
"Apa kau bisa menghabiskan makanan sebanyak ini sayang?." Tanya Tyger Carl, sambil menyilangkan kakinya.
"Jangan meremehkanku. Bahkan aku bisa menghabiskan semua menu yang ada di sini." Jawab Young Soon tersenyum tipis.
"Wah, sombong banget ya kesayangku ini. Okey, kita lihat saja nanti. Kalau bisa menghabiskan semua menu yang ada di sini. Akan saya bayar 80 milyar. Bagaimana?." Menawarkan.
"Siapa takut. Kau pikir aku cewek yang gampang menyerah. No," jawab Young Soon langsung menerimanya.
"Tunggu dulu. Kalau kamu kalah, kamu harus menjadi pacar saya. Tidak ada pengurangan dan penolakan. Bagaimana." Ucap Tyger Carl sambil menaikkan alisnya.
"Apa tidak ada yang lain?." Tanya Young Soon.
"Tidak ada dong. Mau uang secara gratis gak nih. Kalau tidak mau, juga tidak apa apa." Jawab Tyger Carl.
"Lumayan juga kan, aku hanya makan banyak, dan dapat uang. Boleh juga nih, mana mungkin aku menolak uang gratis." Ucap batin Young Soon.
"Iya, iya. Aku mau deh. Kebelet pacaran nih orang ya." Jawab Young Soon menerimanya.
"Gitu dong sayang. Kalau begitu, pelayan." Panggil Tyger Carl kembali, dan pelayan langsung menghampirinya.
"Iya tuan, ada yang bisa kami bantu?." Tanya pelayan tersebut.
"Saya mau pesan semua menu makanan yang ada di sini, dan jangan sampai ada yang terlewatkan." Jawab Tyger Carl sambil menatap wajah Young Soon.
"Baik tuan, ditunggu pesanannya." Membungkukkan badannya, dan kembali ke dapur.
Young Soon kembali mengunyah makanannya. "Pelan pelan makannya sayang. Nanti kamu tersedak lagi." Perhatian Tyger Carl, sambil meminum minumannya.
Young Soon menatapnya, dan langsung membalikkan bola matanya. "Dia benar benar menggemaskan. Orang melihatnya ketakutan. Tapi aku melihatnya, seperti kucing yang minta dipeluk." Ucap batin Tyger Carl tersenyum tipis, dan terus memandangi Young Soon yang sedang menikmati makanannya.
Setelah beberapa menit. Semua menu yang di pesan Tyger Carl, langsung datang. Dengan di antar oleh banyak pelayan. "Ini pesanan anda tuan." Langsung meletakkannya di atas meja, dan menyingkirkan makanan dan minuman yang sudah habis di lahap.
"Astaga, ini benar benar banyak. Apa aku bisa menghabiskan sebanyak ini. Seharusnya tadi aku menolaknya saja. Astaga Young Soon bodoh." Ucap batin Young Soon, langsung mengerutkan keningnya.
Tyger Carl kembali meliriknya. "Bisa atau gak nih. Kalau menyerah, bilang saja?." Tanya Tyger Carl menatapnya.
"Siapa yang mau menyerah. Aku hanya bersiap siap untuk menyantap, semua makanan mahal ini. Terima kasih, karena sudah memesankan makanan sebanyak ini." Jawab Young Soon tersenyum tipis, dan bersiap siap, untuk menyantap semua makanan tersebut.
"Selamat dinikmati makanannya nona dan tuan. Saya permisi." Ucap pelayan tersebut, kembali menundukkan badannya, dan kembali ke pekerjaan mereka.
"Silahkan di nikmati makanannya sayang. Semangat." Menyemangati Young Soon yang akan menghabiskan semua makanan tersebut.
"Semangat Young Soon, demi uang. Kau tidak boleh menyerah." Ucap batin Young Soon, juga menyemangati dirinya sendiri.
Young Soon pun mulai menyantap makanan makanan tersebut, satu demi satu. "Ehm, enak banget makanan ini. Aku kira yang lainnya tidak terlalu enak. Ternyata ini benar benar enak. Kalau begini, habis gak ya." Ucap batin Young Soon, sambil mengunyah makanannya.
Tyger Carl menopang wajahnya, dengan tangan kanannya, sambil menatap wajah Young Soon, dan tersenyum tipis.
Setelah 1 jam berlalu. Ternyata Young Soon tidak bisa menghabiskan semua makanan tersebut, karena jumlahnya sangat banyak. dan Young Soon sangat kekenyangan, sambil memegang perutnya yang mau pecah.
"Aku menyerah. Kau yang menang." Menyerah Young Soon, sambil menaikkan tangan kanannya, menandakan benar benar menyerah.
"Kan sudah saya katakan dari awal. Kalau tidak sanggup, jangan di makan. Tapi dirimu tetap menyantapnya. Dan saya tidak bisa melakukan apapun sayang. Kalau begitu, kamu resmi menjadi pacar saya sekarang." Bahagia Tyger Carl, terus tersenyum miring.
Young Soon kembali menatapnya. "Terserah, yang penting kau tidak mengganggu kehidupanku." Ucap Young Soon kembali melipat kedua tangannya.
"Kalau begitu, saya mau membayar semua makanan ini dulu. Kamu tunggulah di sini." Ujar Tyger Carl menuju kasir.
Setelah Tyger Carl menuju kasir. "Mumpung dia lagi membayar makanan ini. Mending aku kabur dari sini deh. Malas aku bertemu dengannya lagi." Ucap batin Young Soon mengambil tasnya, dan langsung keluar dari restoran tersebut.
Young Soon langsung berlari jauh, dari restoran tersebut. Disisi lain, Tyger Carl yang sudah membayar semuanya, langsung menghampiri meja mereka.
Dan saat itu juga Tyger Carl melihat, kalau tidak ada Young Soon. "Gadis itu membuatku kesal. Kau tidak akan lepas dari genggamanku sayang." Tersenyum Tyger Carl, dan santai. Ia langsung keluar dari restoran dan menghubungi pengawal pribadinya.
"Iya bos, ada apa bos?." Tanya pengawalnya.
"Cari gadis yang mengenakan dress merah. Dan ia sedang berlari. Jangan sampai dia lepas, dan bawa dia ke hadapanku. Jangan lukai dia, cukup jagakan, dan bawa dia ke sisiku. Kalian paham kan." Jawab Tyger Carl.
"Baik bos. Kami akan menemukan gadis itu secepatnya. Oh ya bos, siapa namanya bos?." Tanya pengawalnya kembali.
"Namanya adalah Young Soon. Kalau begitu, cepat cari dia." Jawab Tyger Carl langsung mematikan ponselnya.
Disisi lain. Young Soon terus berlari, dan mencari taxi yang ada. "Di mana lagi taxi ini. Kenapa tidak ada dari tadi. Aku harus minta bantuan Devian ini." Ucap Young Soon langsung mengambil ponselnya, dan menghubungi Devian secepatnya.
Tersambung. "Halo Devian. Kau di mana?." Tanya Young Soon, dengan nafas yang berantakan.
"Aku lagi ada di rumah. Ada apa, dan kenapa kau. Kelihatannya, nafas mu berantakan?." Jawab Young Soon sekaligus bertanya.
"Sudahlah, kau datang ke mari saja. Aku butuh bantuanmu. Aku diganggu oleh seseorang. Cepatlah." Jawab Young Soon dengan nada tegas.
"Baik, baik. Aku akan ke sana, dan kau harus bersembunyi dulu." Ucap Devian langsung mematikan ponselnya.
"Ada apa dengan Young Soon. Jarang jarang dia seperti ini." Bingung Devian, dan langsung keluar dari rumah, dan mengendarai motornya.
Disisi lain. "Mending aku bersembunyi saja deh. Seperti yang dikatakan Devian tadi." Ucap Young Soon mencari gang yang sepi dan gelap, untuk tempat persembunyiannya.
Young Soon melihat ada gang kecil, dan ia langsung ke gang tersebut. "Aku bersembunyi di sini saja deh. Agar Tyger Carl tidak curiga denganku." Ucap batin Young Soon jongkok dan bersembunyi dibalik tong sampah besar.
Tiba tiba saja ada yang datang. "Hei, apa kau ada di sini Young Soon. Bos Tyger mencarimu. Kau keluarlah." Teriak pengawal pribadi Tyger Carl.
Tiba tiba saja