Come Back To Life And Have Power

Come Back To Life And Have Power
Episode 17: Misi Dimulai



Saat Young Soon sedang menyusun rencana. Ada yang menepuk pundaknya dari belakang.


Dan ternyata ia adalah karyawan dari perusahaan tersebut.


"Eh, iya, ada apa ya?." Tanya Young Soon langsung menatapnya.


"Kamu karyawan baru disini ya. Saya Vian, salam kenal." Tanya Vian sekaligus memperkenalkan dirinya.


"Ya, saya karyawan baru disini dan nama saya Jova." Jawab Young Soon menyamarkan nama aslinya.


"Salam kenal Jova, semoga kamu betah bekerja disini." Ucap Vian tersenyum dan langsung meninggalkannya.


"Aneh banget memang orang disini. Sudahlah, aku lelah memakai kacamata ini dan masker ini." Ucap Young Soon pengap.


"Aku harus cepat cepat mencari tahu soal bapak itu dan aku bisa cepat mendapatkan uang." Ucap Young Soon langsung mengerjakan berkasnya.


Siang pun tiba. Dimana Young mau makan siang dan menuju kantin.


Saat di tengah jalan. Dia melihat bos perusahaannya sedang mempermainkan karyawan di perusahaannya.


Young Soon sembunyi dan menguping pembicaraan mereka. "Sini sayang, kau hanya perlu diam saja dan aku akan menaikkan gajimu." Ucap bosnya.


"Ampun pak, jangan apa apain saya. Saya masih perawan pak." Ucap karyawan wanita.


"Ck, dasar bos tua bangka. Sudah tua, masih saja nafs*an. Dasar bodoh. Aku akan merekamnya dan menjadikan barang bukti ku kepada bos Zax." Ucap batin Young Soon langsung mengeluarkan ponselnya dan mereka mereka berdua secara diam diam.


Setelah merekam. "Bagus juga video ini, dia pasti akan takut, kalau aku sebarkan video ini. Mending aku langsung pergi saja deh, sebelum aku ketahuan." Ucap batinnya langsung pergi dari tempat tersebut dan langsung pergi ke kantin.


Sesampai kantin. "Fyuh, siap juga bukti pertama. Aku akan langsung megirimnya ke bos." Langsung duduk di kursi dan langsung memainkan ponselnya.


Mengirim pesan.


Isi pesan:


"Halo bos, saya sudah menemukan bukti pertama, tentang bos Perusahaan Golden. Ini videonya." Ucap Young Soon langsung mengirimkan video tersebut.


Membalas.


"Baiklah, awasi terus pergerakannya." Jawab bos Zax.


"Baik bos, saya akan kabari nanti." Langsung mematikan ponselnya.


"Bi, saya pesan makanan yang ada di kantin ini, yang paling enak dan minuman latte nya 1." Pesan Young Soon dari kejauhan.


"Baik mbak, ditunggu." Ucap bibi kantin tersebut.


Young Soon pun menunggu pesanan nya. Saat dia sedang menunggu, tiba tiba dia melihat seorang wanita yang di rekamnya tadi. "Eh, dia kan wanita yang di permainkan oleh bos perusahaan ini. Wajahnya sangat ketakutan, apa yang sudah di lakukan pria tua bangka gila itu." Kesal Young Soon mengepalkan tangannya.


"Aku paling tidak suka, melihat seorang wanita di ganggu atau disakiti oleh pria bodoh. Dasar." Mengerutkan keningnya kesal.


Makanannya pun tiba. "Ini makanan anda, kenapa kau memakai masker. Apa kau karyawan baru disini?." Tanya bibi kantin tersebut.


"Saya sedang pilek dan saya tidak mau yang disini ketularan. Jadi saya pakai masker deh. Terima kasih banyak, atas makanannya." Jawab Young Soon tersenyum.


"Sama sama, saya duluan." Langsung meninggalkan Young Soon.


"Aku makan sebentar deh, dan aku haus banget nih." Langsung makan sedikit demi sedikit dengan membuka masker dan kembali menutup masker, saat sedang mengunyah. Agar identitas nya tidak ketahuan


Setelah beberapa menit Young Soon pun siap makan siang dan langsung merapikan masker dan kacamatanya.


Setelah membayar. Young Soon langsung kembali ke mejanya.Saat menuju mejanya.


Tiba tiba bosnya menghalangi jalannya. "Halo manager Young Soon." Ucap bosnya bertingkah laku seperti ingin meminta jatah.


"Halo juga bos, ada yang bisa saya bantu?." Tanya Young Soon tersenyum paksa.


"Tidak ada, aku hanya mau mengajakmu ke ruangan ku. Ada yang mau aku sampaikan disana." Jawab bosnya.


"Kenapa tidak mengatakannya disini saja pak?." Tanya Young Soon berakting polos.


"Disini tidak enak tahu, yuk." Ajak bosnya sudah mengeluarkan air liur karena melihat body Young Soon yang indah.


"Baiklah pak, bapak bisa duluan saja." Ucapnya dan bosnya langsung berjalan didepan dan Young Soon dibelakangnya.


"Dasar tua bangka, aku akan melaporkannya ke istrimu. Hahahaha." Ucap batin Young Soon senyum sendiri dengan rencananya.


Sesampai ruang pribadi bosnya. Mereka langsung masuk kedalam. Di dalam pak Dixon mulai mendekatinya dan Young Soon sudah memasang alat perekam suara sebelum masuk tadi.


"Kau sangat cantik, lebih cantik dari istriku. Apa kau mau melakukan yang aku inginkan dan memuaskan ku. Akan ku bayar dengan setimpal." Ucap pak Dixon tersenyum lebar.


"Kenapa tiba tiba begini pak, apa benar saya lebih cantik dari istri bapak." Memulai rencananya.


"Tentu saja, aku hanya mengambil ahli tahtanya dan menguasai hartanya. Aku tidak pernah mencintainya dan aku harus berpura pura seperti mencintainya setiap hari. Aku sangat bosan dengannya dan dia sudah tua dan gendut. Aku jadi risak lebih menyukainya lagi." Jawab pak Dixon terlalu jujur.


"Ouh, begitu ya pak. Kenapa bapak masih terus bersamanya?." Tanya terus Young Soon.


"Karena aku mau mengambil ahli tahtanya dan aku juga menjual barang terlarang kau tahu, itu akan membuatku semakin kaya dan kaya. Kau jangan mencoba coba untuk memberitahu yang lainnya ya." Jawab pak Dixon kembali jujur.


"Tentu saja aku tidak akan memberitahu yang lainnya, karena ini hanya urusan kita berdua." Ucap Young Soon tersenyum dan berpura pura menggodanya.


"Kau sangat manis sayang, aku sangat menyukai mu." Kembali tergoda pak Dixon dengannya.


"Terima kasih banyak pak."


Young Soon langsung menge pause rekaman tersebut dan langsung menjauhi pak Dixon.


"Kenapa kau menjauh sayang.?." Tanya pak Dixon.


"Oh ya pak, apa saya boleh meminta nomor istri bapak?." Tanya Young Soon.


"Kenapa kau meminta nomor ponsel istriku. Apa kau mencoba memberitahu soal pembicaraan ku tadi?." Tanya pak Dixon.


"Bagiamana aku mau memberitahukannya, aku tidak merekam apapun dan bagaimana aku akan memberitahu istri bapak itu. Dia tidak akan percaya denganku dan akan menghabisi ku." Jawab Young Soon beralasan agar pak Dixon memercayainya.


"Dan untuk apa kau meminta nomor ponsel istriku?." Tanya kembali pak Dixon.


"Saya mau mengatakan sesuatu yang akan menguntungkan bapak. Karena saya wanita dan istri bapak wanita, tentu akan lebih mudah untuk mengambil hartanya. Bagaimana pak." Menaikkan alisnya.


"Benar juga yang kau katakan itu, kau memang cantik dan pintar sayang. Ini nomor ponselnya dan jangan katakan yang aneh aneh kepadanya." Langsung memberikan nomor ponsel tersebut.


"Aman pak, saya tidak akan mengatakan apapun kepadanya. Saya setia dengan bapak kok." Jawab Young Soon tersenyum.


"Karena Istriku orang yang tidak segan segan untuk membunuh seseorang. Makanya aku sangat takut dengannya, aku takut aku akan dibunuh olehnya." Menjelaskan kembali pak Dixon.


"Baiklah pak, baik. Aku akan berjaga jaga dengan istri bapak itu." Mengedipkan matanya.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya. Dan ia adalah