae, langsung saja kita ke inti. Untuk membahas soal pernikahan Bae dan kakak saya."
"Bagaimana menurut anda, waktu yang tepat untuk langsung di laksanakan pernikahannya. Saya tidak mau kalau lama lama, karena itu akan menimbulkan perselingkuhan yang lainnya?." Tanya Young Soon sambil menaikkan alisnya.
"Soal itu